WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KEMBALI KE JOGJA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Oke Mom. Thanks. I love you,” Fajri menerima saran Ririen dengan senang. Dia segera memutus sambungan telepon. Dia tahu pasti mommynya sedang sibuk. Setidaknya dia merasa tak terbebani lagi.


“I love you too Son,” Ririen kembali melihat aneka bibit anggrek yang sudah dia beli. Sebenarnya dia berniat membeli anggrek botolan. Tapi dia merasa malas karena terlalu lama. Nanti suatu saat dia akan membeli bibit compot saja. Resiko aklitimasi lebih kecil daripada dia membeli bibit botolan.


“Ayo Mas, kita pulang. Jadi masih sempat beli banyak buah,” Ririen sudah selesai belanja bibit anggrek. Seperti biasa dia meminta barangnya dikirim, bukan dia bawa sendiri.


Fajar menggandeng Ririen dengan penuh cinta, dia bangga mempunyai ibu seperti Ririen yang selalu bisa memberi nasihat padanya dan Fajri saat mereka membutuhkan support.


Hari ini hari terakhir Ririen belanja materi nursery nya di Jakarta. Dia akan membeli aneka pupuk dan obat-obatan. Sementara ini dia akan membeli di agen saja lebih dulu. Nanti bila nurserynya makin besar dia akan langsung menghubungi supplier. Karena untuk membeli di supplier ada minimal kuota. Ririen belum bisa membaca pasar, sehingga tak ingin uangnya tak berputar pada barang yang tak cepat terjual. Jadi untuk amannya dia hanya membeli di agen saja.


Selain itu dia akan ke Kebon Jeruk, sentra petani adenium di Jakarta. “Mom. Untuk pupuk dan obat tanaman yang tidak cair, rasanya tak perlu dikirim. Mas bisa bawa koq. Nanti kita kemas dengan kardus rapi dan kita siapkan bon pembelian bila ada pemeriksaan di bandara,” Fajar memberi saran pada Ririen.


“Kalau yang cairan, biar dikirim agar penerbangan kita enggak bermasalah,” lanjut Fajar lagi.

__ADS_1


“Oke Mas,” jawab Ririen senang.


Dipembibitan adenium Ririen membeli beragam size dengan jumlah yang cukup beragam. Untuk sementara semua selesai sebelum sore. Ririen dan Fajar senang. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Ujung Aspal. Rumah keluarga besar Purwanagara


“Enggak nyangka di pembibitan adenium kita malah cepat ya Mas,” Ririen meminum air mineral yang ada di mobil.


“Iya, nanti malam kita bisa packing dan besok siap pulang ke rumah,” jawab Fajar. Besok pesawat mereka jam sepuluh pagi. Artinya maksimal jam tujuh mereka harus berangkat dari rumah pak Galih Purwanagara. Mengantisipasi terjebak macet.


***


“Akhirnya …,” Fajar tersenyum bahagia ketika pesawat landing dengan selamat di bandara Jogja. Tugasnya mengawal ibu ratu sudah selesai. Sebentar lagi tugasnya langsung akan diambil alih oleh pemilik ibu ratu. Siapa lagi kalau bukan Putra Pamungkas Purwanagara  yang lebih terkenal dengan julikan TRIPLE P!


“Hallo cantik-cantiknya Mommy,” Ririen menciumi kedua putrinya dengan kerinduan teramat sangat.


“Hallo Son,” Putra memeluk Fajar dengan hangat. Dia akan mendapat kesempatan terakhir memeluk pujaan hatinya bila datang bersama anak-anak.


“Miss you Dadd,” Fajar membalas pelukan Putra dengan dekap kerinduan.


“Me too,” balas Putra.

__ADS_1


“Miss you Mas,” bisik Ririen setelah dia mencium tangan suaminya lalu mendekap pujaan hatinya itu.


“Miss you so much,” balas Putra sambil menciumi pipi dan kening Ririen.


“Ayok cepat, kita harus jemput Alesha di sekolah,” Putra memutus temu kangen mereka.


***


Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya agak pendek dan hanya satu bab untuk hari ini ya


Bab akan kembali panjang di update 1 Januari 2023


\===========================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2