
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Pagi pertama sekolah memang hari penuh perjuangan bagi para ibu karena harus ekstra sabar menghadapi para krucil mereka. Hal itu juga dialami Ririen hari ini, tapi kali ini dia agak terbantu karena ada Putra yang menolongnya mengurusi dua jagoan mereka.
“Dad, aku langsung ngantor, jadi aku bawa mobil sendiri aja ya, kita ketemu di sekolahan aja.” Ririen memberitahu Putra dia tak ikut mobil pemuda itu karena akan langsung berangkat bekerja.
“Siapa yang mau ikut mobil Mommy?” tanya Ririen pada kedua anaknya.
Ternyata keduanya memilih berada di mobil Putra, karena takut Putra tidak jadi mengantar mereka bila mereka tak bersama. Sesampainya di sekolah, yang diantar tentu saja Fajar terlebih dahulu karena SD masuk 30 menit lebih awal dari TK.
“Tha, kamu enggak salah? Sudah dapat yang lebih tua, sudah punya anak besar-besar pula. Sadar lah Tha, kamu ganteng, mapan, banyak ceweq muda cantik yang bisa kamu dapetin dengan mudah,” sapa seorang wanita yang kebetulan juga mengantar anaknya. “Jelas-jelas kemaren anak pak Ibrahim cantik dan muda koq,” lanjutnya.
“Maaf Bi, soal cinta itu urusan Putra, Bibi dengar sendiri ‘kan semalam kakek aja bilang semua keputusan ada di tangan Utha. Kalau sampai besok-besok Utha dengar lagi omongan seperti ini, siap-siap aja jatah bulanan akan Utha usulkan untuk di stop. Bibi juga sebenernya ‘kan bukan tanggung jawab kami,” Putra emosi mendengar bibinya bicara seperti itu dimuka umum. Dia tidak ingin besok-besok Ririen akan mendapat ejekan bila dia datang sendirian mengantar anak-anak.
“Kak Fajar salim Mommy dulu, habis itu Daddy yang akan menemani Kakak masuk sampai kelas, biar Mommy antar Kak Fajri. Fajri salim Daddy dulu sini,” perintah Putra pada kedua anaknya.
“Atu juda mau diantal Daddy sampai depan telas taya Tata Ajal,” bantah Fajri.
Putra mengantar Fajar sampai masuk kelasnya, dia mengantarkannya sampai Fajar duduk di kursinya, dia ingin anaknya mempunyai ingatan hari pertama masuk SD daddy nya lah yang menemaninya.
“Anak Daddy pintar ya sekolahnya, jangan berantem, tapi enggak boleh ngalah kalau di ejek, Daddy sayang Kakak,” bisiknya sehabis dia mencium kening anaknya serta mengusap ubun-ubunnya.
“Kakak juga sayang Daddy, I love you Dad,” Fajar memeluk leher Putra dan mengecup pipi daddynya. Ririen yang melihat dari luar kelas sangat tersentuh dengan perlakuan Putra, belum tentu hal itu akan Fajar dapatkan bila dia masih bersama Ricky.
Mereka selesai mengantar Fajri lalu keluar halaman sekolah sambil bergandengan, di parkiran Putra mengantar Ririen sampai ke mobilnya dan mencium kening kekasihnya dengan lembut. “Hati-hatinya, sampai kantor telepon Daddy” pinta lelaki itu.
__ADS_1
“Mas juga hati, hati ya?” Ririen mengusap pipi Putra dengan sayang walau hatinya ingin menjerit. Rasanya dia tidak sanggup menghadapi cibiran dari orang-orang yang menganggapnya mencintai Putra karena uang yang Putra miliki.
Semua itu tak lepas dari pandangan bibinya Putra yang duduk di teras sekolah karena dia menunggu anaknya di sekolahan, bukan sekedar mengantar.
Dilihatnya mobil Ririen lebih dulu keluar sekolahan baru Putra memasuki mobilnya. ‘*T*ernyata pacarnya Putra bukan perempuan miskin, dia kerja bawa mobil sendiri, dan punya HP ( saat itu belum semua orang punya HP ya ),’ batin Iyun bibi nya Putra.
***
Sesampai di kantor Ririen langsung sibuk dengan data penjualan selama pameran, lalu data order pesanan, juga data penjualan di kantor. Benar-benar butuh konsentrasi penuh hingga dia lupa mengabari Putra, bahkan sudah jam makan siang dia masih asyik dengan datanya.
Lagu special terdengar dari HP-nya, menandakan pemilik nomor itu punya ruang tersendiri, karena ringtonenya beda dengan ringtone umum atau keluarga. “Ya hallo Mas,” langsung Ririen ucapkan itu tanpa melihat siapa yang menghubunginya karena hafal ringtone special.
“Maaf Mas, aku lupa karena langsung sibuk dengan rekapan data yang mbak Tuti kasih,” tulus Ririen memohon maaf pada Putra, dia memang tadi sengaja langsung kerja untuk melupakan kegalauan yang disebabkan ejekan bibinya Putra di sekolah tadi.
“Kamu juga pasti lupa makan siang ‘kan?” tebak Putra dengan cepat.
“Sekarang sudah hampir jam dua Honey, berhenti dulu kerjaanya, makan dulu baru kerja lagi ya?” perintah Putra dengan lembut dan sabar.
“Mas sudah makan? Maaf ya aku malah enggak ingetin Mas buat makan siang. Iya habis ini aku minta mas Ipin ( office boy di kantornya Ririen ) buat beli makan siangku,” janji Ririen.
“Sekarang ya, jangan tunda makannya, Mas tadi makan siang dekat kantormu, tapi enggak bisa mampir karena langsung ke Bekasi. Mungkin malam ini Mas enggak kerumah ya,’ ni sekarang baru sampe lokasi di Bekasi,” Putra memberi tahu kondisinya.
“Enggak apa-apa, ‘kan juga enggak wajib Mas ke rumah, santai aja,” kata Ririen
“Yang penting Mas juga jangan telat makan ya, hati-hati Mas, I love you.”
Putra yang mendengar Ririen mengucapkan I love you di telepon jadi keqi, andai dekat pasti akan langsung dia ***** bibir wanita pujaannya itu.
__ADS_1
“Koq diem Mas?” tanya Ririen bingung. Dia takut salah ucap sehingga membuat Putra marah padanya.
“Mas keqi, kamu bilang I love you nya di telepon, enggak bisa langsung Mas cium bibir mu. I love you too Honey. Nanti pulang hati-hati ya. Telepon Mas putus ya,” Putra pun langsung turun mobil untuk langsung ke lapangan.
***
Hari ini hari Kamis, sejak berpisah hari Senin pagi memang Putra belum bisa datang lagi, tiap hari dia selalu ke lapangan hingga malam. Tiap hari dia selalu memberitahu Ririen via telepon, tapi bila sedang tidak di rumah Ririen tidak pernah angkat teleponnya. Kalau di rumah telepon diangkat tapi yang bicara Fajar dan Fajri, bukan Ririen.
Ditinggali pesan pun tak pernah Ririen balas. Putra merasa pasti ada yang salah, tapi dia tidak tau ada apa lagi, dan bencinya dia belum sempat mendatangi Ririen untuk mencari penyebab Ririen menghindarinya.
Siang ini kembali Putra menghubungi Ririen dan sebelnya hari ini malah HP Ririen tidak aktiv sejak jam sebelas hingga saat ini hampir jam tiga sore.
Putra berupaya hari ini kerjaan di lapangannya bisa selesai sehingga besok dia bisa kerja di kantor saja lalu pulang langsung ke Cilangkap.
Ririen mengaktivkan ponselnya jam lima sore sehabis selesai meeting, dilihatnya banyak panggilan dari nomor Putra sejak jam sebelas tadi. Kotak pesan pun entah sudah berapa puluh pesan Putra masuk selain pesan dari para konsumen dan marketingnya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA YANKTIE YANG LAIN BERJUDUL UNREQUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta