WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
BUKA USAHA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Dad, Mommy boleh buka usaha enggak?” tanya Ririen malam ini saat mereka ditempat tidur dalam posisi dia berbaring didada Putra yang memeluk bahunya sambil menciumi puncak kepala Ririen.


“Bosen ya enggak ada kegiatan?” tanya Putra . Saat ini usia si kembar sudah 8 tahun, usia Alesha 11 tahun, usia Fajri 13 tahun dan Fajar 16 tahun lebih.


“Iya, pengen ada aktivitas tambahan selain mbimbing anak-anak,” jawab Ririen.


Putra tahu istrinya jenuh, karena merawat dan mendidik anak enggak akan pernah ada hentinya, dia pasti butuh refreshing dari kegiatan rutinnya itu.


“Mommy mau buka usaha apa? Daddy kasih izin, asal kegiatan itu enggak bikin Mommy terlalu cape dan enggak nyita waktu Mommy,” Putra mendukung semua keinginan Ririen asal kesehatan dan kebahagiaan Ririen menjadi keutamaannya.


“Bingung Dadd, mau buka café atau rental tanaman ya?” Ririen menanyakan pendapat suaminya tentang bidang usaha yang ingin dia geluti.


“Keduanya bagus buat Mommy, karena keduanya adalah hobby Mommy. Kalau café Mommy harus pikirkan kokinya. Daddy enggak mau Mommy cape. Nah kalau koki yang masak, apa Mommy akan puas dengan hasilnya? Karena tujuan Mommy ‘kan nyalurin hobby. Yang ada malah seharian full Mommy akan uplek di café, itu akan membuat Mommy cape. Daddy enggak mau hal itu terjadi,” Putra menjabarkan tentang rencana membuka cafe.


“Rental tanaman bagus, tapi Mommy minimal harus punya 3 lapis stock tanaman ‘kan. LAPIS A tanaman yang disewakan, LAPIS B tanaman yang recovery dan LAPIS C tanaman yang dipersiapkan masuk ke penyewaan sebagai pengganti LAPIS A dan juga tambah lapisan ekstra sebagai pengganti tanaman yang rusak atau mati.”

__ADS_1


“Kalau Mommy siap managemennya, bisnis rental pasti bagus tuh. Yang jadi masalahnya pasar di Jogja sini siap enggak terima penyewaan tanaman?” lontar Putra tentang usaha rental tanaman.


“Iya ya Dadd, perkantoran dan hotel Jogja masih belum seperti di Jakarta,” Ririen membenarkan pendapat Putra.


“Gimana kalau Mommy buka nursery aja? Lebih  relax, kerjanya enggak akan cape karena Mommy melakukannya berdasarkan hobby, enggak terikat  waktu dengan pihak lain seperti rental tanaman,” usul Putra.


“Iya mau Dadd, boleh ya?” Ririen menatap wajah suaminya dengan menengadahkan wajahnya.


“Masa Daddy yang usulin lalu ditanya boleh atau enggak? Ya pasti boleh lah. Lihat aja tanamanmu di halaman sudah seperti hutan,” Putra mengecup bibir istrinya dengan lembut. “Daddy pasti ngedukung bila itu bikin Mommy bahagia!”


“Thank you so much Darl.” Ririen membalas kecupan Putra dengan pelukan erat.


Namun Ririen saat itu belum bisa memutuskan karena belum terpikir akan digunakan untuk apa tanah yang luasnya 2x dari tanah yang mereka tempati saat ini. Kalau ditambah dengan tanah belakang rumah mereka maka luas nursery yang akan Ririen bangun nanti 3x luas tanah mereka saat ini.


“Uang Mommy mepet kalau beli dengan tanah yang belakang Dadd, kan Mommy juga harus bangun prasarana nursery serta harus belanja tanamannya juga,” Ririen memberi tahu perhitungan dananya.


***


“Hei, pakai juga uang Daddy dong, jangan semua Mom tanggung pakai uang pribadi Mommy.” Putra tau, maksud Ririen dananya enggak cukup, karena Ririen sama sekali tidak mau menggunakan uangnya sama sekali bukan karena tak ada dana.


“Uang Daddy milik anak-anak. Mommy enggak mau pakai untuk buka usaha. Biar Mommy buka usaha secukupnya uang Mommy aja,” kilah Ririen.

__ADS_1


“Gimana kalau kita buka usaha bersama?” Putra membujuk istrinya agar mau menggunakan uangnya.


“Mommy hitung semua pengeluaran, kita bagi dua, lalu nanti keuntungan kita bagi 30-70. Daddy 30% saja karena Daddy enggak ikut kerja, hanya kasih modal.”


“Ha ha ha kalau enggak ikut kerja ya jangan 30 lah, 20-80 gimana?” Ririen mencoba bargaining dengan suaminya.


“Dasar marketing handal, ama suaminya masih aja ngelobby” goda Putra, Tapi dia senang umpannya ditangkap Ririen.


“Ok deal bu Arienka Dewi Purwanagara, saya setuju” ucap Putra. Lelaki itu sengaja mengganti nama belakang Ririen dengan nama keluarganya. Putra mengambil jemari Ririen untuk dikecupnya.


***


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2