WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
NGANTOR VERSI RIRIEN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sejak Ririen kerja di kantor dulu, Putra sering menemani ketika Ririen dinas keluar kota bahkan ke luar pulau. 



Saat itu mereka merasakan bulan madu. Karena pernikahan mereka bukan pernikahan normal. 



Mereka menikah sudah memiliki tiga balita. Boro-boro pernah pergi pacaran berdua. Bahkan bila bisa, tanpa segan Putra akan memboyong semua anaknya dan tentu dengan para pengasuhnya untuk ikut menyusul seperti ketika Ririen dinas di Bali. 



"Kita sampai Honey," bisik Putra dengan lembut.



Ririen pun bersiap untuk turun. Dia buka seat belt dan menunggu penumpang lain turun. 


\*\*\*



Makan malam romantis tak dilakukan Putra kali ini. Mereka jalan kaki sepanjang JALAN SILOM. Tanpa gangguan kelima anak mereka yang minta perhatian, Putra dan Ririen mencicipi banyak makanan kaki lima di sepanjang jalan ini. 



Segala macam makanan dijual disini. Untuk yang muslim ya harus jeli melihat bahan dasar dagingnya terbuat dari apa. Agar aman biasanya Ririen dan Putra memang memilih makan seafood atau ayam saja.



"Itu kayaknya enak deh Dadd," Ririen mengajak Putra menghampiri makanan yang dia inginkan kali ini.



"Daddy mau itu," kali ini Putra yang ingin sesuatu. Mereka memang membeli hanya satu porsi kecil agar bisa makan jenis lainnya.



Itulah *honeymoon* mereka saat ini. Lelah dan kenyang baru mereka kembali ke hotel.



Besok mereka akan ke Nonthaburi suatu distrik yang cukup jauh dari hotel tempat mereka menginap. 

__ADS_1



Dengan kereta api biasanya waktu tempuhnya adalah 90 menit untuk waktu tempuh ke stasiunnya. Belum waktu tempuh dari stasiun ke petani langganan mereka.



Waktu tempuh yang mereka habiskan pulang pergi sekitar enam jam. Belum waktu pilih-pilih tanaman. Itulah kantor Ririen sekarang.



Jadi jangan suka iri kalau melihat seseorang pulang pergi "kerja" seperti Ririen.


\*\*\*



"Akhirnya sampai rumah lagi," gumam Ririen ketika mobilnya telah masuk ke halaman nursery miliknya. Putra dan Ririen baru saja tiba. Dua minggu mereka meninggalkan anak-anak.



Lima hari di Singapore dan selebihnya di Thailand. 



"Koper langsung masukan ke rumah saja Pak. Tak ada tanaman koq. Itu yang kardus taruh kantor kebun ya," Ririen meminta sopir menurunkan kardus-kardus langsung ke kantor nursery. Atau yang pegawainya lebih sering sebut kantor kebun.



Seperti biasa tanaman Ririen kirim dengan ekspedisi. Tak ada yang dia bawa. Bibit2 kering kemasan saja yang dia bawa juga aneka pupuk padat.


\*\*\*




"*Brunch* dulu Dadd. Tadi sarapanmu cuma sedikit," Ririen meminta Putra makan dulu. Ririen dan Putra bertekad hari ini akan menjemput dua anak gadis mereka.



"Boleh. Ada makanan apa Mom?" Putra jarang ngeyel. Dia selalu manut kalau diatur soal makan dan kesehatan oleh istrinya. 



"Mbok Nah bikin rawon," sahut Ririen. 



"Ayok," tanpa menunggu dua kali ajakan, Putra mengikuti istrinya ke ruang makan.


__ADS_1


"Abang hari ini ada kegiatan apa ya? Mau kita ajak ngumpul bareng engga? Atau dia langsung ke sekolahnya lah?" 



"Daddy kirimi dia pesan aja. Nanti pas dia baca kan dia akan respon. Dari pada cuma bingung sendiri gitu," jawab Ririen.



'*Ini sosok anak kecil yang dulu cintanya mati-matian aku tolak. Sekarang malah dia yang mati-matian mencintai anak-anakku tanpa batas*,' Ririen memperhatikan sosok mature di depan matanya. Wajah yang menurutnya makin tampan saat usia mapannya sekarang.



Sehabis makan Putra langsung menuju ruang tengah dan mengirim pesan pada Fajri. Di meja makan semua tak boleh ada yang pegang ponsel. Itu peraturan baku tak tertulis di keluarga Purwanagara.



Ririen mengatur alarm ponselnya lalu dia tidur. Dia cukup lelah packing persiapan pulang ke Jogja saat di Bangkok kemarin.


\*\*\*



"Mommy, Daddy" pekik Leona. 



Sejak SMP Leona dan Leoni tak satu sekolah. Tapi seperti para kakaknya, si kembar juga belum boleh membawa motor ke sekolah bila belum memiliki SIM



Dari sekolah Leona mereka menuju sekolah Leoni. Dan akan lanjut jalan bareng berempat. 



Fajri tak bisa ikut kumpul. Apalagi Fajar. Kalau malam mereka banyak waktu luang.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674112098152.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.


__ADS_2