
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Kasih bingung. Dia ingin menyuruh Ririen pulang, nanti dikira mengusir. Tapi membiarkannya disini, dia kasihan pada Putra yang menurut Ilham sangat depresi. “Makan dulu. Sejak siang kamu belum makan. Dan pagi kamu hanya makan sedikit. Kamu sedang banyak pikiran. Tubuhmu enggak boleh lemah agar kamu enggak drop De,” nasihat Kasih.
“Kamu tahu, suamimu sudah membuat laporan perbuatan tak menyenangkan bagi Sarah. Itu dia lakukan karena dia memang tak pernah melakukan tidur bersama seperti yang Sarah beritahu padamu,” Ilham memberi tahu Ririen perihal laporan Putra pada pihak berwajib.
“Kamu harusnya duduk berdua dengan suamimu. Bertukar cerita sehingga tidak sama-sama tersiksa seperti sekarang,” sekarang Ilham yang menasihati Ririen.
“Serius Yah?” tanya Kasih pada suaminya. Dia malah baru tahu kalau Putra melakukan hal itu.
“Ini Bu, bukti laporan Putra,” Ilham memperlihatkan foto laporan pengaduan ke polisi yang Putra lakukan siang tadi.
“Lihat ini Dek,” Kasih memberikan ponsel suaminya pada Ririen, agar perempuan itu melihatnya.
“Kamu mau pulang sekarang? Kami akan dampingi,” Ilham memberi tawaran pada Ririen bila dia butuh teman. Ririen terdiam. Dia berpikir lama. Dia sadar terlalu cepat emosi kala melihat chat dari nomor yang mengaku tidur dengan suaminya. Dia merasa salah tak bertanya lebih dulu pada suaminya.
‘Tapi kalau seorang lelaki berselingkuh. Tak mungkin dia akan mengakuinya,’ Ririen mencoba mencari pembenaran dari tindakan yang dia lakukan. Buktinya dulu TRicky sudah kepergok saja masih bilang Ririen salah paham dan asal menuduh.
‘Apa gunanya bang Ilham dan mbak Kasih menemani aku pulang? Tetap saja hanya aku dan Putra yang bisa memutuskan persoalan ini. Trus aku harus gimana?’ Ririen pusing berpikir semua yang harus dia lakukan.
__ADS_1
“Aku pulang sendiri aja Bang,” Ririen membulatkan tekad akan menyelesaikan masalahnya sendiri. Sampai kapan pun persoalan ini tak akan selesai bila dia hanya menghindar dan tidak ia hadapi.
Ririen bersiap mengganti pakaiannya. Karena selama di rumah Kasih dia meminjam baju kakak angkatnya itu. Walau semua pakaian baru. Tapi kemarin dia bilangnya pinjam. Jadi dia tak akan membawanya.
“Abang kawal aja ya, ini cukup malam,” Ilham bersiap mengawal dengan motornya. Dia langsung mengenakan jaket kulit dan mengambil helm. Dia sengaja tak menggunakan mobil agar Kasih tidak ikut. Dia tak ingin istrinya keluar malam.
***
Putra bahagia ketika melihat mobil istrinya masuk kehalaman parkir nursery. Dia masih duduk di gazebo. Menanti keajaiban. Putra langsung menghampiri istrinya. “Assalamu’alaykum Mom. I miss you so much,” tanpa menunggu Putra langsung memeluk Ririen yang baru turun dari mobilnya.
“Maaf, saya lelah,” Ririen langsung masuk ke rumahnya tanpa menghiraukan Putra yang diam terpaku.
Ririen membasuh badan serta berganti pakaian, lalu masuk kekamar twins. Dia menciumi wajah twins dengan air mata. “Maafin Mommy ninggalin kalian ya.”
Dikamar Fajri Ririen ragu masuk. Dia takut putranya belum tidur. Ketika dia melihat Fajri sudah terlelap, dia masuk dan mencium kening jagoan kecilnya itu. Wajah Fajri lebih dominan mirip Ricky. Ayah biologis putranya.
“Hai Mom,” sapa Fajar ketika Ririen masuk ke kamar anak sulungnya. Putranya masih sibuk dengan data di laptopnya.
“Masih belum selesai tugasmu?” tanya Ririen.
“Sedikit lagi Mom, tadi diktatnya keselip, jadi Mas cari dulu. Ternyata ada di bawah jok motor,” sahut Fajar.
“Apa Daddy cerita kalau dia sudah melakukan pengaduan secara hukum untuk perempuan yang bikin ulah?” Ririen menyelidiki Putra lewat Fajar.
__ADS_1
“Iya Mom. Daddy langsung kirim foto bukti pengaduan ke nomor Mas dan nomor Pakde,” sahut Fajar. Dia berupaya membuat Ririen sadar kalau Putra tak bersalah.
“Mommy enggak habis pikir dengan motif perempuan itu. Apa yang dia mau?” tanya Ririen penasaran.
“Namanya orang stress ya gitu Momm. Sudah enggak usah dipikirin nanti Mommy sakit. Sejak kemarin Mas dan Pakde kan sudah bilang kalau Daddy enggak akan berbuat seperti itu,” Fajar mencoba membuat Ririen agak tenang.
Walau baru semester dua, tapi dia mahasiswa hukum. Dia tahu tak mungkin daddynya berani melakukan pengaduan bila memang dia sudah tidur dengan perempuan itu. Kalau sampai ketahuan disidang akan lebih malu.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL UNCOMPLETED STORY ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1