WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
DI PHK


__ADS_3

HAIIIIIIIIIIII


SEMOGA ENGGAK BINGUNG DENGAN BOLAK BALIKNYA CERITA AWAL


SELAMAT MEMBACA



“Boleh, mangga Teteh masuk aja, Nina lagi bikin minum untuk calon suaminya,” kata si empunya rumah bangga.


Ririen ikut masuk dan bersiap duduk saat mendengar Ricky menyebut namanya. “Ririen?”


“Kamu ‘teh kenal sama Teteh ini Rick?” tanya si bapak ramah.


“Saya kenal Pak, dia suami saya, kami sudah punya 1 anak hendak 2 karena saat ini saya sedang hamil 2 bulan,” sahut Ririen santai lalu duduk di depan Ricky. Di teras Yoppie dan Amin bersiap bila kondisi berubah kacau.


Prank … terdengar gelas jatuh, rupanya Nina yang membawa minuman kaget saat Ririen mengucapkan dia adalah istri Ricky dan sedang hamil anak kedua mereka.


“Yopp, masuk sini,” panggil Ririen pada adik iparnya.


“Kenalkan ini adik iparnya Ricky, suami adik kandungnya Ricky, mungkin kalau Bapak tidak percaya, bisa tanya ke dia siapa Ricky ini,” lanjut Ririen.


Nina pucat, harapannya menjadi istri Ricky pudar sudah. Dia berlutut di depan Ririen meminta maaf karena tidak tahu bila Ricky sudah berkeluarga.


“Saya enggak apa-apa kalau kalian tetap akan menikah. Lebih-lebih bila Nina sudah ternoda, saya hanya memberi tahu karma itu ada. Saya pamit Pak,” Ririen langsung berdiri dan mengajak Yoppie dan Amin keluar dari rumah itu.


“Langsung terminal aja,” bisik Ririen pada Yoppie saat Ricky hendak menahannya untuk bicara. Dari terminal Karawang Ririen langsung menuju ke Kranji rumah mertuanya, dia tidak ingin buang waktu.

__ADS_1


Pukul 01.00 dini hari dia baru sampai di rumah mertuanya.


“Saya tadi sengaja mengajak Yoppie agar jadi saksi. Saya bisa saja mengajak kakak ipar saya. Tapi nantinya hanya akan difitnah kalau saya mengada-ada. Sekarang Mama dan Papa tanyakan pada Yoppie bagaimana kelakuan anak kalian. Bahkan bapak si gadis sudah bilang Ricky adalah calon suami anaknya. Itu artinya Ricky benar-benar serius menikahi perempuan itu,” dengan gamblang Ririen bercerita ditengah malam menjelang pagi.


Fuad Setyawan Mahendra ayah mertua Arienka tak bisa berkata-kata mendengar Ririen bercerita dengan rinci kejadian sore tadi di Karawang. Dan seperti biasa Siska Mahendra, mamanya Ricky berupaya membela anak kesayangannya.


Pukul 03.14 dini hari Ririen pulang karena sejak tadi sudah meminta Yoppie memanggilkan taksi untuknya. Dia sudah menceritakan semua fakta. Dan dia ingin mengakhiri pernikahan mereka begitu bayi dikandungannya lahir nanti.


***


Siang harinya Siska Mahendra, ibu mertuanya datang ke rumahnya dan tidak lama Ricky juga sampai ke rumah itu. Ririen yang sudah mati rasa membiarkan mertuanya marah-marah pada Ricky. Dia juga tidak menggubris Ricky yang berlutut meminta maaf dan memohon kesempatan kedua.


Ririen bersiap untuk mengajar pramuka, saat itu dia memang masih bekerja sebagai guru di SMA MEKAR Jati Rangga, dan hari Sabtu sore dia melatih pramuka.


 “Maaf Ma, saya tinggal kerja,” pamit Ririen tidak peduli mertuanya marah atau benci ke dia, yang penting dia sudah memperlihatkan kebusukan anaknya.


Seminggu sejak kedatangannya ke Karawang, Maya datang ke rumah Ririen, memberikan gelang oleh-oleh kunjungannya ke Singapore. Saat itu Maya menanyakan kasus Nina, namun Ririen sudah tidak menggubrisnya, dia tidak menceritakan apa pun pada Maya, yang merupakan boss suaminya.


Lalu saat hendak pulang Maya memberikan surat pemutusan hubungan kerja. Ya, dia memecat Ricky, karena Maya tidak suka ada laki-laki yang mengkhianati istrinya. Maya sangat membenci perselingkuhan karena kakak perempuannya bunuh diri saat tahu kakak iparnya selingkuh.


Saat memeluk Ririen, Maya memberikan amplop pesangon tapi dia berbisik, ‘Jangan beritahu amplop ini pada Ricky, aku sudah memberinya pesangon dua bulan gaji di amplop PHK nya.’


Sejak saat itu Ricky menganggur, Ririen tidak peduli, dia konsen pada kehamilannya. Dari Ricky dia mendapat 1 bulan gaji pesangonnya. Mungkin gaji yang 1 bulan dipegang Ricky untuk transportasi cari kerja. Ririen tidak peduli, dia juga tak menegur, walau dari Maya dia tahu, Maya memberikan 2 bulan gaji.


Karena tidak tega melihat adik iparnya menganggur, maka mbak Amildya meminta suaminya untuk memberi kerjaan untuk Ricky. Sesungguhnya mas Bambang malas mencarikan, tapi kasihan pada Ririen yang sangat di sayanginya. Mas Bambang anak tunggal, dia sangat menyayangi Ririen seperti adik kandungnya sendiri.


Akhirnya mas Bambang mempekerjakan Ricky di bagian gudang karena dia bingung mau di masukkan bagian apa, kebetulan saat itu bagian administrasi gudang di kantornya sedang kosong.

__ADS_1


Sejak itulah Ricky bekerja di bagian administrasi gudang, sedang mas Bambang adalah Branch Manager. Posisi yang sangat timpang karena di pabrik buku tulis itu posisi administrasi gudang memang bukan posisi yang bisa dibanggakan.


Karena keahlian Ricky di bidang computer yang saat itu belum umum, perlahan laporan bagian gudang menjadi sorotan dari pemilik perusahaan karena menjadi lebih mudah di periksa. Akhirnya Ricky diangkat menjadi kepala gudang.


Disinilah kelakuan buruk Ricky mulai kambuh, saat uang sudah memadai maka dia mulai tebar pesona. Lebih-lebih saat ini dia sudah mengendarai sedan kecil, mobil kecil warn putih yang pada saat itu sudah lumayanlah.


Tentu saja mobil itu dibeli dari hasil tabungan Ririen yang pandai menyisihkan uang pendapatan mereka berdua.  Ririen sudah berhenti mengajar dan bekerja di perusahaan pemasaran buku dan kaset pelajaran bahasa Inggris sehingga incomenya juga jauh dari saat dia menjadi guru SMA dulu.


Ririen pun mampu membeli mobil sendiri. Sebuah sedan biru donker dimilikinya untuk menunjang mobilitasnya yang sangat tinggi. Sejak melamar sebagai sales di kantornya, hanya butuh 3 bulan Ririen langsung berjenjang menduduki jabatan Team Manager.


Saat ini mobil Ririen bocor bannya, dia tidak sempat menggantinya karena lupa ban cadangannya pun belum dia tambal, memang jalan ke perumahan mereka sangat buruk sehingga mungkin ada paku menancap di bannya.


Pagi ini dia sebagai Team Manager harus meeting dengan Branch Managernya yang terkenal sadis bila memberi pengarahan. Ririen tak mau telat, meeting pukul 09.00, 30 menit sebelumnya dia harus sudah berada di kantor pusat daerah Matraman Jakarta Timur, karena Ririen berkantor di cabang Paseban, masuk wilayah Jakarta Pusat.


“Pa, aku ikut kamu ya, ban mobilku  belum aku tambal. Aku ada meeting di Matraman,” beritahu Ririen pada Ricky pagi itu. Dari Kranggan ke Sunter Podomoro gudang tempat Ricky bekerja melewati kantor Matraman.


Ricky diam, dia bingung, tapi tidak mungkin menolak istrinya ikut mobilnya. Padahal setiap hari dia menjemput Mona kekasihnya di Condet, dan pulang pun akan mengantarnya sampai Condet lagi.


\=======================================================================


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2