
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Kalau Daddy pasti punya impian beda yaitu pepes ikan mas atau ikan mas bakar dan ikan mas diolah apa aja. Kebetulan kami sukanya bebakaran,” jawab Fajar.
“Mas kalau udah nerangin tu bukannya panjang banget. Tapi panjang kali lebar kali tinggi,” celetuk Alesha membuat semua tertawa.
“Jadi kaya rumus LUAS ya Mbak?” sahut Putra.
“Salah Dadd, luas itu hanya panjang kali lebar,” sahut Gita sambil menyuap sosis size besar yang khusus untuk bebakaran.
“Ha ha ha ha, iya Daddy salah,” jawab Putra sambil mengacak puncak kepala Alesha.
“Ada yang mau tambah enggak? Aku mau tambah pesan jagung,” Fajri bersiap meminta tambahan jagung.
“Sosisnya tambah aja Bang. Satu porsi yang pedas dan satu porsi yang biasa. Wedang ronde tambah tiga. Sate minta dua puluh tusuk lagi, trus lontong minta tiga aja tapi lontong kasih bumbu kacang,” Ririen meminta Fajri memesan semua sekalian.
“Siap Mom,” Fajri langsung mendatangi semua penjual yang sejak tadi sudah meladeni keluarga mereka.
“Ayok Mom, kita naik sepeda tandem,” ajak Putra pada istrinya. Dan tanpa penolakan Ririen pun berdiri. Dia tak mau suaminya kecewa. Mereka naik sepeda berlampu satu kali putaran.
__ADS_1
“Mas sekarang dengan Mommy,” Fajar tak mau kalah ketika kedua orang tuanya sudah kembali ketikar mereka. Fajri sedang menjaga Twins dan Alesha yang main busa sabun.
“Kalian yang belikan adik-adik busa sabun?” tanya Ririen saat akan naik sepeda tandem dengan Fajar. Dia duduk bagian belakang sehingga tidak capek.
“Mom. Dihari ulang tahun Mas, Mas mau ucapin beribu terima kasih buat Mommy. Yang udah jadi ibu maha hebat buat Mas dan adek-adek. Jadi istri terbaik dari lelaki hebat seperti Daddy. Terima kasih atas cinta Mommy buat kami semua,” Fajar tadi menghentikan sepeda ke tepi dan sengaja ingin bicara berdua dengan sang ibunda. Dia mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dari balik jacketnya..
“Hadiah kecil dari Mas, buat Mommy,” Fajar mencium tangan Ririen lalu pipi perempuan terhebat dalam hidupnya.
Ririen tak percaya mendapat hadiah kejutan dari anak sulungnya. Dia tak menyangka bayi mungilnya sekarang sudah menjelang dewasa di usia, tapi sejak dulu sudah dewasa di sikap. “Makasih sayangnya Mommy. Makasih sudah menjadi anak terbaik. Menjadi kakak terbaik buat adik-adikmu. I Love you Son,” Ririen memeluk erat putra sulungnya. Ririen berupaya air matanya tak jatuh menetes. Air mata bahagia.
***
“Mas, tadi Fajar bikin Mommy terenyuh,” Ririen cerita pada Putra saat mereka pillow talk sepulang dari alun-alun kidul.
“Saat naik sepeda berdua, dia berhenti. Dia ngucapin terima kasih karena Mommy sudah kuat bertahan untuk dia dan adik-adik. Sudah jadi istri terhebat buat daddynya. Trus dia juga kasih hadiah buat Mommy,” Ririen menceritakan perilaku putra sulung mereka.
“Mommy dapat hadiah apa?” tanya Putra penasaran.
Ririen bangkit dan mengambil sebuah kotak di lemarinya. “Ini Dadd,” Ririen memberikan kotak hadiah dari Fajar untuknya. Sebuah gelang emas yang sangat manis.
“Anak itu memang perasa, hanya tak diperlihatkan seperti Fajri. Sesungguhnya dia lebih halus dari Abang. Tapi sengaja dia sembunyikan. Karena dia merasa harus terlihat kuat didepan adik-adiknya. Dia lebih rapuh dan lebih peka dari Fajri, Mom,” Putra memberi penilaian tentang karakter anak sulung mereka.
“Ini hadiahnya buat Daddy. Saat seperti biasa Daddy ucapin met bobo ke dia. Kata-katanya sangat menyentuh membuat kami nangis bersama,” Putra memberikan sebuah kotak berisi jam tangan yang ada di sakunya.
__ADS_1
“Dia bilang terima kasih, karena telah mau menjadi pria terhebat untuknya. Mau mengasihi dia sepenuh hati walau dia bukan apa-apa Daddy. Gimana Daddy enggak marah saat dia bilang dia bukan apa-apa Daddy? Daddy nangis. Enggak nyangka dia mencintai Daddy begitu besar. Daddy bahagia bisa memiliki dia,” Putra memeluk Ririen dengan erat. Wanita yang memberinya tiga anak hebat selain kedua anak mereka sendiri.
Memperistri Ririen ibarat BUY ONE GET FOUR!
“Terima kasih telah menjadi imam kami Dadd. Terima kasih telah sabar membimbingku dan anak-anak,” Ririen menyurukkan kepalanya semakin erat didada suaminya. Dia benar-benar bersyukur bisa berjodoh dengan Putra.
“Daddy juga berterima kasih, Mommy mau menerima cinta Daddy. Menjadi ibu yang hebat buat kelima anak-anak kita. Dan tetap mencintai Daddy dengan segala kekurangan yang Daddy miliki,” balas Putra.
“Sekarang istirahat ya, besok bukan hari libur anak-anak,” Putra tahu, bila anak-anak tidak libur, artinya Ririen juga tidak bisa bangun siang. Karena sejak selesai salat Subuh, Ririen langsung sibuk membuat bekal anak-anak dan dirinya.
Ririen menuruti ajakan suaminya, dia langsung tidur dalam dekap hangat Putra.
***
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1