
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Akhirnya semuanya makan dengan senang. Liani melihat Garo pun tak malu atau ragu berinteraksi dengan semuanya tidak hanya dengan Alesha.
Liani melihat bagaimana Garo berbaur dengan Fajri dan Fajar begitu pun dengan Putra tak ada batasan bercengkrama antar mereka sehingga semuanya senang.
Begitu pun Ririen. Ririen tetap akrab dengan Icha dan Alesha seakan mereka sama semuanya.
Liani memperhatikan saat proses membakar hingga selesai membakar, Jingga tak boleh dibawa ke belakang.
Setelah semua makanan selesai dibakarnya, tinggal makan baru Jingga boleh digendong ke belakang.
Rupanya untuk mencegah Jingga kena asap.
'*Ya ampun gendong bayi aja pakai undian*,' kata Liani dalam hatinya.
Liani baru tahu bahwa tiap acara ini yang akan gendong Jingga itu diundi Leona.
Jadi tidak boleh rebutan. Liani tersenyum melihat semua gantian mengocok dadu untuk mendapat ANGKA TERKECIL guna bisa menggendong Jingga sang Angel keluarga ini.
Kali ini yang mendapat giliran adalah Garo dan semua protes : "Gak usah Mas Garo gak usah Mas Garo nggak usah!" kata Leoni dan Leona.
"Ih kenapa? Dari tadi aku kan ikut undian enggak dilarang. Masa giliran dapat dilarang?" kata Garo.
"Ya enggak lah, Mbak Lesha dan mas Garo nggak usah ikut. Mas Garo kan bebas gendong semaunya sepanjang malam keq, sepanjang hari keq, sepanjang pagi keq," Leoni protes makin keras
"Ya sudah aku ngalah," kata Garo. Dia pun pasrah daripada diomelin satu keluarga Purwanagara ini.
Ririen yang dalam pelukan didadda Putra hanya tersenyum melihat kehangatan anak-anaknya. "Yeeeay sekarang giliran aku untuk dapat gendong Angel," kata Icha.
'*Oh rupanya Jingga dipanggil Angel*,' batin Liani.
__ADS_1
Semua dia catat apa yang dia dengar dan apa yang dia lihat dalam keluarga ini.
"Ini dia nih, ada salad sayur. Abang makan banyak-banyak, Adek ambilkan satu mangkok penuh salad sayur buat Abang. Kita tungguin di sini kalau nggak habis awas," Ririen menyuruh Leoni mengambilkan salad bagi Fajri. Fajri hanya nyengir saja sambil melihat Liani.
"Memangnya Abang susah makan sayur?" tanya Liani penasaran.
"Sangat susah dia keturunan Daddynya," kata Lesha.
'*Ya Allah bahkan untuk makan sayur pun Abang itu nurun dari daddy yang bukan ayah kandungnya*,' pikir Liani.
'*Hubungan yang sangat dekat karena habitnya seperti itu maka akhirnya sama menurun tanpa bisa dicegah*,' pikir Liani.
Makan siang hari itu ditutup dengan makan salad buah dan salad sayur buatan Liani.
Alesha tadi membuat puding tapi tidak dikeluarkan sengaja disimpan untuk makan malam saja
"Ayok kita masak buat makan malam," ajak Ririen pada Icha menantunya.
Liani masih ditahan Fajri hingga makan malam nanti.
'*Ada tiga pembantu, mommy masih masak sendiri*?' pikir Liani.
"Sejak kami bayi kami makan masakan mommy. Kecuali saat dia kerja atau pergi keluar daerah," seakan bisa mengerti jalan pikiran Liani, Alesha menjelaskan mengapa Ririen mengajak Icha ke dapur.
"Dan buat kami semua, memasak itu adalah fun bukan beban. Mas dan abang pun pandai masak seperti daddy," kata Alesha.
"Masak apa Kak? Tanya Liani yang akhirnya ikut ke dapur.
"Kamu sukanya apa?" tanya Alesha.
"Aku suka kwetiau goreng ayam bukan seafood," jawab Liani.
__ADS_1
"Kenapa nggak suka seafood?" Tanya Ririen.
"Romo alergi seafood, terutama udang sehingga ibu jarang masak seafood terlebih udang. Akhirnya ya saya terbiasa dengan kwetiau ayam," jawab Liani.
"Jadi bukan enggak doyan kwetiaw goreng seafood. Hanya enggak terlalu suka karena terbiasa yang ayam," Liani kembali menjelaskan.
"Selesai," Icha selesai memasak dua macam kwetiau goreng!
Sedikit kwetiau ayam untuk Liani dan sisanya kwetiau seafood untuk semuanya.
"Ya ampun Kak, kenapa dimasakin spesial gini. Padahal sejak tadi sudah aku bilang enggak usah. Aku bisa koq makan kwetiauw seafood," Liani tentu jadi tak enak karena dibuatkan spesial seperti ini.
"Santai wae, wong sekali cemplung aja kok. Dulu saat pertama aku ke sini Mas juga minta mommy bikinkan aku ayam panggang kecap karena takut aku enggak suka ayam panggang bumbu kemiri kesukaan keluarga ini," jawab icha santai.
'*Ya ampun segini perhatiannya mereka*,' kata Liani lagi.
'*Semoga ini jodohku. Jodoh dengan keluarga the best ini*,' doa Liani dalam hatinya.
Putra melihat keseruan istri, anak, menantu dan calon menantu di dapurnya.
'*Alhamdulillah*,' ucap Putra dalam hatinya merasakan kebahagiaan tak terhingga.
\#\#\#T A M A T\#\#\#\#\#
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.