WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
BUKAN DI-DUAIN TAPI DI-EMPATIN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Maafin Daddy ya, Daddy enggak punya niatan nuntut anak laki-laki dari rahimmu dan enggak akan menduakan kamu. Tadi Daddy hanya tanya, hanya wacana aja. Daddy janji sejak sekarang enggak akan minta kamu hamil lagi. Namun bila kita dititipi lagi walau bukan karena planning kita, jangan pernah kita buang rejeki titipan Allah ya,” bisik Putra lembut.


Tangis Ririen mulai pelan, masih ada isakan sesekali, Putra tetap memeluk dan membelai punggung istrinya. Ririen tertidur dalam dekapan hangat Putra hingga pagi.


Ririen terbangun masih dalam peluk hangat suaminya, dibalasnya pelukan suaminya dengat erat, lalu dikecupnya kening suaminya. Rambut gondrong suaminya tentu saja berantakan saat tertidur. Namun Ririen sangat menyukainya.


Pernah dulu saat hendak akad nikah Putra hendak memotong rambutnya agar pantas dan rapih katanya. Namun Ririen melarangnya, dia bilang rambut pendek enggak mencerminkan dia pantas atau enggak buat seseorang. Itulah sebabnya hingga saat ini bapak lima anak itu tetap dengan rambut sebahunya.


Sesekali Ririen menggodanya saat mereka sedang olah raga malam, dia bilang dia suka rambut gondrong  Putra karena bisa dijambak ketika mereka sedang bersatu.


 Putra yang merasa ada yang sedang membelai rambutnya serta mencium keningnya tentu saja terbangun. “Morning cintaku, I love you so much Mom,” sapa Putra sambil mencium bibir istrinya dengan lembut.


Siapa sangka Ririen membalasnya dengan panas.  Putra memandang mata istrinya mencari kepastian apa makna balasan yang dilakukan istrinya pagi ini.


Putra melepas lumatannya, dia mendekap istrinya erat, dia sudah cukup bahagia Ririen tidak marah dan tidak kembali marah akibat trauma yang dialaminya.


“Maafin Daddy ya, Daddy enggak pernah punya niat nyakitin Mommy, enggak akan pernah. Kamu tu satu-satunya perempuan yang pernah aku cintai secara benar, kamu tau sebelum kamu ada satu nama yang hanya taraf aku suka aja, saat dia menyakitiku aku sudah langsung mati rasa.”


“Enggak kebayang bila kamu yang ninggalin aku, perempuan pertama dan satu-satunya yang aku cintai. Aku yakin kalau aku masih bisa hidup aku pasti gila. Please jangan pernah marah apalagi meninggalkanku. Jangan pernah berpikir minta pisah karena aku akan mendua. Itu enggak akan terjadi!” sesal  Putra, dia sangat takut Ririen salah pengertian lalu minta cerai darinya.


“Mommy juga minta maaf, Mommy enggak tanya apa maksud Daddy langsung marah. Mommy cuma takut kembali jadi korban diduain,” keluh Ririen sambil balas memeluk suaminya.


“Kamu ‘kan sekarang di empatin?” goda  Putra.


“Sayangnya aku sayang ama para kompetitorku itu,” balas Ririen.


“Tapi tanpa ada kamu, enggak akan ada mereka, angels nya Daddy!” jawab  Putra.

__ADS_1


“Dadd, kangen nasi gorengmu,” pinta Ririen.


“Gimana kalau Daddy nyelup dulu baru bikin nasi goreng?” rengek  Putra, diarahkannya tangan istrinya kearah juniornya yang mulai ingin menyelam. Tanpa menunggu izin istrinya Putra langsung menyerang pertahanan musuh.


***


“Ada apa aja buat isi nasi goreng Mom?” tanya Putra ketika mereka sampai di dapur.


“Buat nasi goreng seafood ada udang dan baso ikan, kalau untuk nasi goreng chicken ada fillet ayam, dan ati rempela serta baso sapi. Buat garnis ada tomat, kol, tauge pendek dan timun,” kata Ririen rinci menjawab pertanyaan suaminya.


“Bikin dua versi aja ya. Yang chicken, nasi goreng kecap pakai sedikit merica, yang seafood Daddy bikin pedas,” usul  Putra.


“Oke, dan semua harus makan garnis sayurannya,” cecar Ririen yang diberi jawaban mulut yang dimonyongkan oleh  Putra, karena dia tak suka sayuran. Entah mengapa Fajri sama persis dengan dirinya, sama-sama tidak suka sayuran dan sama-sama pecinta seni.


“Morning Dad, morning Mom!” sapa Fajri yang baru bangun dan belum mandi.  Putra memang memasukkan mereka ke sekolah swasta ternama yang setiap Sabtu libur, suatu hal yang belum umum zaman itu. Tak seperti sekarang yang semua sekolah akan libur dihari Sabtu.


“Morning Abang ganteng!” sapa Ririen sambil memberikan secangkir hot milk choco pada jagoan keduanya itu.


“Fine Dadd, you are so busy this week, that we can’t talk,” protes Fajri.


“Sorry Son, last week my schedule was really busy,” sesal Putra.


“Morning Mom, Dad,” sapa Fajar yang sudah mandi, dia memang tidak akan keluar kamarnya sebelum mandi pagi.


“Hallo Son,” sapa  Putra.


“Morning Mas ganteng,” balas Ririen sambil menyodorkan secangkir hot milk vanilla pada jagoan pertamanya itu.


Putra rampung memasak nasi goreng ayam bumbu kecap, dan Ririen sudah menyiapkan aneka sayuran untuk topping nasi goreng tersebut. Saat ini  Putra sedang memproses nasi goreng seafood pedas. Fajar tentu saja menunggu nasi goreng pedas. Dia penyuka pedas seperti  Putra dan Ririen.


“Daddy …,”rengek Alesha, tak ada sapaan good morning darinya, begitu buka mata yang dicari adalah sosok daddynya.

__ADS_1


“I’m here Princess,” jawab Putra yang baru saja mematikan kompor. “Mom tolong nasi goreng pedasnya ditempatin ya, biar Daddy yang nambahin air panas untuk minumnya Alesha.


Ririen memang sudah membuatkan minum untuk masing-masing anak sesuai seleranya, ketika mereka bangun tinggal ditambahkan air panas saja sehingga akan tersedia minuman hangat yang siap minum. Untuk Alesha rasa yang dia sukai adalah strawberry.


Sehabis sarapan mereka duduk di ruang keluarga, tapi Alesha ingin masuk ke kandang, dia ingin bermain dengan anak itik yang kemarin baru dia beli di depan sekolahnya. Sesuai dengan pembicaraan mereka semalam, Putra berupaya mencari keterangan mengapa Alesha minta berhenti dari kegiatan yang dia sangat sukai.


***


“Di kursus melukis itu ada seorang guru yang mengenali Mommy sebagai ibu dari Princess Mom. Awalnya Guru itu melihat Mommy mengantar Alesha, lalu dia bertanya siapa yang tadi mengantar Lesha, dan juga menanyakan siapa nama orang tua Lesha.” Putra memulai pillow talk mereka malam ini.


“Lalu tak sengaja Princess mendengar saat guru tersebut berbicara dengan rekannya, Alesha mendengar bakat melukis Alesha adalah karena darah dari papanya Alesha yaitu kakak kandung guru tersebut.”


“Karena mama guru itu juga suka melukis walau anak laki-lakinya ( Ricky ) enggak suka melukis.”


“Nah Princess tidak suka dikaitkan dengan laki-laki yang dia tak kenal dan tidak ingin dia kenal itu. Itu sebabnya Alesha ingin berhenti melukis karena tidak ingin darah seni lukisnya tumbuh subur,” jelas Putra


“Jadi Dira ( Indira Mahendra ) menjadi guru lukis di sanggar itu!” cetus Ririen, dia malah baru tau, karena saat mendaftar dan menemani awal-awal belajar melukis, dia tak pernah melihat Dira, teman masa SMP nya. Yang juga mantan adik iparnya karena Dira adalah adik kandung Ricky.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNREQUITED LOVE  YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2