WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KEKASIHKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Setelah tiba di hotel Fajar dan Fajri membersihkan diri. Fajar segera mengisi baterai ponsel Ricky dan mereka berdua tidur. 



Kamar mereka berdua bersebelahan dengan kamar Ririen. Putra memang hanya memesan dua kamar saja.



Ada yang terlupa dari keempat orang ini. Mereka tak ada yang ingat makan malam!



Bahkan terasa lapar pun tidak. Mereka tidur karena lelah pikiran dan lelah fisik juga.



Untungnya Fajri dan Fajar sudah membawa kemeja putih. Mereka tak akan salah kostum. Saat mereka mulai tidur sudah pukul tiga dini hari. Jadi jangan salahkan mereka ketika terlambat bangun.



Jam tujuh Fajar bangun karena Icha terus menghubunginya. 



"Pagi *Honey*. Ada apa? Anak Ayah rewel?" Fajar menanyakan tentang kehamilan Icha . 



"Ini sudah siang. Kamu mau ke rumah duka jam berapa?" Tanya Icha penuh perhatian.



"Mas baru tidur jam tiga lebih *Honey*. Ini Mas akan mandi dan bersiap ke sana. Mas yakin mommy dan daddy juga belum bangun. Fajri masih terlelap. Kami berdua satu kamar," Fajar bicara sambil mengeluarkan baju yang akan dia kenakan.



"Kalau masih repot. Jangan paksakan pulang hari ini ya Mas. Seselesainya disana aja. Kami disini baik- baik aja." Dengan penuh perhatian Icha memberi support pada suaminya. Andai bisa dia ingin memeluk Fajar dan memberi ketenangan pada suaminya itu.



"Mas ikut komandan aja. Mommy pulang sekarang, ya Mas ikut. Mommy pulang besok ya Mas ikut," Fajar tak akan pisah dari mommynya.



Walau sudah tak ada cinta bahkan mungkin masih banyak benci tersisa di hati mommynya. Tapi saat seseorang yang pernah tinggal bersama meninggal, pasti ada kesedihan buat mommynya. 



Itu sebabnya Putra dan Fajar langsung memutuskan berangkat ke Jakarta ketika mendengar Ricky kritis. Semata demi menemani Ririen membuang masa lalunya.



Bila Putra tak memutuskan berangkat, Ririen tak akan bilang mau berangkat walau dalam hatinya sangat ingin berangkat!



Itu hebatnya Putra!


__ADS_1


Dan Fajar menangkap hal itu. Dia bisa melihat bagaimana daddynya menempatkan diri sebagai mantan istri yang mantan suaminya sedang kritis!



Tak semua orang bisa cepat tanggap seperti Putra.



"Bang. Bangun. Kita bersiap ke rumah duka," Fajar membangunkan Fajri. Lalu Fajar langsung ke kamar mandi karena kamar mandi hotel hanya satu dan mereka harus berebut.



Kebiasaan Fajri begitu melek mata dia langsung ke kamar mandi bertelur disana. Membuat orang yang ingin gantian menggunakan kamar mandi harus sabar.



Suara ketukan di pintu terdengar. Fajri membuka pintu kamar hotel. 



"Mas, Bang. Sudah siap?" Tanya Putra yang sudah rapi.



"Abang baru bangun dan Mas sedang mandi Dadd." Fajri menjawab sambil mengambil baju ganti yang akan dia kenakan. 



"Daddy tunggu kalian di ruang makan hotel aja ya? Semalam kita enggak makan. Daddy enggak ingin mommy sakit," Putra memberitahu akan menunggu mereka di ruang makan hotel. 



"Oke. Nanti Abang dan Mas nyusul," sahut Fajri. 


\*\*\*




"Papa baru ganti wallpaper ini." Gumam Fajar. 



Ponsel itu tak menggunakan password seakan Ricky memang mempermudah Fajar membuka dan melihat semuanya. 



Ponsel itu bersih dari pesan kecuali pesan ada "ibunya Riani" : *papa akan terbang. Selamat tinggal dan maafkan segala kesalahan. Jaga anak-anak baik-baik*.



Dan balasan dari nomor itu : "*kabari bila sudah sampai bandara Jakarta ya Pa. I love you*. Jawaban ini belum di baca Ricky! Baru saja Fajar yang membukanya 



Fajar penasaran. Dia lihat nomor telepon daddynya di save dengan nama : *suami baru RIEN*.



Fajar mencari nomor sang mommy tak ketemu. Tak ada nama Rien atau Ririen atau Arienka atau Dewi yang nomornya adalah nomor mommynya. Ada nama Dewi tapi ditulis Dewi HRD dan Dewi gudang.



"Cari apa sih?" tanya Fajri penasaran


__ADS_1


"Ini pomsel papa agak aneh. Tak ada pesan whats app kecuali dengan istrinya sebelum berangkat. Isinya juga hanya bilang akan terbang dan minta maaf seakan dia tahu akan pergi."



"Dia bilang jaga anak-anak baik-baik."



"Ada nomor daddy dan tak Mas temukan nomor mommy," Fajar masih merunut nama di phonebook.



"Dial aja nomor mommy. Akan langsung ketemu nama apa yang dia simpan. Gitu aja lama mikirnya," jawab Fajri sambil mengenakan sepatu.



"Mommy and daddy menunggu di ruang makan. Ayok kita sambil jalan kesana," ajak Fajri.



"Astagfirullah," Fajar langsung membatalkan panggilan sebelum ada nada sambung.



"Ketemu? Pakai nama apa?" Tanya Fajri sambil membuka pintu dan mengambil kartu kunci pintu kamar hotel.



Fajar tak menjawab hanya memperlihatkan nama yang tertera disana.



♥️kekasihku♥️



Fajri menitikkan air mata. Jiwa seniman memang mengalir dari Oma dan papanya. Fajri sangat perasa dan mudah tersentuh. 



"Dia sangat mencintai mommy. Tapi dia tak bisa mengekang hawa nafsunya yang teramat besar sehingga hobby main perempuan." Fajri menyimpulkan sifat orang yang selama ini tak pernah dia kenal itu.  



"Lalu ada pesan apa? Dia bilang kan ada pesan untuk Mas," tanya Fajri penasaran. 



"Belum ketemu. Kan baru buka pagi ini. Semalam pulang dari rumah sakit kan kita langsung tidur," Fajar menyimpan ponsel Ricky disakunya. Mereka telah tiba di ruang makan.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1675026473040.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2