
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Sejak jam lima sore tiba di rumah hingga kini Putra terus mencoba menghubungi Ririen, menghubungi bu Purbowati, serta mamanya, tapi tidak ada yang tahu posisi Ririen. Saat ini sudah jam delapan malam. Putra menyuruh anak-anak untuk tidur, dia sangat gelisah tapi berupaya tenang di depan anak-anaknya.
Jam sembilan malam Putra mendengar mobil Ririen memasuki halaman, dia ingin menyambutnya keluar, tapi membatalkannya. Putra sengaja menunggunya di ruang keluarga. Saat Ririen melewatinya hendak menuju ke kamar, Putra bangkit dan memeluknya dari belakang, tapi ditepis Ririen.
“Dari mana Mom, kamu ‘tu lagi hamil, jangan terlalu cape ya?” dengan lembut Putra berkata agar Ririen tidak marah. Ririen langsung mengambil baju ganti kemudian masuk ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi Ririen langsung membaringkan tubuhnya dan menarik selimut. “Sudah makan Mom? Makan dulu yok?” bujuk Putra dengan sabar. Putra tak ingin Ririen kelaparan.
Namun Ririen sama sekali tidak menjawabnya. Putra memeluk Ririen dan membelai perutnya tanpa bicara apa pun.
‘Dia sama sekali enggak merasa bersalah, rupanya dia bahagia bertemu dengan kekasihnya saat di London dulu’, pikir Ririen karena Putra tidak bicara apa pun tentang perempuan yang tadi mengunjunginya. Ririen menantikan ucapan maaf keluar dari bibir suaminya.
Ririen yakin Putra tidak peduli dia tadi datang ke kantornya, atau bahkan Putra tidak tahu bila siang tadi Ririen ke kantornya karena sedang asyik dengan mantan pacarnya. Pikiran itu makin membuat Ririen geram.
***
Paginya Ririen tetap diam, dia mengurusi ke tiga anaknya, tapi tidak mempersiapkan sarapan juga baju Putra yang biasanya dia yang siapkan.
Putra merasakan perbedaan sikap Ririen. Tak ada kopi panas yang Ririen buatkan spesial untuknya. Juga tak ada baaju ganti di atas kasur sepeti biasa.
Seperti biasa Fajar dan Fajri berangkat sekolah diantar oleh Putra. Ririen kaget saat menyalakan ponsel-nya banyak panggilan dari Putra serta dari nomor rumah ibunya. Ririen yakin pasti Putra mengecek keberadaannya semalam.
Di kantor Ririen mempersiapkan berkas order di Jogja yang dia dapatkan.
“Draft MOU sudah di cek Mbak? Kwitansi?” tanya Ririen pada Atin pagi ini.
__ADS_1
“Sudah semua di map ini, tapi saya bawakan disket ( saat itu masuh menggunakan disket, belum flash disk ) bila ada perubahan, kertas Kop kosong serta stempel juga sudah,” Atin memberikan map plastik tertutup rapat berisi semua perlengkapan yang di butuhkan Ririen di Jogja lusa.
“Tiket kita sudah ada Mbak Tuti, pesawat jam berapa besok?” tanya Ririen pada mbak Tuti.
“Jam dua belas Mbak, kita bareng dari kantor atau bagaimana?” tanya Tuti.
“Langsung ketemu di bandara aja, berkas kamu bawa semua ya,” kata Ririen sambil terus merekap pencapaian hasil kerja Team Marketingnya, dia juga menelepon para TM nya untuk memberi motivasi.
Sampai jam pulang tidak ada hambatan apa pun, perutnya tidak rewel dan tetap makan dengan lahap. Ririen senang, dia bersiap pulang, masih seperti kemarin, semua telepon Putra tidak dia angkat dan semua pesan tidak dia pedulikan.
***
“Hallo anak Mommy, udah pada ganteng aja, PR nya gimana sayang?” tanyanya pada kedua anaknya saat tiba di rumah. Diperiksanya dulu PR dua jagoannya lalu mengajak mereka makan malam tanpa menunggu suaminya.
“Daddy, tadi ada yang telepon Daddy, katanya HP Daddy susah dihubungi,” Fajar langsung lapor saat Putra baru saja masuk ke rumah.
“Siapa Kak? HP Daddy bisa koq dihubungi,” kilah Putra. Ponselnya hari ini tidak sibuk dan tidak mati sama sekali. Aneh bila ada yang bilanh dia sulit dihubungi.
“Katanya namanya aunty Jane, dia minta Daddy segera menghubunginya.” lanjut Fajar lagi.
Ririen langsung masuk kamar dan membanting pintunya serta menguncinya, dia juga mengunci pintu penghubung ke kamar Alesha.
‘Kalau tak ada hubungan spesial, tentu Putra tak akan memberikan nomor telepon rumah kami. Perempuan itu menghubungi nomor rumah. Artinya dia sangat berarti untuk Putra. Fine aku akan mengalah. Aku akan mundur!’ Ririen kembali terluka saat sedang hamil.
“I’m verry happy to have been a part of you life,” Ririen ingat kemarin dengan jelas mendengar perempuan itu sangat senang pernah menjadi bagian dari hidup Putra.
“And I will never forget our sweet story,” dan Ririen juga ingat kemarin perempuan itu mengatakan tak akan pernah melupakan kisah manis diantaranya dengan Putra.
‘So sweet banget kan kisah mereka. Dan sekarang mereka akan kembali merajut kasih!’ Ririen makin sedih. Dia menyesali kehamilannya.
__ADS_1
***
FLASH BACK ON
Joseph baru saja sampai di kampus, dia agak kesiangan dan menanyakan materi yang akan mereka bahas dalam diskusi kelompok kali ini. Kelompok mereka terdiri dari tiga perempuan dan dua orang laki-laki yaitu Joseph dan Putra. Mereka serius membahas tugasnya agar segera selesai dan besok bisa mereka presentasikan, kebetulan yang bertugas membawakan presentasi di muka kelas kali ini adalah Putra dibantu Cindy.Sehabis diskusi ternyata Joseph sudah ditunggu kekasihnya, seorang mahasiswi dari perguruan tinggi lain tapi mereka mengambil jurusan yang sama, itulah awal semua eman Joseph dekat dengan Jane karena mereka bertemu di perpustakaan kota. Joseph memperkenalkan kekasihnya pada teman-teman kelompoknya. Semua menyambut baik Jane dan menyukainya karena dia ramah dan juga pandai.
Sesudah pertemuan itu bila mereka bertemu di mana pun semua akan suka cita ngobrol dengan Jane.
Namun siapa sangka pertemuan tak sengaja Jane dan Putra di club membawa perubahan pada pertemanan mereka. Karena sama-sama mabuk Putra dan Jane malam itu melakukan ONS.
Saat paginya tersadar Putra meminta Jane untuk tidak lagi bertemu dengannya dan menganggapnya sama dengan pria lain yang pernah ONS dengan Jane
Putra juga meminta peristiwa itu tak boleh menjadikan mereka menjadi dekat karena selama ini antara mereka tidak pernah ada perasaan apa pun. Putra pun menganggap Jane sama dengan perempuan-perempuan ONS-nya yang tidak pernah melibatkan perasaan sama sekali.
Saat itu Putra bingung mengapa dia bisa mabuk? Selama ini dia bukan pecandu minuman beralkohol sehingga minum sampai mabuk. Dia hanya minum bir saja. Aneh bila dia mabuk karena bir. Putra merasa ada yang tidak benar saat itu. Tapi dia tak ingin menggali lebih dalam.
Setelah peristiwa itu hingga dua tahun kemudian saat Putra kembali ke Indonesia, Putra memang tidak pernah sama sekali bertemu dengan Jane.
Tetiba kemarin Putra ditelepon Jane yang mengatakan dia sedang berkunjung ke Indonesia. Putra yang sedang sibuk bilang tidak bisa menemani Jane,. Kalau Jane ingin bertemu silakan datang saja ke kantornya.
\==================================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA BARU MILIK YANKTIE DENGAN JUDUL NOVEL UNCOMPLETED STORY YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta