
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Pagi ini Ririen sangat bahagia, karena dia akan memulai langkahnya membuka usaha. A mile journey start from a single step. Itu prinsipnya. Sambil menyiapkan semua keperluan anak-anak dan suaminya dia bersenandung lirih.
Fajri dan adik-adiknya sudah berangkat diantar Putra, walau ada sopir, bahkan mereka punya tiga orang sopir, tapi Putra tak pernah ingin mengalihkan tugas rutin itu pada orang lain selama dia bisa melaksanakannya sendiri.
Sopir tentu saja akan mengantar anak-anaknya dengan baik, tapi sopir tak akan bisa menggantikan kedekatan orang tua dengan anaknya. Sementara Fajar kuliah jam sepuluh sehingga tidak bareng berangkatnya.
“Mas, temani Mommy dulu yok sebelum berangkat kuliah?” pinta Ririen pada Fajar anak sulungnya.
“Kemana Mom?” tanya Fajar, dia tak ingin menolak permintaan sang bunda, tapi dia ada kuliah hari ini.
__ADS_1
“Enggak kemana-mana, temani terima tamu aja, enggak enak terima tamu sendirian, takutnya Daddy belum kembali saat orang itu datang,” Ririen menjelaskan mengapa dia meminta Fajar menemaninya.
“Bu, tamunya sudah nunggu di gazebo” asisten rumah tangganya memberi tahu kalau tamu yang ditunggunya sudah datang. Rumah Ririen memang tidak ada ruang tamu, jadi tamu hanya diterima di gazebo di halaman depan, disamping area parkir, yang terpisah dengan rumahnya.
Ririen berjalan ke gazebo bersama Fajar, dan tak lama seorang asisten rumah tangga mengantarkan teh panas dengan snack untuk tamunya, dua orang lelaki, seorang seumuran Putra dan seorang lebih tua, mungkin ayahnya. “Silakan diminum Pak,” Ririen menawarkan minum pada kedua tamunya.
“Seperti yang saya katakan di telepon kemarin, saya mau ambil semua termasuk tanah yang belakang. Namun saya minta harga jauh berkurang,” jelas Ririen.
“Apalagi bila saya hanya ambil yang samping, tanah belakang akan mati tanpa bisa Bapak jual karena tidak ada akses jalan,” Ririen menekan pemilik tanah dengan argumennya. Jangan lupa, dia mantan marketing handal di perusahaannya dulu, kalau soal negosiasi harga dan menekan pihak lawan dia jagonya.
Putra yang baru saja bergabung hanya tersenyum mendengar Ririen menawar harga tanah belakang dengan sangat rendah. “Mom sudah ada Daddy, Mas mau bersiap kuliah ya” pamit Fajar, dia merasa tugasnya menemani mommynya sudah selesai karena kehadiran Putra.
***
Moment ultah Putra setiap tahun selalu sama, doa bersama dan hanya ada nasi urap sebagai menu utama. Tak ada kue ulang tahun dan lilin yang ditiup atau bahkan pesat besar. Untuk semua Ririen juga menerapkan seperti itu. Kadang dia membuat nasi kuning yang dibuat tumpeng.
__ADS_1
Ririen sengaja memulai pembangunan nursery miliknya pada tanggal sebelas Agustus, sama dengan hari kelahiran Putra. Hari ini dia mulai dengan penebangan beberapa pohon yang terpaksa ditebang karena akan dibuat bangunan kantor nursery dan juga toilet bagi pengunjung. Selebihnya semua pohon besar tidak ditebang untuk menjadikan kanopinya sebagai naungan alami.
Ririen juga membangun empat kamar untuk pegawai, serta mushola bila ada pengunjung yang ingin beribadah. Selain itu dia membuat gudang terbuka bagi penyimpanan media yang tidak bagus bila basah saat dijual.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL CINTA KECILNYA MAZ YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta