WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
TAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Bagaimana persoalanmu dengan pak Putra,” bisik Lucky, dia tak bebas bicara karena mereka sedang diruang TV bersama kedua orang tua Lucky. Mereka baru selesai makan malam


“Sudah selesai,” sahut Sarah dengan senyum manisnya. Untung saja dia belum mulai bicara pada amangnya.


“Serius?” tanya Lucky tak percaya.


“Iya serius,” jawab Sarah sambil mengangguk untuk menguatkan perkataannya barusan.


“Syukurlah. Besok kamu harus cerita,” bisik Lucky lagi. Mereka tak leluasa bercerita dirumah ini.


“Siyaaaaap Bos. Aku akan ceritakan semuanya,” janji Sarah. Sesungguhnya dia sedang berpikir tentang papanya yang mau mengeluarkan uang sebesar itu.


‘Apa besok aku akan digantungnya? Atau dia akan mengirimku ke Siberia agar membeku disana?’ segala pikiran buruk berkecamuk diotak Sarah.


‘Bodo ah. Yang penting aku enggak membusuk dipenjara. Biar saja digantung papa atau diasingkan ke gurun pasir sekali pun,’ Sarah merasa hukuman yang akan papanya berikan lebih baik daripada dia dipenjara.


***

__ADS_1


“Selamat pagi Pak. Ada pesan dari pak Stefanus, pihaknya bersedia membayar cabut perkara pagi ini. Beliau minta langsung bertemu di bank karena pemindah bukuan dana besar lebih aman di bank,” Putra menerima telepon saat baru selesai mengantar empat putra putrinya. Sejak kuliah Fajar sudah tidak diantar karena bawa motor sendiri.


“Beritahu siang ini pukul 15.00 di bank central asia jalan Mahoni raya. Karena pukul 13.30 saya ada janji juga disana. Biar sekalian aja,” jawab Putra. Sekarang dia mau meluncur ke super market bahan bangunan lebih dulu.


“Baik Pak,” dan sang pegawai langsung mengabarkan keputusan Putra pada Stefanus.


Sesuai jadwal, Anro dan Stefanus tiba di bank pukul 14.44 bersamaan Putra berjabat tangan dengan seorang kliennya.


“Pak Anro?” sama pak Robert dan Leonard yang baru pamit pada Putra.


“Pak Robert, wah enggak sangka bertemu disini,” sahut Anro. Sebagai sesama pengusaha tentu mereka saling mengenal walau tidak akrab.


“Baru selesai transaksi dengan pak Putra,” Robert menjabat tangan Anro erat.


“Bangun apa lagi?” tanya Anro penasaran. Robert adalah pengusaha hotel yang cukup terkenal di Jogja, Solo dan sekitarnya. Robert dan Leonard adik sepupunya sangat disegani di dunia usaha.


Anro makin tahu siapa Putra setelah melihat siapa yang barusan bertransaksi dengannya. Robert dan terutama Leonard adalah pengusaha yang tidak sembarang orang bisa dapat proyek darinya.


Hanya orang dengan kualitas kerja tinggi yang bisa berhubungan dengan dua saudara itu. Untuk bicara dengan keduanya saja sangat sulit. Ini Putra bisa sampai transaksi dengan Robert dan Leonard. Itu menjelaskan siapa Putra. Tak bisa dipandang sebelah mata.


Tanpa membuang waktu Anro segera mengisi form pemindah bukuan uang yang sudah disepakati oleh Sarah dan Dewi. Dia hanya membayarkan saja. Dia ingin bantuannya untuk Sarah akan membuat hubungan Sarah dan dirinya membaik.


“Pak Putra, saya atas nama pribadi dan atas nama putri saya, meminta maaf pada pak Putra dan istri atas kejadian ini,” Anro menyampaikan kembali permintaan maaf dari pihak Sarah setelah dia membayar uang yang disepakati.

__ADS_1


“Bagi saya bukan nominal uang yang jadi target. Karena nominal ini ditentukan oleh istri saya. Tapi yang terpenting bagi kami adalah agar semua orang berhati-hati dalam bertindak. Kalau tahu orang tua Sarah mampu membayar jumlah yang menurut kami sudah terlalu tinggi. Mungkin istri saya bisa menggandakan jumlahnya. Karena tujuan kami, anak Bapak membusuk dipenjara. Saya sangat sakit hati terhadap kelakuan anak Bapak,” sahut Putra ketus.


“Istri saya memang sudah memaafkan tindakan anak anda. Tapi saya tidak. Dan tak akan pernah. Harap ingat itu,” sahut Putra.


Anro sadar, dia berhadapan dengan banteng. Dia yakin bila bersinggungan dalam pekerjaan dengan perusahaan Putra, pasti akan mendapat kesulitan. Dia akan selalu ingat jangan sampai bertemu dalam satu proyek dengan lelaki ini.


Selesai sudah perseteruan Sarah dan Putra. Sehabis menerima pembayaran Putra mengajak Stefanus untuk mencabut pengaduan yang dia buat secara resmi. Anro sengaja tak ikut ke kantor polisi. Dia hanya mewakilkan pada Stefanus saja.


Sesuai dengan niatnya, Ririen langsung meminta Putra merenovasi beberapa panti asuhan dan rumah jompo yang non pemerintah dan bukan dibawah naungan yayasan besar. Mereka bekerja dalam senyap.


Ririen tak mau memberi uang cash. Dia lebih suka membangun sarana. Dia juga memberi bantuan bahan pangan secara rutin. Itu dia rasa lebih bermanfaat dan memperkecil penyelewengan dana. Ririen memang sosok yang paling teliti. Karena banyak sumbangan sosial yang akhirnya lari ke oknum pengurus panti.


Sering Ririen memesan paket makanan pada rumah makan sekitar panti dan mengirim makanan siap santap. Atau dia mengirim buku dan alat tulis ke panti asuhan. Dan jumlah yang dia kirim tak pernah berlebih agar tidak mubazir. Lebih baik dia mengirim berkali-kali daripada dia kirim satu kali tapi dalam jumlah berlebih.


***


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER  ya.

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER  itu ya.


__ADS_2