WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
PESAN UNTUK RIANI & RIANA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Putra, Ririen dan kedua anak lelaki mereka tiba di rumah duka. Sebuah rumah type kecil yang telah di rombak habis menjadi rumah tingkat yang manis.



Di sebelah rumah ada salon. Ada bendera kuning di rumah itu. Di Jogja bendera orang meninggal adalah putih.



Fajar dan Fajri menyalami opa, oma, tante mereka juga istri papanya.



Sementara Ririen masih tertahan karena banyak kerabat Ricky yang menyapanya.



"Terima kasih telah membayar semua hingga jenazah dimandikan dan dikafani." Shintia berkata pada Fajri. Karena dia melihat yang melakukan pembayaran adalah Fajri Purwanagara.



"Tak ada yang perlu dibahas soal hal itu Tante," ujar Fajri. Dia mendekati jenazah papanya.



"Terima kasih telah membuatku berada dalam pelukan hangat mommy dan daddy. Selamat jalan menuju ke keabadian," bisik Fajri. Lalu dia membacakan surat Yasin dengan suara lirih dan merdu.



Fajar pun duduk bersimpuh disisi jenazah dan mulai membuka Al Quran yang tersedia disana. 


\*\*\* 



"Maaf. Kami tidak kembali ke rumah duka. Kami akan langsung kembali ke Jogja malam ini," Putra pamit pada Shintia dan Fuad saat selesai pemakaman.



Putra tak ingin Ririen tambah sedih. Obat buat Ririen melupakan kesedihan adalah bermain dengan Jingga dan mengurus tanaman. Jadi sejak mereka sarapan tadi Putra minta Garo memesankan tiket penerbangan terakhir agar tak terburu-buru.



"Kami sangat berterima kasih berkenan datang setelah menerima telepon saya kemarin. Itu saja sudah berkah bagi kami karena berkat kedatangan kalian kepergian Ricky bisa lancar." Ucap Fuad berupaya tegar.



"Opa, ini ponsel papa. Aku hanya membaca pesan yang memang papa tulis untuk kami. Tak ada yang kami ganti, kurangi atau tambahi." Fajar mengembalikan ponsel Ricky pada sang opa



Shintia kembali menyampaikan terima kasih pada Ririen, Putra dan kedua anak Ricky. Shintia melihat kebesaran hati Ririen. Sungguh wanita tsngguh yang patut ditiru. 


\*\*\*



Lewat tengah malam Putra dan rombongan landing di Adi Sucipto, bandara Jogja sebelum YIA.

__ADS_1



Dua mobil keluarga Putra telah menunggu. Itu karena Fajar akan langsung pulang ke rumah mertuanya sebab Icha menginap disana.



Putra memang tak membolehkan Garo menjemputnya. Dia menyuruh dua sopirnya saja.


\*\*\*



Pagi ini Fuad melihat ponsel Ricky yang diletakkan di meja kamar tempatnya menginap dirumah ini.



Dia buka ingin melihat pesan yang  Fajar katakan Ricky tinggal untuk anak itu. 



Tak ada pesan di aplikasi WA atau SMS kecuali pesan untuk Shintia.



'*Fajar bilang dia tak menambah, mengurangi apalagi menghapus pesan. Tapi tak ada pesan apa pun yang bisa aku temukan*,' Fuad bingung sendiri.



Akhirnya karena penasaran Fuad menghubungi Fajar dengan ponselnya.



"Assalamu'alaykum Opa. Ada apa?" Tanya Fajar yang telah berada di kantornya.




"Opa buka file atau aplikasi notes di ponsel. Disana papa menyimpan pesan itu, sahut Fajar.



"Sebentar. Jangan tutup dulu," Fuad membuka ponsel Ricky dan menemukan apa yang dicari. 



"Ok. Sudah Opa temukan. Terima kasih," Fuad pun menutup sambungan pembicaraan dengan cucunya itu.



Fuad melihat pesan pertama untuk ketiga cucunya dari Ririen. Fuad tak percaya membaca pengakuan Ricky tentang Ririen. 



Baik tentang darah perawan hingga pengakuan terjadinya pemaksaan yang membuat terbentuknya Alesha.



Bahkan pengakuan Ricky kalau dia masih mencintai Ririen hingga saat ini.



Fuad juga membaca bagaimana permintaan Ricky pada Fajri. Fuad tahu Ricky sempat sadar dan meminta Fajri memeluknya lalu meninggal persis seperti keinginannya. 


__ADS_1


**Dalam pelukan Fajri**. 



Fuad membaca pesan Ricky untuk Riani dan Riana



**Ani dan Ana anak papa**



*Maafkan kalau papa enggak bisa lagi berangkat bareng kalian ke sekolah. Semoga kalian tetap rajin sekolah ya*.



*Papa enggak tahu kelas berapa pesan ini kalian baca dan mengerti. Yang pasti papa pesànkan kalian harus bisa menjaga kehormatan kalian*.



*Jangan mudah tergoda mulut manis lelaki. Kalian harus jadi perempuan terhormat*.



*Kalau nanti ada seorang lelaki yang akan menjadi papa baru kalian, hormati dia. Tapi tetap hati-hati karena dia bukan papa kandungmu jadi bisa terjadi hal tak diinginkan*.



*Rajin belajar dan jadi anak sholehah dan sukses ya Nak*



*I love you Ana dan Ani*.



**Hallo bayi papa**



*Papa enggak tahu kamu laki atau perempuan lagi seperti kedua adikmu karena kamu belum bisa di USG jenis kelaminmu*.



*Kalau kamu berhasil lahir nanti. Jadilah anak sehat dan kuat ya*.



*Tapi feeling papa kamu tak akan bertahan dan akan menemani papa. Bagaimana pun kamu nanti. I love you bayi*.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1675027690461.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.


__ADS_2