
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Mama kalau mau istirahat jangan nunggu mas Putra Ma, mungkin dia lama ngobrolnya,” Ririen mendekati mama mertuanya yang sedang menidurkan Anjas. Aluna memang tetap tinggal di Ujung Aspal di rumah mama, Hilman melarang Aluna pindah karena kasihan mama dan papanya bila hanya tinggal berdua. Itu sebabnya Anjas lebih dekat dengan mama dan papa karena bila Aluna dan Tetuko kerja maka Anjas akan dimomomg mama.
“Enggak koq, habis ini juga Mama tidur, paling Papa yang nungguin si A’a, lama enggak ngobrol. Sepertinya mereka mau ngobrol bertiga ama Tuko,” jawab mama Rini.
“Kalau gitu Ririen bikin pisang penyet bakar deh buat mereka ngobrol Ma,” jawab Ririen yang selalu aja ingin memanjakan suaminya.
“Una ikut liat ah” celetuk Aluna sambil mengikuti kakak iparnya.
“Ha ha ha, bukannya niat ngebantuin malah niatnya ngeliat kamu mah,” goda Ririen.
Ririen menekan pisang yang masih ada kulitnya menggunakan dua buah talenan hingga agak pipih. Lalu dikupasnya dan dipanggang dengan teflon menggunakan api kecil. Sesudahnya dia menyediakan tiga piring lonjong untuk meletakkan pisang panggang tersebut.
Satu piring diberi toping keju. Satu piring diberi toping meysis dan SKM ( SusuKental Manis ) putih dan satu piring lagi dibiarkan tanpa toping.
“Kenapa yang ini enggak dikasih toping Teh?” tanya Aluna penasaran.
“Kadang mas Putra suka nambah, tapi maunya yang belum dikasih toping,” jawab Ririen.
‘Ternyata tetehku supeeeeeer perhatian pada A’a, bersyukur orang yang bisa kembali membuat A’a normal adalah perempuan sebaik ini,’ batin Aluna. Dia kembali mengingat ketika mamanya memperjuangkan Ririen agar mau menerima cinta mantan siswanya itu.
“Nanti kalau mereka sudah ngumpul tinggal kamu tuangi ini dengan air panas ya De,” jelas Ririen, dia sudah menyiapkan teko untuk teh, cangkir teh serta gula yang terpisah, agar yang mau minum menambahkan gula sesuai keinginan.
“Mbak mau liat Fajar dan Fajri dulu,” Ririen memberitahu mengapa dia berpesan pada Aluna.
“Buku untuk besok sudah Bang? PR ada yang terlupa enggak? Seragam besok dan kaos kaki sudah disiapin?” cecar Ririen saat masuk kamar Fajri. Fajri sedang sikat gigi saat Ririen bertanya.
“Semua sudah Mom” balas Fajri dengan suara tak jelas karena ada sikat gigi di dalam mulutnya.
__ADS_1
“OK, good night Boy” kata Ririen sambil memeluk Fajri dan mengecup keningnya.
Fajar sudah diatas tempat tidur saat mommynya masuk. Pertanyaan yang sama Ririen tanyakan pada Fajar. “Buku untuk besok sudah siap semua Mas? PR ada yang terlupa enggak? Seragam besok dan kaos kaki sudah disiapin?”
“Sudah semua Mom” jawab Fajar. Dia tak pernah bosan setiap malam diberi pertanyaan ini. Karena dia tahu itu bentuk perhatian ibunya.
Ririen memeluk anak sulungnya dan mengecup keningnya “Good night Mas, have a nice dream ya,” ucap Ririen.
“Thanks Mom, night too. I love you Mom,” balas Fajar sambil membalas erat pelukan mommynya.
“Wah Daddy enggak dicium juga Mas?” tiba-tiba suara Putra terdengar disela pelukan Ririen dan Fajar.
Ririen bangkit dari sisi tempat tidur Fajar dan memberi Putra tempat untuk memeluk dan mencium anak sulung mereka.
“Daddy sudah ke kamar Abang?” tanya Ririen saat mereka keluar dari kamar Fajar.
“Sudah. Daddy absent dari si bungsu Leoni, lalu ke Leona, lanjut mbak Alesha, ditutup ke Abang dan Mas,” jawab Putra.
“Omes,” jawab Ririen sambil meninggalkan suaminya menuju dapur. Dia akan menyeduh teh untuk para bapak yang akan diskusi.
***
“Rien. Sini duduk. Papa mau bicara pada kalian semua sebelum eyangnya anak-anak datang,” Galih meminta Ririen dan semua duduk sambil menikmati teh sereh jahe dan pisang panggang.
“Papa tahu dulu Ririen pernah hampir mundur menerima cinta Putra karena kamu takut kalau Putra juga mempunyai istri dua seperti Papa,” Galih menarik napas panjang sambil memegang jemari istrinya.
“Sejak Papa kecil, cinta Papa cuma ada buat mama kalian. Tak pernah ada orang lain. Papa menikahi bik Ina karena permintaan adik kandung Papa yang tinggal menunggu waktu karena sakit.”
“Kakek dan Nenek meminta Papa menuruti permintaan paman Enda. Dan akhirnya setelah bi Ina melewati masa idah karena ditalak paman Enda, Papa menikahi dia. Papa menikah didepan mamamu dan paman Enda,”
“Tak lama kemudian paman meninggal. Saat itu mereka punya satu anak lelaki berusia dua tahun bernama Hasbi. Dan malam sebelum Enda meninggal ina melaporkan kalau dia hamil,” Galih membuka fakta tentang pernikahan keduanya.
__ADS_1
“Sejak menikah, tak pernah satu kali pun Papa menginap dirumah bi Ina, apalagi melakukan hubungan suami istri. Bahkan saat ina melahirkan Mama kalian yang ribut mendorong Papa untuk datang dan memberi nama pada bayinya tapi Papa tidak mau. Papa mau datang kalau bersama Mamamu.
“Dua bulan setelah ina melahirkan, Hasbi meninggal. Ina sedih dan sebagai suami Papa berada disebelahnya karena Mama kalian selalu menyuruh Papa menemaninya,”
“Siang itu Ina menggoda Papa, dia sengaja tanpa pakaian didepan Papa. Tapi Papa sama sekali tak tergoda, bahkan si jagur tak mau bangun. Kesal melihat kelakuan Ina, saat itu juga Papa memberikan talak padanya.”
“Lalu Papa tetap diam. Sampai tadi Papa belum pernah mengatakan pada Mamamu kalau kami sudah bercerai. Papa menjaga rahasia ini demi nenek dan kakek. Papa tak mau mereka sedih. Sekarang ini lah faktanya. Papa tak pernah satu kali pun memiliki istri sesungguhnya selain Mama kalian,” Galih mengecupi jemari istrinya didepan anak dan menantunya.
“Mengapa begini lama baru bisa jujur? Untung Ririen mau menerima Putra. Kalau sampai saat itu Ririen tetap menolak Utha, Mama yang mau bongkar rahasia ini ke anak-anak,” Rini tersenyum lembut dan mengusap pipi suaminya.
“Satu minggu setelah Papa kasih talak, Ina menangis dan bilang telah kamu talak karena dia melakukan kesalahan. Dia minta maaf pada Mama. Dia minta Mama membujuk Papa untuk menikahinya lagi dan secara resmi bukan hanya nikah siri,” Rini sedih mengingat kejadian itu.
“Mama bilang, kalau sampai Papa kembali menikahi Ina, apalagi sampai nikah resmi, Mama akan mundur. Karena kalau itu terjadi, Papa menikah karena kemauan Papa. Bukan karena berbakti pada nenek dan kakek. Perempuan mana yang mau dimadu?” tanya Rini pada semua.
“Akhirnya bi Ina sadar kalau Papa kalian emmang sama sekali tak tertarik padanya. Dan dia kembali minta maaf pada Mama,” cerita Rini.
“Jadi sejak dulu Mama sudah tahu soal talak itu?” tanya Galih memastikan.
“Tahu lah Pa,” jawab Rini dengan senyum.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL UNREUITED LOVE YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta