WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
ALESHA MENUNJUKKAN TARING


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Siapa Mbak? Koq enggak diajak masuk?" Ririen baru saja tiba di rumah mertuanya.



"Teman Mom, ada  bahan makalah Mbak yang ketinggalan, kami hanya ambil aja. Karena mau di pakai kerja kelompok," sahut Alesha.



Ririen memang sedang di Jakarta menengok para orang tuanya secara rutin. Ririen dan Putra dua bulan sekali datang berkunjung pada orang tua mereka.



"Ram, kenalkan ini mommy ku pas sedang datang ke Jakarta," Alesha mengenalkan kawannya ada Ririen.



"Assalamu'alaykum Tante. Maaf saya tadi tidak turun karena Lesha bilang akan langsung kembali ke kampus." Rama memperkenalkan dirinya.



"Wa'alaykum salam. Iya enggak apa-apa. Jangan ngebut ya," Ririen menjawab ramah ada pemuda yang terlihat sopan dan ada cinta dimatanya.



"Mbak berangkat lagi ya Ma. Assalamu'alaykum" Alesha segera pamit.



Leona dan Leoni saat ini sudah masuk SMA dan Alesha sudah di semester empat. Alesha kuliah di FISIP UI. 


\*\*\*



"Nyokap lo cantik," Rama memuji Ririen yang masih terlihat ayu walau sudah memiliki anak gadis.



"Sudah berapa kali aku bilang. Aku bukan anak gaul dan aku bukan anak Jakarta. Jadi kalau mau berteman denganku gunakan bahasa yang aku ngerti," protes Alesha.



Alesha bukan tak mengerti apa yang Rama ucapkan. Bahkan dia bisa menjawab dengan lancar menggunakan bahasa gaul itu. Tapi dia tak suka emnggunakan. 



"Menjadi modern bukan dengan mengikuti arus," lanjut Alesha selanjutnya. 



"Eh maaf Shaa, aku lupa. Ibumu ayu," Rama memperbaiki kata-katanya tadi.



"Masih muda pelupa. Kamu bebas koq bicara seperti itu ke teman lain. Tapi tidak ke aku," Alesha mengingatkan Rama.



"Iya, jangan marah, nanti berkurang cantikmu," rayu Rama. 



Mereka mulai saling suka walau belum terucap kata sayang. Itu sebabnya Alesha mulai berani melarang Rama menggunakan bahasa itu padanya.


__ADS_1


Alesha ingin mereka bicara beda bila bicara dengan teman-teman lainnya.



Masa hubungan spesial bahasanya sama dengan teman biasa.


\*\*\*



Alesha memarkir motor matic nya. Dia sudah tujuh belas tahun dan ibunda ratu membolehkannya membawa motor. bulan ini jadwal dirinya tidur di Cempaka Putih.



Alesha mengatur pergiliran menginapnya setiap bulan agar tak bingung. Kalau harus tiap minggu pindah tentu akan membuatnya ribet.



Alesha tak sadar sejak tadi diawasi oleh seseorang dari jauh. Sosok yang dia benci.



Dengan riang Alesha masuk ke rumah eyangnya. Sesungguhnya kalau boleh jujur,  Alesha lebih suka tinggal di Cempaka Putih. Karena disini dia bisa melihat keindahan koleksi tanaman eyang kakungnya.



Walau ditengah kota, tapi di rumah athung ( eyang kakung ) lebih nyaman untuknya. 



"Assalamu'alaykum," tak lupa Alesha memberi salam.



"Wah sudah tanggal satu ya?" Purbowati sang eyang putri menyambutnya dengan mengembangkan tangannya.



"Iya Utie. Sekarang tanggal satu. Waktunya aku pindah domisili," jawab Alesha.




"Eyang malah enggak perhatiin. Sana ganti baju dulu,"


\*\*\*



Hari terus berlalu. Alesha sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Walau dekat dengan Rama, dia tetap fokus pada pelajaran.



Sejak minggu lalu banyak pria yang memandang takut pada gadis cantik itu.



**FLASH BACK ON**


"Hallo cantik," goda seorang pria saat Alesha  baru memarkir motornya dan hendak menuju perpustakaan. 



Alesha tak menanggapi. Dia terus berjalan santai.



"Eh, jadi ceweq enggak usah sok kecakepan. Kalau ditegur jawab dong," pemuda itu bersama ketiga temannya tak suka Alesha tak menanggapi mereka.



Alesha masih tetap diam. Tetap berjalan tenang. Sesekali dia membalas senyum pada orang yang dia kenal.

__ADS_1



Tak suka karena perkataannya tetap tak ditanggapi, seorang dari tiga pemuda itu memegang pergelangan tangan Alesha. Banyak yang melihat kejadian menjelang sore kemarin. Tapi tak ada yang berani membantu karena ketiga mahasiswa ini adalah mahasiswa bermasalah.



Alesha berhenti melangkah. Dia belum balik badan. Ditariknya tangannya tapi pegangan di pergelangan tangannya semakin erat.



Dengan satu tangan yang bebas Alesha memasukkan ponselnya dalam tas lalu dia berbalik badan.



"Apa mau kalian?" Tanya Alesha dingin tanpa takut.



"Gue mau elo selalu ngejawab kalo gue tegur dan elo jadi pacar gue," sahut seorang pemuda bukan yang memegang tangan Alesha.



"Kalau aku pacar kamu. Kenapa kamu ngebiarin tangan pacarmu dipegang lelaki lain?" Alesha menjawab sambil menarik tangannya yang tetap dicekal pemuda itu.



Tanpa banyak kata Alesha membanting pemuda yang memegang tangannya dan menendang perut pemuda yang berkata ingin jadi pacarnya.



Belum selesai, Alesha langsung menyerang satu pemuda lainnya yang terpaku melihat kedua temannya dijatuhkan Alesha.



Tanpa mengenal kasihan, Alesha kembali menyerang pemuda yang pertama kali dia jatuhkan hingga pemuda itu terkapar.



Selanjutnya dia buat juga 'pacarnya' babak belur tak bisa bangun.



Pemuda ketiga langsung melarikan diri sebelum dia dihajar Alesha kembali. 



Melihat keduanya sulit bangkit Alesha balik badan dengan santai menuju perpustakaan.



Sejak itu namanya jadi trending topik di kampusnya. 


**FLASH BACK OFF**



Tak ada lagi yang berani menggodanya dengan kurang ajar. Dan para teman wanita makin salut pada gadis yang selalu sopan dalam bertindak dan bicara itu. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674112433841.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2