WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
KEBUN KAKTUS


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Sesuai rencana yang Putra gulirkan, hari ini mereka berniat menuju Lembang. Pagi ini Ririen membuat nasi uduk dengan lauk ayam goreng dan sosis goreng. Kemarin Ririen memang membawa ayam ungkep ( ayam yang sudah diberi bumbu dan dimatangkan untuk membuat ayam terasa bumbunya ) sehingga pagi ini tinggal menggorengnya. Nasi uduk tentu dengan menggunakan santan kemasan yang praktis digunakan saat seperti ini.


“Mas, nasi sisa nanti tolong bawa aja ya, ayam dan sosisnya juga. Takutnya twins merengek lapar sebelum waktunya makan siang,” Ririen minta bantuan anak sulungnya untuk membantu.


“Abang, tolong lihat sweater ganti adik-adikmu jangan kelupaan. Juga kaos kakinya,” pada Fajri Ririen meminta dia melihat baju hangat pengganti. Karena takutnya kalau tidak bawa ganti lalu yang mereka pakai basah, mereka akan kedinginan.


 Putra masuk, dia sedang menghangatkan mesin mobil dan memasukkan baju ganti serta snack anak-anak.  Putra juga membawakan mereka sepatu ganti karena takutnya sepatu yang mereka kenakan basah bisa membuat anak-anaknya sakit.


 Putra perhatikan kompor, gas dan lampu. “Ayo kita berangkat, twins sudah di mobil dengan mbak Alesha yang sudah tidak sabaran.”


“Iya Dadd, ini sudah siap koq,” Ririen mencabut ponselnya yang sejak pagi tadi dia charge baterenya.


“Daddy sudah minta penjaga villa untuk menyiapkan alat bebakaran untuk nanti malam?” Fajri yang suka jagung bakar tentu tak lupa keinginannya.


“Sudah Bang, tadi pas si bapak penjaga villa nyapu halaman,”  Putra  menjawab sambil mengunci pintu villa.


“Mom, jangan lupa beli mentega juga bumbu jagung dan kuas untuk ngoles mentega ya?” pinta Fajri.


“Iya, nanti kita mampir super market sekalian beli sussu kotak minuman kalian,” Ririen pun memang ingin membeli kebutuhan anak-anaknya.


“Kalau mau bakar yang lain misal udang atau sosis dan bakso, nanti Abang ingetin beli lidi satenya Bang,” ujar Ririen selanjutnya.


“Siap Mom,” tentu saja Fajri akan membuat aneka sate yang diinginkannya. Bahkan dia berniat nanti akan membeli daging kelinci yang sudah dibuat sate tapi belum dibakar. Akan dia bakar sendiri.

__ADS_1


“Wah banyak kebun strawberry dan rumah makannya. Besok kita coba ya Dadd,” Fajar melihat sepanjang jalan banyak rumah makan dengan menu aneka strawberry.


“Besok rencananya kita ke situ Mas, sambil ke arah Ciwidey ya,”  Putra pun memberitahu rencana perjalanan esok hari.


“Asyiiiiiiiiiiik,” ungkap Alesha. Sementara duo gadis kecil terus saja mengunyah snack mereka.


 Putra membelokkan mobilnya ketika sampai di seberang terminal Ledeng, dia ambil ke arah Cihideung. Disini pun banyak penjual tanaman. Putra yakin Alesha dan istrinya akan rewel minta berhenti.


“Daddy look, banyak pedagang bunga,” seperti dugaan Putra , Alesha langsung bereaksi saat melihat banyak kios tanaman sepanjang jalan yang mereka lalui.


“Ya sayank, Daddy tahu. Tapi kita ke tujuan utama kita dulu ya. Kita mau ke Lembang kan? Atau kita batalkan kesana dan berhenti di sini saja?”  Putra sengaja memberi penawaran pada putrinya itu.


“Jangan Dadd, kita kesini juga ke Lembang,” rengek Alesha


“Kalau kita berhenti disini, sampai sore juga enggak akan pernah selesai. Nama daerah ini Cihideung. Sepanjang jalan ini sampai Parompong nanti kita akan melihat pedagang tanaman hias,” jelas Putra . “Di Lembang juga akan seperti itu. Bahkan juga di Maribaya nanti.”


“Aku pengen tinggal disini aja deh,” cetus Putra. Angan-angan anak kecil yang sangat mendambakan hidup di lokasi yang dia sukai.


Di pasar Lembang Putra berhenti, dia mempersilakan Ririen dan Fajri turun untuk membeli jagung dan aneka bahan yang bisa mereka bakar nanti malam. “Mom, lihat, cabenya beda!” Fajri menunjuk tumpukkan cabe yang dijual.


“Itu jenis cabe gendot Bang. Atau bisa juga disebut cabe Dieng. Atau biasa disebut cabe Roccoto. Dia hanya bisa tumbuh di daerah dingin dengan ketinggian tertentu,” Ririen menerangkan pada Fajri tentang cabe yang anaknya lihat. Ririen membeli sedikit untuk membuat sambal besok.


Fajri membeli aneka sosis dan bakso juga lidi sate selain jagung. Dia juga sudah membeli dua buah kuas dan paprika. Hanya udang yang tak dibolehkan dibeli sekarang karena Ririen takut mobil menjadi bau udang. Dia mau nanti saja udang dibeli saat mau pulang di super market terdekat dengan villa.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kebun kaktus. Sebelum memasuki Venita, ada kebun kaktus yang kemarin kartu namanya Ririen ambil saat di Flona Lapangan Banteng. Yaitu MAYANG KAKTUS, Alesha sudah tak sabar turun saat Putra baru memarkir mobilnya.


“Mom, pegang Leoni ya, Daddy yang pegang Leona,” Putra membagi tugas. Dia takut kedua balita itu memegang duri kaktus.


“Biarkan saja mereka bebas Dadd, beri pengertian mereka tentang duri kaktus. Itu lebih baik buat mereka,” Ririen malah tak ingin ‘mengekang’ gerak anak-anaknya.

__ADS_1


“Abang dan Mas, kalau tidak suka, bisa lihat disamping ada space buku, alat musik dan lain-lain selain pupuk dan pot. Tapi hati-hati jangan menyenggol pot keramik ya,” Ririen memberi tahu kedua jagoannya agar mereka tidak boring mengikuti perjalanan kali ini.


Fajar yang sadar tentang hobby Ririen tak pernah sekali pun tak suka bila diajak melihat tanaman. Dia sangat mendukung hobby mommynya walau tidak antusias seperti Alesha


Sebenarnya Fajri pun sama. Memang di keluarga Putra semua saling mendukung hobby masing-masing. Jadi mereka semua juga mendukung hobby Ririen.


“Mom, mengapa semua bagian bawahnya sama, tetapi atasnya berbeda?” Alesha langsung menanyakan perbedaan kaktus yang terpajang di rak display.


“Ini disebut batang bawah. Dan ini batang atas,” Ririen menjelaskan morphologi kaktus sambung atau kaktus grafting. Ini biasanya di Indonesia pakai batang buah naga Mbak. Nanti kalau sudah besar Mommy kasih tau pelajaran nama tanaman secara internasional atau nomenclature. Batang atas itu biasanya pertumbuhannya lambat karena kurang zat hijau daun. Untuk membuat cepat pertumbuhannya ya harus disambung seperti ini,” Ririen mencoba menjelaskan secara sederhana.


“Nah ini yang tidak disambung. Disebut kaktus own root. Biasanya dari sambungan kalau sudah besar bisa dibuat own root dengan memotong batang bawahnya,” Ririen memperlihatkan jenis kaktus own root pada gadis kecilnya. Dia melihat Putra sedang mengawasi si kembar yang duduk manis di ayunan. Ririen dan Alesha memilih tanaman yang mereka suka. Ririen juga membeli beberapa pieces batang bawah untuk mengajari Alesha menyambung.


Selepas dari Venita, Ririen membawa Alesha ke petani kaktus di sekitar situ. Hanya mereka berdua. Tapi akhirnya Fajar menyusul. Dia tak akan membiarkan mommy dan adiknya jalan berdua saja. Di petani sekitar, Ririen minta tanamannya di buang media lalu nanti akan dia gabungkan dengan belanjaannya di Venita agar bisa satu kali kirim saja.


Ini sebagian kaktus hasil belanja Ririen dan Alesha pagi itu



\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL TELL LAURA I LOVE HERYOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL  TELL LAURA I LOVE HER   ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


*Sa**lam manis dari Sedayu~Yogyakarta*


__ADS_2