
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Putra tiba di rumah sudah lewat tengah malam. Tak ada yang special hari ini hingga esoknya. Kehidupan rumah tangga mereka berjalan tanpa hambatan. Esoknya saat bangun tidur Ririen masih manis bertanya bagaimana kegiatan semalam dan Putra bercerita semua secara detil tanpa ada yang disembunyikan.
Lalu Putra kembali mengantar anak-anak sekolah. Hanya hari ini dia tidak ke kantor melainkan kembali ke rumah dengan alasan ingin tidur karena masih mengantuk.
“Nanti bangunkan Daddy saat jam pulang twins ya Mom. Biar Daddy aja yang jemput mereka,” pesan Putra saat menaruh kunci mobil miliknya.
Ririen tak menjawab, dia cepat ke nurserynya karena banyak tanaman pesanannya yang kemarin sore baru datang. Dia harus memerintah para pekerjanya untuk unboxing dan memberi perlakuan khusus untuk tanaman yang baru datang dari perjalanan jauh.
“Yang ini seperti biasa, kamu rendam dengan vitamin B1 dan anti jamur serta anti bakteri selama dua jam ya, lalu kamu tiriskan.”
“Yang ini langsung kalian repotting aja seperti contoh yang saya buat dengan campuran media yang minggu lalu disiapkan,” demikian Ririen memerintah para pegawai untuk melakukan sesuai prosedur yang seharusnya.
“Bu, itu ada yang tanya tentang penanganan pasca tebar benih. Sudah saya jelaskan tapi sepertinya belum puas,” Erni pegawai bagian administrasi dan kasir mendatangi Ririen di area repotting.
“Ayok kita ke depan. Besok-besok lagi kamu tidak boleh ninggalin area kasir bila tak ada orang lain disana. Dan meja kasir harus selalu kamu kunci,” Ririen memberi peringatan pada pegawainya untuk berhati-hati.
***
Ririen memperhatikan suaminya masih terlelap. Dia tidak tega membangunkannya. Akhirnya dia sendiri yang berangkat menjemput twins seperti biasa. Tak ada beban apa pun. Semua dia lakukan dengan kesadaran penuh sebagai seorang ibu.
“Mommy, apa Daddy ada di rumah?” tanya Leoni saat tiba dirumah dan melihat mobil Putra ada diteras.
__ADS_1
“Daddy capek, jadi dia istirahat,” sahut Ririen sambil mengeluarkan tas belanjaannya. Sebelum menjemput twins memang dia rutin belanja di pasar untuk dimasak esok hari.
“Yeaaay,” pekik Leona, dia langsung meletakkan tas sekolahnya dikamar lalu menghampiri Putra dikamarnya.
“Daddy wake up,” Leona mengguncang badan ayahnya. Dia masih menggunakan seragam sekolahnya.
“Lho, sudah pulang sekolah?” tanya Putra bingung. Dia tak merasa Ririen membangunkan dirinya sesuai pesannya tadi pagi.
“Sudah dari tadi,” jawab Leona dengan senyum manisnya.
“Kalau begitu langsung ganti baju dan makan siang,” Putra bergegas keluar sambil menggendong Leona.
“Lihat, adekmu aja sudah ganti baju,” Putra menurunkan Leona dikamarnya. Gadis kecil itu memang sudah dibiasakan ganti baju sendiri sepulang sekolah.
Leoni sudah selesai ganti baju dan sekarang dia minta digendong Irhan. “Wah koq gantian?” tanya Putra. Tapi tetap dia angkat anak bungsunya itu sambil dia ciumi pipi chubbynya.
“Enggak tega aja. Sepertinya koq Daddy cape banget. Ada apa sih?” Ririen menjawab sambil balik bertanya. Tak biasanya suaminya terlihat sangat lelah seperti itu.
“Mungkin karena udah lama enggak olah raga. Kemarin kan sempat misahin yang pada ribut,” sahut Putra. Dia mengambil juice dari kulkas.
“Sebentar lagi jemput Mbak Alesha, mau Daddy atau Mommy yang berangkat?” tanya Ririen sambil memasukkan ayam dan ikan yang sudah dia cuci dan sudah diberi bumbu kedalam freezer.
“Daddy aja lah,” jawab Putra. Dia ingin meringankan kerja istrinya.
Ririen memberikan juice pada twins. Sepulang sekolah adalah waktu bermain mereka.nanti mereka akan makan siang bareng dengan Alesha. Begitu pun tidur siang, mereka punya waktu yang sama.
“Habis mainan jangan lupa beresin ya?” selalu Ririen meminta anak-anaknya bertanggung jawab akan barang mereka. Walau nanti akan disempurnakan oleh para asisten rumah tangga.
__ADS_1
“Mommy, baju barbie ku rusak,” Leoni lapor pada Ririen.
“Kenapa? Apa kamu tarik terlalu keras?” tanya Ririen melihat robekan di baju boneka milik putrinya itu.
“Kemaren dia kejepit di kaki meja, lalu aku tarik,” lapor Leoni.
“Nanti Mommy cari bahan sisa untuk bikin baru ya,” Ririen menjanjikan putri kecilnya akan membuatkan baju-baju ganti untuk bonekanya.
“Sekarang habiskan juice kalian. Siapa mau ikut Mommy kedepan?” Ririen sering membolehkan putri kecilnya bermain di nurserynya.
Ternyata hanya Leona yang mau ke nursery, Leoni lebih memilih menonton kartun. “Daddy berangkat ya Mom,” pamit Putra pada istrinya. Wajahnya fresh sehabis mandi dan menggunakan pakaian santai.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
__ADS_1