WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
HUNTING POT TANAH DI KASONGAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2023. SEMOGA SEMUA HARAPAN KITA DAPAT TERCAPAI SEMUA DI TAHUN INI. Semoga kita semua selalu sehat dan bahagia dan terhindar dari semua bencana.



Selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sejak mulai buka nursery, Ririen mulai ada kegiatan . Biasanya sehabis semua anak berangkat sekolah dan kuliah, serta Putra berangkat kerja, dia hanya akan bingung sendiri. Walau tidak diam, karena dia isi waktu dengan membaca atau berkebun, tetapi tetap saja kesehariannya membosankan.


Sekarang semua telah berubah. Dia tetap berkebun, tapi sekarang ada tujuan lain yaitu bisa untuk dijual. Untuk satu minggu ini dia akan banyak repotting karena banyak tanaman hasil huntingnya kemarin di Bogor akan datang.


“Ini enggak perlu Mom?” tanya Putra, saat ini mereka sedang di Kasongan. Sentra gerabah dari tanah liat di daerah Bantul Jogja.


“Itu beberapa aja Dadd, selebihnya tetap yang umum dipakai hobbiis aja. Biar cepat muter duitnya,” jawab Ririen. Selain untuk digunakan sendiri, pot-pot tanah akan dipakai untuk bibitan anggrek yang Ririen beli di TAIP dan TAR.


“Bu, sisanya akan kami kirim empat hari lagi ya,” seorang lelaki memberikan bon pada Ririen. Hari ini jumlah yang ada akan langsung diantar ke rumah Ririen.


“Iya, saya tunggu,” jawab Ririen. Dia langsung menuju mobil. Mereka akan menjemput Alesha dari sekolah. Si kembar tadi dijemput sopir dan seorang pengasuh.


Ririen dan Putra memang sejak dulu memprioritaskan antar jemput anak sekolah dilakukan oleh mereka sendiri. Bukan selalu oleh sopir. Bahkan saat anak-anak kecil, menyuapi anak-anak makan selalu Ririen upayakan dilakukan sendiri bila dia ada dirumah. Sesibuk apa pun makanan anak-anak sejak bayi dia yang masak.


Banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh asisten rumah tangga. Moment kebersamaan dengan anak tak akan mungkin terulang. Itu alasan Ririen dan Putra selalu ingin melakukan apa pun hal yang berkaitan dengan kegiatan anak-anaknya.

__ADS_1


“Mommy … Daddy,” Alesha memekik sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya yang menantinya keluar pintu gerbang sekolah. Ririen dan Putra menegaskan berkali-kali, dia tak boleh keluar gerbang sekolah bila belum terlihat penjemputnya.


“Hallo Princess,” Putra mengangkat Alesha tinggi-tinggi begitu gadis kecilnya tiba disisinya lebih dulu. Dia mencium Alesha dan menyodorkan tubuh Alesha pada Ririen untuk dicium. Alesha tetap dalam gendongannya sampai Putra membuka pintu belakang mobil.


“Daddy dan Mommy dari mana?” tanya Alesha ingin tahu. Sehari-hari yang menjemputnya adalah salah satu dari mereka. Kadang hanya Putra, kadang hanya Ririen. Bukan keduanya seperti sekarang.


“Tadi Mommy habis beli pot anggrek Mbak, nanti kita bisa repotting anakan anggrek ya,” Ririen memberitahu Alesha rencana berkebunnya sore nanti.


“Asyiiiiiiiiiiik,” sahut Alesha. Tentu saja gadis itu senang bila diajak berkebun.


“Kamu harus bobo dulu baru bisa bantu Mommy,” Ririen tetap menerapkan aturan baku. Sepulang sekolah, makan lalu tidur siang. Sore waktu bebas untuk bermain dan habis maghrib anak-anak kembali belajar.


“Yes Mom,” Alesha menyanggupi ketentuan yang Ririen sebutkan.


“Tadi Mommy habis belanja pot, jadi enggak lewat sekolah Kakak. Makanya Kakak di jemput Pak Yono. Kalau enggak dijemput pak Yono Kakak bisa sendirian di sekolah karena semua teman Kakak sudah pulang. Mau seperti itu?” tanya Ririen.


“Enggaklah,” jawab Leona. Gadis kecil itu lalu membayangkan sendirian di sekolah sebesar itu tentu tak enak. Tak ada teman bermain atau ngobrol. Dia bukan penakut. Dia hanya tak mau tak ada teman.


“Itu sebabnya Mommy minta tolong pak Yon ngejemput Kakak dan Adek. Biar enggak sendirian di sekolah. Kan guru-guru juga pulang,” Ririen memberi alasan logis dan tak ingin menakut-nakuti anaknya.


“Sudah makan, kenapa enggak bobo?” tanya Ririen.


“Nunggu Mbak pulang,” jawab Leona. Dia sering tidur siang dikamar Alesha. Karena Leoni sejak tadi sudah tidur duluan. Leona paling tidak bisa harus diam sendirian.


“Ya sudah, tunggu Mbak selesai makan lalu kalian tidur ya?” perintah Ririen. Dia akan menyiapkan makan siang untuk suaminya. Putra pasti akan menyempatkan keluar ke kantornya sehabis makan siang.

__ADS_1


“Yes Mom,” jawab Leona sambil menuju kamar Alesha. Kakaknya sedang ganti baju seragam. Leona akan menjadi ekor Alesha. Kemana pun Alesha melangkah dia akan ada disana.


“Mbak, sudah selesai ganti baju? Mau makan?” tanya Leona.


“Iya, Mbak Lesha makan dulu baru kita tidur siang bersama ya?” Alesha sudah hafal kelakuan Leona sepulang dia sekolah. Dia tahu Leona sudah ditinggal tidur oleh Leoni sehingga mencari teman ngobrol.


“Iya Mbak,” jawab Leona sambil terus membuntuti Alesha menuju meja makan.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG BARU RILIS DENGAN JUDUL NOVEL INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2