WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KITA SUDAH TUA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Ririen langsung melajukan mobilnya ke kampus Fajar. Dia tahu Fajri telah selesai tampil. Tapi tak ada salahnya ikut bergabung dengan tiga lelaki terkasihnya itu.


“Daddy …,” panggil Alesha ketika mereka menghampiri Putra di kursi penonton. Disana juga ada Fajar. Sementara Fajri duduk di kursi peserta memperhatikan tampilan peserta lomba lainnya.


Putra menempelkan ibu jarinya kebibirnya memberi isyarat ketiga putrinya tidak berisik. Fajri melihat kehadiran Ririen dan ketiga adiknya. Senyum bahagia dia perlihatkan.


Walau mereka tidak melihat saat dia perform, setidaknya mereka tetap mendukungnya. Dan dia tahu alasan keempat perempuan cantik itu terlambat. Hampir maghib baru lomba usai. Pengumuman pemenang akan diadakan serentak dengan lomba lainnya saat acara Dies Natalis atau ulang tahun universitas.


“Kita makan malam diluar ya, sekarang kita salat di masjid kampus aja,” ajak Putra pada anak dan istrinya.


“Bagaimana tadi lombamu Mbak?” tanya Putra saat mereka menuju mobil sehabis salat.


“Mas, kamu sama Mommy ya,” pinta Ririen sambil memberikan kunci mobil pada Fajar. Tadi memang Fajar tidak bawa motor karena berangkat bareng Putra.


Alesha, Fajar dan Ririen satu mobil sedang Putra bersama si kembar dan Fajri. Mereka akan bertemu di rumah makan mang Engking daerah Godean.


“Mbak, kamu belum cerita bagaimana tadi lombamu?” tanya Putra saat mereka sedang menanti hidangan yang dipesan.

__ADS_1


“Estede,” jawab Alesha singkat.


“What does estede mean?” tanya Putra bingung.


“Standard Dadd,” sahut Fajri sambil cengar cengir.


“Oh my God, rupanya Daddy enggak ngerti bahasa anak gaul sekarang,” sahut Putra sambil tersenyum masam. Sementara Ririen hanya memperhatikan dengan senyam senyum saja.


“Kita sudah tua Yank,” bisik Ririen.


Putra hanya mengangguk tanda setuju dengan pendapat istrinya. Hal ini makin memacu selalu dekat dengan semua anak-anaknya. Dia tak ingin ada kesenjangan komunikasi atau communication gap dengan anak-anaknya.


***


Seperti saat lomba gitar klasik kemarin. Juri dan semua penonton juga memberi sambutan untuk peserta dengan usia muda itu. Putra yang memang mahir drum sejak tadi serius mengamati semua peserta.


Seperti biasa, semua anak Putra Pamungkas Purwanagara tampil lomba tanpa beban. Mereka tidak menargetkan juara. Mereka hanya ingin memperlihatkan kemampuan mereka dan bermain maksimal sesuai kemampuan. Just it!


Hal ini suatu poin besar yang tidak disadari banyak peserta lomba sehingga malah sering nervous saat harus tampil. “Good Job Son,” Putra langsung memeluk Fajri yang baru turun dari panggung. Sengaja dia mendatangi putranya itu.


“Thank you for your support Dadd,” Fajri membalas pelukan Putra dengan erat. Sementara Ririen memberi dua jempol saat meilhat putranya memandangnya dan memberi tanda cium jauh. Fajri kembali ke kursi peserta. Dan Putra kembali duduk di kursi sebelah Ririen. Hari ini Fajar tak bisa datang, karena dia harus menjadi tamu di lomba karate.


Beberapa pasang mata yang melihat interaksi Fajri dengan sosok lelaki dewasa berambut gondrong dan dengan perempuan dewasa dikursi penonton hanya bisa bergumam takjub. ‘Pantas dia punya potensi seperti itu, ternyata  orang tuanya sangat mendukung. Banyak pemain musik tak didukung orang tuanya.’

__ADS_1


Ririen memang tidak membawa ketiga gadis kecilnya, karena lomba drum ini dijadwalkan sejak pagi tadi, hingga pukul 17.00 sore nanti. Tentu Fajri akan stay selama lomba berlangsung karena dia juga ingin melihat peserta lain tampil.


Putra dan Ririen akan salat dan makan siang di luar sementara Fajri mendapat nasi kotak dari panitia. “Daddy keluar makan dulu ya, nanti kami balik lagi,” Putra pamit terlebih dahulu pada anaknya. Dia tak ingin Fajri mencari mereka.


“Iya Dadd, aku salat di ruang belakang, ada mushola,” jawab Fajri. Diranselnya ada sarung untuk dia salat.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2