WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
NIKMATI PROSESNYA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Anro segera menuju rumahnya. Tadi asisten rumah tangganya memberitahu sudah mendapat rambut Carol. Dia akan melakukan test DNA. Dia tak mau ditipu Fitri dengan alasan anak perempuan kecil itu punya hak yang sama dengan Sarah karena mereka semua anaknya.


“Mbok, semua foto yang ada perempuan itu dan anaknya langsung copot dan bakar,” pinta Anro pada pembantunya ketika dia masuk ke ruang tamu rumahnya. Semua barang miliknya yang masih tersisa dibuang saja.”


“Terserah mau dimusnahkan atau diberikan pada orang lain. Yang penting rumah saya harus bersih dari barang milik mereka. Bahkan sebuah pensil atau ikat rambut pun tak boleh ada dirumah ini,” Anro memberi ultimatum tegas untuk semua pegawainya.


“Pak, besok panggil orang yang biasa untuk ngecat rumah. Aku mau seluruh rumah diganti warna terutama kamar saya dan kamar anak kecil itu. Dan buang semua sprey serta gambar miliknya,” kali ini Anro menyuruh pak satpam.


Biasa setahun sekali menjelang natal memang rumahnya dibersihkan dan dicat ulang. Pak Satpam yang mencari tenaga untuk melakukan hal itu. Tapi sekarang masih jauh dari natal dia ingin merubah semua. Dia ingin menghapus kenangan dengan perempuan sampah yang tak sengaja selama ini dia beri tumpangan hidup.


“Baik Pak, akan saya usahakan mereka segera bisa kerja,” sahut pak Satpam sambil menunduk.


Anro menerima rambut milik Carol yang tersimpan dalam plastik klip. Dia sudah selesai mandi. Dikamarnya barang Fitri sudah bersih. Bahkan dia mengeluarkan meja rias dari kamarnya agar tak ada kenangan perempuan ular itu.

__ADS_1


“Pak ini teh serehnya,” seorang asisten rumah tangga memberitahu dia sudah menyiapkan teh untuk Anro. Anro mengambil teh dan memasukkan gula batu sesuai keinginannya. Dia mengaduk pelan.


‘Aku memang teramat tolol. Sejak pertama dia bekerja, jelas dia selalu mengumbar tubuhnya untuk menarik perhatianku. Dan malam itu di Bandung, pertama kali kami melakukannya, dia sudah tidak virgin.’ Anro mengingat bagaimana Fitri selalu berupaya memikatnya.


‘Andai aku tak pernah tergoda, Sarah tak akan seperti sekarang,’ sesal Anro. Dia langsung bergegas menuju laboratorium klinik yang buka 24 Jam untuk memeriksakan rambut Carol dan rambut miliknya.


***


“Apa yang Mommy ingin lakukan bila dia sudah selesai melakukan permintaan maaf?” tanya Putra saat mereka sedang duduk santai sore ini di nursery. Ririen baru selesai memerintah pegawainya mengatur ulang rak pot agar terlihat rapih.


“Pindah gazebo yok Dadd,” ajak Ririen. Dia menghubungi nomor rumah dan meminta dibawakan martabak telur yang tadi dia minta asisten rumah tangganya bikin. Karena sangat menyukai martabak telur, Ririen akhirnya bereksperimen membuat sendiri. Dan akhirnya dia berhasil membuat tanpa perlu repot dengan membanting kulit. Cukup dengan kulit lumpia yang dijual dipasar, dia bisa membuat martabak telur yang enak dan tidak ribet.


Fajri yang baru pulang latihan ikut duduk di Gazebo ketika akan masuk ke rumah dia melihat kedua orang tuanya sedang santai disana. “Cape Bang?” tanya Putra pada jagoan kecilnya.


“Kenapa?” tanya Putra dengan penuh perhatian.


“Jadwal kompetisi diundur. Jadi barengan ama jadwal ujian semester,” keluh Fajri.


“Kalau bareng gitu emang kenapa?” pancing Ririen. Dia tahu Fajri tentu jadi harus belajar dan latihan lebih kuat agar keduanya berhasil dengan hasil memuaskan.

__ADS_1


“Aku pengen hasil terbaik. Kalau kompetisi bareng semesteran ‘kan belajarnya bingung,” keluh Fajri.


“Ujian, baik kompetisi mau pun semesteran itu ‘kan mengulang yang kita pelajari sebelumnya. Bukan hasil belajar menjelang kompetisi atau ujian semester. Jadi kalau sehari-hari kamu sudah mengusainya, walau diuji ngedadak, semua enggak bakal ada masalah.” Ririen yang basicnya pengajar tentu bisa memberi motivasi bagi anaknya itu.


“Dan buat Mom and Dadd, bukan hasil akhir yang jadi tujuan kamu belajar. Tapi prosesnya. Percuma kamu dapat nilai sempurna diujian akhir, bila itu hasil nyontek. Daddy lebih suka kamu mendapat nilai sesuai kemampuanmu,” Putra melengkapi penjelasan istrinya.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL CINTA KECILNYA MAZ  ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa.


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.

__ADS_1


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2