
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Bener-bener bikin nyokapnya dan nyokap gue jantungan!” tukas Putra mengingat perjuangananya mendapatkan cinta Ririen dulu.
“Lo naksir dia sejak kita sekolah?” tanya Herman penasaran.
“Boro-boro, waktu sekolah gue masih anggap dia guru idola gue, enggak lebih. Gue naksir dia pas liat dia datang di acara reuni. Seakan itu pandangan pertama gue ke dia. Habis reuni temen-temen kemdur ngumpul di rumah dia, mereka kaget karena anak-anaknya udah panggil gue Daddy, walau nyokapnya enggak mau ngomong ama gue.”
“Tu emak ngomong ama gue cuma kalau di depan orang doang!” cetus Putra sambil monyong karena dicolekin sambal celupnya udang.
“Panas nanti ni Mom, obatnya cium enggak lepas-lepas sampe dingin ya?” kembali ancaman keluar dari bibir Putra.
“Ih tukang ancam,” kata Ririen sambil mengelap bibir suaminya dengan tissue. Kini gantian Ririen yang membuka mulutnya saat Putra menyuapinya bebek panggang.
“Mbak Ayu, aku mau ke toilet, mau bareng enggak?” tanya Tuti, sebenarnya dia takut bila ditempat asing sendirian.
Selesai makan Putra dan Herman saling tukar nomor HP. Herman sempat meminta maaf pada Putra tentang kelakuannya dulu. Namun seperti yang Putra katakan pada Ririen, Putra sudah memaafkannya malah berterima kasih karena bisa mendapatkan Ririen sebagai cinta sejatinya akibat perbuatan Herman tersebut.
Putra mengantar Ririen ke hotel untuk mengambil bajunya, lalu dia membawa istrinya ke losmen mewah di seberang hotel tersebut. “Kenapa enggak ambil kamar di hotel yang sama seperti biasa sih Dadd?” tanya Ririen di becak yang mereka naiki.
“Enggak seru kalau di hotel,” jawab Putra sambil mencium sekilas bibir istrinya.
“Miss you very much Mom, dari tadi pengen nyium ni bibir yang bawel enggak ada kesempatan,” katanya sambil kembali mencium bibir istrinya. Putra membayar becak dan segera membawa koper Ririen ke dalam losmen yang sudah disewanya.
“Mommy …,”pekik Alesha saat mendengar pintu losmen terbuka.
“Ya ampuuuuuuuuuuuuuuuuuuun, kalian nyusul Mommy?” pekik Ririen sambil memeluk Alesha yang sudah berlari kepelukkannya disusul Fajri dan Fajar.
“Thank you so much Dadd, thank you so much!” kata Ririen berulang-ulang sambil menciumi ketiga anaknya.
__ADS_1
“Sikembar udah bobo,” beritahu Putra ditelinga Ririen.
“Mereka kamu bawa?” tanya Ririen. Putra hanya mengangguk, dia bahagia melihat senyum di wajah istrinya.
Ririen sangat bahagia suaminya memberi hadiah kejutan manis di akhir masa kerjanya dengan berlibur lima hari di Surabaya, full team. Semua anak mereka dibawa, termasuk ketiga asisten rumah tangga mereka. Putra memang penuh kejutan.
***
Kemarin Ririen melakukan lepas sambut di perusahaannya, dia resmi mengundurkan diri dan memberikan jabatannya pada ju-niornya yang masih fresh graduate, masih single dan masih muda, lulusan Singapore dan kebetulan keponakan boss besar. Dia berharap penggantinya bisa melebihi prestasinya, paling tidak menyamainya, jangan sampai lebih rendah darinya yang bukan berlatar belakang bisnis luar negeri serta sudah berumah tangga. Semangat muda harus bisa lebih maju
***
Satu minggu sudah Ririen jadi ibu rumah tangga, full di rumah, full urus anak sekolah, dan dia tetap bahagia dengan peran barunya, karena peran apa pun bila dinikmati tentu akan membawa rasa senang
Baby twins mulai bisa jalan, membuat pengawasan harus lebih ketat. Kegiatan extra kurikuler Fajri sangat membuatnya kewalahan karena dia enggak ngerti tentang musik seperti suaminya yang pecinta seni.
Kalau kegiatan Fajar lebih banyak menyita pikiran daripada gerak walau tetap ada juga seni bela diri nya, dia ikut kelas sains, kelas debat serta karate.
“Lumayan lah, tapi hari ini enggak terlalu sibuk. Daddy hanya ngegambar aja di kantor,” balas Putra sambil mencium kening serta puncak kepala istrinya sehabis Ririen mencium punggung dan telapak tangannya.
“Mbak, saya masuk dulu ya, jagain anak-anak,” perintah Ririen pada pengasuh anak-anaknya. Dia menemani Putra ke dalam dan menyiapkan baju gantinya di kamar, lalu dia juga membuatkan lemon tea dingin kesukaan Putra bila pulang kerja, dipanaskannya martabak manis untuk cemilan sore ini.
“Mas dan Abang belum pulang latihan Mom?” tanya Putra.
“Belum Dadd, tapi sudah dijemput pak Sholeh, Alesha ada di halaman belakang dengan kuasnya,” lapornya lengkap menjawab pertanyaan suaminya. Alesha memang sedang belajar melukis
***
Pillow talk malam ini tentang Alesha, dia baru saja belajar lukis disanggar lukis anak, dia sangat antusias mengikuti kelas lukisnya. Namun sayang sore tadi dia tak mau berangkat ke sanggar itu lagi. Sejak Alesha menolak berangkat Ririen mencoba menanyakan alasannya tapi belum bisa terbuka. Memang Alesha lebih mudah cerita kepada Putra daripada ke mommynya. Ririen meminta besok Putra bisa mengorek alasan Alesha ingin berhenti les lukis.
“Mom,” panggil Putra.
__ADS_1
“Kalau kita nambah momongan gimana?” tanya Putra pelan.
“Anakmu sudah dua lho Dadd, apa kamu masih ingin ngejar anak laki-laki,” ketus Ririen menjawab permintaan Putra.
“Astagfirullah Mom, anak kita lima ‘kan? Kenapa kamu hanya menyebut anakku? Aku hanya ingin tambah anak! Bukan ingin minta anak laki-laki. Kamu ‘kan tau, aku baru sekali merasakan istriku hamil. Jadi pengen ngerasain lagi punya istri hamil.”
“Aku penasaran ama istri yang ngidam lalu suaminya kalang kabut nyariin keinginan istrinya. Waktu hamil si kembar ‘kan kamu enggak ngidam, enggak mual-mual, pokoknya enggak heboh kaya yang aku dengar dari teman-temanku,” jelas Putra tentang keinginannya punya istri yang hamil.
“Apa kamu pengen punya istri baru yang hamil? Itu alasanmu ‘kan? Bilang karena aku enggak mau hamil lagi, lalu kamu cari istri baru?” pekik Ririen kalap.
Ririen kembali ingat pengkhianatan mantan suaminya. Ririen langsung balik badan dan menangis histeris.
“Mom … Mom, sadar sayang, Daddy enggak punya niatan seperti itu,” kata Putra sambil langsung mendekap istrinya dan menciuminya lembut. Putra tidak menyangka kata-katanya membangkitkan kenangan buruk rumah tangga Ririen dengan Ricky.
“Sayang, dengar sayang! Jangan pernah menduga seperti itu, Daddy enggak akan pernah bisa menduakan kamu. Daddy sudah puas jadi anak nakal sebelum bertemu denganmu, enggak akan lagi Daddy mengulangi kisah kelam itu. Dan dapetin kamu itu anugrah buat Daddy, enggak akan Daddy menduakan kamu.”
“Kalau itu terjadi bukan hanya kamu dan keluargamu yang memarahi Daddy, tapi pasti mama dan keluarga Daddy akan menghukum Daddy karena Daddy nyakitin kamu. Karena buat keluarga Daddy kamu adalah dewi penolong mereka yang bisa menghidupkan gairah hidup Daddy,” sesal Putra.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1