WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
YANG DADDY CINTAI ITU BUKAN TUBUHMU. TAPI HATIMU


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Cukup, kamu aja yang makan habiskan mie nya. Tadi pertemuan dengan  A’ Gilar dipercepat karena klien mau berangkat ke Malang, kebetulan Daddy parkir depan toko kue ini, jadi langsung aja Daddy beli buat Mommy,” demikian Putra menjelaskan bagaimana dia bisa membeli kue-kue kesukaan istrinya.


Sekali lagi hal ini membuat Ririen makin bersyukur mempunyai suami yang sangat perhatian pada dirinya.


“Tapi aku enggak bisa maksi bareng Dadd, aku meeting dan habis ini aku berangkat ke Rawamangun, maka aku ganjel dulu dengan mie takut pas meeting aku kelaperan,” cetus Ririen.


“Enggak apa-apa Honey, Daddy enggak maksa harus makan siang bersama, gimana kalau habis Mommy meeting, Mommy ke kantor Daddy, kita belanja bareng ya? Udah lama enggak belanja berdua kan?” usul Putra.


Putra tahu istrinya harus diberi me time diluar kesibukan mengurus dirinya dan anak-anak.


“Ok, nanti Mommy kabarin pas Mommy selesai meeting,” jawab Ririen tanpa ragu.


***


Putra sengaja meminta istrinya kekantor lebih dulu agar bisa menyuruh orang kantor mengantarkan mobil Ririen ke rumah dan mereka pergi berdua dengan mobilnya.


Ririen merasakan jemari Putra tak pernah lepas dari tangannya sejak mereka melangkah memasuki mall ini. “Daddy mau beli apa? Ada yang Daddy butuhkan?” tanya Ririen sebelum mereka memasuki area pertokoannya.


“Pengen beliin anak-anak baju tapi ukuran twins masih sulit ya Mom buat ngembarin kakak-kakaknya?” tanya Putra.


“Ha ha ha ha, mulai narsis nih Hot Daddy?” goda Ririen.


“Photo-photo di ruang kerjaku kurang photo anak-anak ber lima Mom. Juga belum ada photo Daddy’s angels ( maksudnya photo ketiga putrinya ), serta photo twins,” jelas Putra menerangkan keinginannya.


“Sekarang udah enggak butuh photo kita berdua lagi?” goda Ririen.


“Kamu malu kan punya istri gemuk dan tua kayak aku?” tanya Ririen yang memang masih gemuk setelah melahirkan twins.

__ADS_1


“Enggak perlu lah photo kita berdua, yang perlu tuh kamu selalu dihatiku. Daddy pengen kita bikin photo bertiga dengan masing-masing anak Mom” kembali Putra menerangkan keinginannya.


“Daddy ingin mereka tau mereka special buat kita, jadi Fajar akan punya photo bertiga dengan Mommy dan Daddy nya, begitu juga Fajri, Alesha juga Leona dan Leoni.”


“Dan enggak usah pernah bilang soal tua dan gemuk. Karena yang Daddy cintai itu bukan tubuhmu. Tapi hatimu,” Putra memeluk istrinya dengan erat dan mengecupnya.


Ririen hanya bisa trenyuh mendengar impian suaminya. Laki-laki yang dulu gigih menyerangnya walau dia selalu menolaknya. Jujur bila tidak karena Fajar dan Fajri dia masih ingin bertahan untuk menolak mahluk manis disebelahnya ini.


Saat sedang asyik mencari baju anak-anaknya Ririen melihat sosok yang dulu pernah membantunya secara tidak langsung untuk mengambil keputusan bercerai dengan Ricky. Dia melihat Mona sedang melihat-lihat sepatu kecil. Entah ada pikiran apa hingga Ririen ingin tahu khabar perempuan dari Condet itu.


“Hai, inget saya?” tanya Ririen lirih.


“Ehmmm … Mbak siapa itu ya, saya lupa nama Mbak, tapi saya inget Mbak istrinya bajingan itu ‘kan?” sahut Mona juga lirih karena tak ingin jadi pusat perhatian di pertokoan ini.


“Saya Dewi, ‘mantan’ istri Ricky, sehabis saya ke rumah kamu besoknya pengacara saya langsung urus pengajuan perceraian kami!” jelas Ririen.


“Kamu sendiri bagaimana?” tanya Ririen lebih lanjut.


Ririen mencoba menenangkan Mona dengan mengelus lengan perempuan itu, dia membimbing Mona ke kursi yang diperuntukkan bagi konsumen yang ingin mencoba sepatu. “Kenapa kamu bisa separah itu?” tanya Ririen penasaran namun juga iba.


Sementara Putra melihat istrinya sedang duduk dengan seorang perempuan yang terlihat terpuruk hanya memperhatikan dari jauh, dia tak  ingin mengganggunya.


“Saya teramat bodoh percaya janji-janji manis Ricky. Saya menyerahkan kegadisan saya hanya satu bulan setelah kami jadian.Dia selalu manis dan dia memperlihatkan keseriusannya pada orang tua saya.”


“Bahkan beberapa kali dia bilang akan mengenalkan saya dengan mama dan papanya. Hanya alasan Ricky mama papanya sibuk sehingga belum bisa ketemu. Saya tidak tau ternyata dia tak berani membawa saya ke orang tuanya karena dia sudah punya istri!” cerita Mona sambil terisak.


“Sejak making love  pertama Ricky membawa saya ke bidan dan mendaftarkan saya sebagai istrinya untuk suntik KB, dia bilang tak ingin bikin orang tua saya malu bila saat nikah saya sudah hamil lebih dulu!” lanjut Mona.


“Karena itu sejak ikut KB kami bebas melakukan hubungan intim kapan saja karena tidak takut akan menyebabkan kehamilan.”


“Itulah alasan saya sangat terpukul saat tau dia sudah punya istri. Saya tidak ingin jadi orang ke tiga di rumah tangga orang lain. Karena saya juga tak ingin nantinya rumah tangga saya digoda orang ke tiga. Tapi yang sangat jadi beban saya saat itu adalah bagaimana saya menceritakan pada suami saya kelak bila saya sudah tidak perawan padahal saya belum pernah menikah?” sesal Mona lagi.

__ADS_1


“Saya tak berani menceritakan pada ibu saya. Namun saya takut bila ada laki-laki ingin serius membina hubungan dengan saya. Karena itu saya depresi, lalu ibu saya membawa saya untuk perawatan.”


“Solusi dari Bapak saya, saya dinikahkan dengan salah seorang temannya sebagai kamuflase bahwa saya pernah nikah dan akan mendapat surat cerai sehingga bila status janda, tak ada orang laki-laki yang akan menjelekkan saya sebagai gadis yang tidak perawan.”


“Saya menikah hanya seminggu, karena memang hanya butuh status saja dan selama pernikahan saya tak pernah satu rumah dengan suami saya itu. Itu nasib saya yang harus saya jalani karena secara tak sadar sudah merusak rumah tangga Mbak” jelas Mona.


“Lalu sekarang bagaimana?” tanya Ririen, karena dia melihat tadi Mona sedang mencari sepatu kecil.


Dua tahun lalu saya menikah kembali Mbak. Anak kami sudah berusia hampir satu tahun, dia sedang dengan abinya, saya sengaja ke sini untuk mencari sepatu untuknya,” jelas Mona.


“Syukurlah, semoga kamu bahagia dengan suamimu ya,” cetus Ririen saat melihat Putra sedang berjalan ke arahnya.


“Sudah dapat yang dicari Dadd?” tanyanya pada suaminya. “Dadd, kenalkan Mona, temanku.” Ririen memperkenalkan Mona pada Putra.


“Hai,” sapa Putra tanpa bersalaman karena tangannya penuh dengan aneka baju berbagai ukuran.


“Kenapa enggak ambil plastik belanjaan sih?” tanya Ririen melihat tumpukan pakaian ditangan suaminya dan mencoba membantu.


“Saya duluan ya Mona, kasihan bayi-bayiku di rumah sudah terlalu lama kami tinggal sepulang kerja, pabrik ASI ku sudah mulai bengkak,” pamit Ririen pada Mona.


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL  UNCOMPLETED STORY YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta


__ADS_2