
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Alesha bisa enggak mau pulang kalau lihat lokasi seperti ini,” jelas Fajar. Putra sulung Ririen itu juga sependapat dengan Ririen. Adik perempuannya itu memang sejak kecil sangat terlihat pecinta tanaman.
Tak seperti twins yang masih sulit diprediksi apa kesukaan mereka. Fajri suka ke seni dan Fajar sendiri senang dengan science.
“Mas, bagaimana kalau oleh-oleh untuk eyang, kita anter sekarang aja, kita langsung keluar tol dekat rumah eyang. Jadi besok enggak perlu muter,” Ririen meminta pendapat Fajar soal oleh-oleh yang mereka beli.
“Bisa juga Mom,” Fajar menyetujui usul Ririen. Karena sekarang belum malam.
“Ya sudah Mang. Kita kerumah orang tua saya dulu ya?” Ririen langsung meminta mang Kusen menuju rumah orang tuanya. Mang Kusen sudah beberapa kali ke rumah pak Kusumo, jadi dia tahu rumah mana yang dimaksud menantu majikannya itu.
“Baik Neng,” sahut mang Kusen. Dia yang awalnya mau keluar dari jalan tol kembali ambil jalur kanan untuk tetap di jalur itu.
__ADS_1
Ririen mengeluarkan satu tandan pisang tanduk, empat ikat talas ketan Bogor. Empat dus besar roti unyil juga empat bungkus asinan. “Assalamu’alaykum Bu,” Ririen memberi salam pada ibunya yang membuka pintu untuknya.
“Wa’alaykum salam. Kalian kenapa kesini? Katanya jadwalnya padat?” bu Purbowati kaget akan kedatangan putri bungsunya.
“Cuma mau antar pisang dan numpang salat maghrib aja ya Bu. Kami enggak lama. Enggak perlu minta simbok bikinkan kami minum,” Ririen mencium ibunya dan masuk kedalam. Fajar membawa asinan dan dus roti, sementara mang Kusen yang membawa masuk pisang serta talas.
***
Pagi ini Ririen dan Fajar sengaja ke TAIP terlebih dahulu karena lebih dekat dengan rumah keluarga Purwanagara di Cilangkap. Banyak penunggu kavling di TAIP yang Ririen kenal, karena dia dan ayahnya sering belanja anggrek disini.
Biasanya mereka memberikan harga khusus bagi konsumen lama. Tapi sekarang Ririen datang sebagai calon pemilik nursery. Tentu kuantitas barang yang akan dia beli lebih banyak. Itu sebabnya dia ingin nego harga lebih rendah karena akan dijual kembali.
Sementara Fajar membuat foto semua jenis bunga anggrek, baik secara close up mau pun secara keseluruhan. Dia membawa kamera milik Putra. Sejak kemarin di Pondok Bitung maupun di Ciapus memang itu yang dia kerjakan.
Fajar ingin membuatkan mommynya katalog tanaman yang ada di nursery mommy nya itu. Dia juga akan membuat foto bunga yang dilaminating dan akan dia tempel di kayu pada tanaman bibit yang nanti mommynya jual. Sehingga calon konsumen bisa tahu bagaimana nanti bunga yang dia beli. Hal itu tentu juga memudahkan pegawai nursery menerangkan pada calon pembeli.
“Kita makan siang dimana Mang?” Ririen bertanya pada mang Kusen.
__ADS_1
“Ibu pengen menu apa?” tanya mang Kusen cepat.
“Mas pengen apa?” Ririen malah bertanya pada Fajar, mereka sedang berjalan menuju mobil.
“Lupa Mom, yang spesifik di daerah sini tu apa, yang penting kita beli duku aja, tadi lihat sepanjang jalan banyak duku dan rambutan rapiah,” sahut Fajar. Dia belum terlalu lapar, karena mereka juga bekal roti unyil dari Bogor kemarin.
Berhubung akhir bulan dan akhir tahun pula, bab nya gak pendek dan hanya satu bab untuk hari ini ya
Bab akan kembali panjang di update 1 Januari 2023
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta