
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Hari Sabtu, bagian sang daddy yang antar jemput anak-anak kalau dia tidak ada kerjaan, jadi hari ini Ririen tidak mengantar ke sekolah.
Siang saat akan menjemput ke sekolah Putra bilang dia akan langsung membawa anak-anak ke rumah mama karena nenek dan kakeknya kangen pada mereka.
Jam tiga sore Ririen mendapat telepon dari Putra, menyuruhnya ke café Semboja di daerah Taman Mini, membawa Alesha dan tidak usah bawa mobil, Putra meminta Ririen naik taksi aja agar nanti pulang bareng dirinya. Dan Putra juga meminta Ririen mengambil bungkusan yang tadi dia titipkan di mbak Surti untuk dia pakai. Ririen membuka bungkusan dari Putra, berisi kaos kembaran untuknya serta untuk Alesha, serta rok jeans untuk Alesha.
Karena Alesha menggunakan rok jeans, maka Ririen pun menggunakan celana jeans senada dengan rok nya Alesha, jam setengah lima dia memasuki café yang dituju, dia celingukan mencari Putra dan anak-anaknya.
“Mommy” pekik Fajri sambil berlari menghampirinya dan menabrak kakinya. Dilihatnya Putra serta Fajar an Fajri memakai kaos yang sama dengan yang dia pakai serta celana jeans sewarna dengan rok Alesha.
‘Untung aja tadi aku ngembarin rok nya Alesha jadi enggak belang sendiri,’ pikir Ririen.
‘Astagaaaaaaaaaaaa, romantisnya anak ABG ini,’ pikir Ririen.
Dia tidak menyangka Putra sengaja mengajaknya serta anak-anak bermalam mingguan. Yang Ririen tidak sangka adalah mereka belum ke rumah mama melainkan ke kantor Putra.
Saat ini ada dua orang pegawai Putra yang hadir di sana untuk membantu membuat photo-photo keluarga mereka dengan kamera mahal milik Putra.
Awalnya Ririen tidak mengerti mengapa harus dua orang yang diminta Putra untuk hadir di sana, ternyata itu untuk mempermudah saat Putra dan Ririen photo berdua, yang satu bikin photo yang satunya jagain Alesah dan Fajri.
Ada photo yang hanya anak-anak dengan Putra, ada yang Putra hanya dengan dua jagoan, ada yang hanya Putra dengan Alesha dan banyak momment lagi. Sesudah selesai bikin photo baru mereka semua makan termasuk dua orang pegawai Putra tadi.
Selesai makan, semua sisa makanan disingkirkan, alunan musik di café menjadi berhenti dan Putra memegang gitar miliknya yang sudah dia bawa, dia memetik gitarnya dan menyanyikan lagu dealova dari Once (cari di you tube ya)
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
__ADS_1
Tanpamu sepinya waktu merantai hati Oh
Bayangmu seakan-akan
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu oh
Ririen menahan napas mendengar suara Putra bernyanyi penuh perasaan sambil mata lelaki itu tak pernah berpaling dari matanya.
Rasanya dia tak pantas menerima cinta yang sangat besar dari lelaki yang ada dihadapannya kali ini.
Lelaki yang selalu penuh cinta. Bukan hanya untuknya. Tapi juga untuk ketiga anaknya.
Kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Sehabis menyanyikan lagu itu Putra meletakkan gitarnya dan berlutut satu kaki di depan Ririen, dikeluarkannya cincin yang dia beli bersama anak-anak ”Will you marry me?” pintanya.
Ririen yang masih terpesona oleh suara dan lirik lagu yang Putra nyanyikan masih diam terpaku. Putra membantu Ririen agar sadar situasi dengan memegang tangan Ririen dan mengecupnya.
Ririen tidak mampu berkata-kata, dia hanya mengangguk tanpa berucap satu patah kata pun. Putra berdiri dan mengecup kening Ririen dan dipakaikannya cincin itu di jari manis tangan kiri Ririen. Semua itu di photo step by step oleh anak buahnya Putra.
“I love you Mas,” Ririen memeluk Putra sangat erat, dia sangat bahagia bisa merasakan di lamar personal seperti ini, karena dulu Ricky tidak melakukannya, dulu mereka dipaksa menikah karena mereka ketahuan hampir melakukan hubungan layaknya suami istri.
Ada kesan mendalam untuk Fajri tentang penampilan Putra, lelaki kecil ituingin menjadi seperti daddynya.
***
Sudah dua hari Ririen dan anak-anak nginep di Cempaka Putih berkaitan dengan rencana keluarga Putra melamar Ririen secara resmi. Acara tinggal hitungan jam, tapi Ririen yang sedang didandani mbak Amildya Purbowisono atau yang biasa dipanggil mbak Milly, merasa tidak siap untuk menikah lagi.
__ADS_1
Saat ini Ririen langsung teringat saat ia akan didandani untuk acara pernikahannya dengan Ricky dulu, lalu tergambar semua penyelewengan Ricky serta hambarnya biduk rumah tangga dengan Ricky.
Ririen sangat takut, mbak Milly yang merasakan perubahan Ririen berupaya menghiburnya, dia menasehati bahwa tidak semua laki-laki seperti Ricky, dia juga meminta Ririen mengingat semua attensi dan kasih sayang Putra pada anak-anak.
Mbak Milly mengeringkan keringat dingin Ririen, dipeluknya Ririen yang sedang gemetaran sambil meminta untuk membatalkan acara hari ini. Tidak kehabisan akal sambil memeluk Ririen, mbak Milly misscall mbak Riries dan ibu agar mereka masuk ke kamar rias Ririen.
Ibu dan mbak Riries yang mendapati Ririen sedang menangis dalam pelukan mbak Milly berupaya membantu menenangkan anak bungsu itu. Butuh waktu hampir dua jam untuk membangkitkan rasa percaya diri Ririen agar meneruskan acara hari ini.
Walau sulit mbak Milly mencoba menyamarkan mata bengkak Ririen dengan riasan yang sangat bagus. Namun sesekali Ririen masih cegukan akibat isak tangisnya tadi.
Jam sebelas siang acara dimulai, keluarga Putra yang dipimpin kakek Alamsyah Purwanagara meminta Ririen dengan resmi pada ayah Ririen. Ayah Ririen berkata dia tidak bisa menerima lamaran keluarga Alamsyah Purwanagara, karena yang ber hak menjawab lamaran tersebut adalah putrinya.
Saat itu Ririen diminta keluar menemui keluarga Putra. Putra mengernyitkan alisnya, karena dilihatnya mata Ririen sedikit bengkak. Walau sepandai apa pun orang menyamarkannya, dia tidak bisa ditipu, dia hafal tiap inchi wajah Ririen, kekasih pujaan hatinya.
“Dek, ini keluarga bapak Alamsyah Purwanagara datang dengan niat untuk memintamu menjadi istri Putra, apa Ade mau nerima?” tanya pak Kusumo Purbowisono ayah Ririen.
‘Andai aku bisa dan boleh menjawab T I D A A A A A A K K’ … pekik Ririen dalam hatinya.
Di angkatnya wajahnya, dilihatnya wajah ibunya yang telah dengan sabar merawatnya, dia pandang wajah teduh ayahnya yang sangat dia hormati dan dia cintai. Sudah satu kali dia menoreh luka di hati mereka akibat pernikahan dan perceraiannya dengan Ricky, dia tidak ingin mereka kembali harus terluka bila saat ini dia menolak lamaran Putra. Dipandangi wajah Fajar dan Fajri yang sedang duduk manis dipangkuan para pakdenya, kakak-kakak iparnya. Dia bayangkan wajah polos keduanya yang akan terluka bila dia menolak lamaran Putra kali ini. Dia tak sanggup bila itu terjadi.
\====================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : YAYUK TRIATMAJA , DENGAN JUDUL NOVEL CINTA PERTAMA SANG MAFIA PSYCOPATH YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta