WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
CHATUCHAK TANAMAN


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


Akhirnya esoknya tiba hari untuk belanja tanaman di Chatuchak week end market. Sejak habis salat subuh Ririen dan Alesha sudah pergi berdua naik tuk tuk. Mereka memang tak mau mengganggu Leona dan Leoni yang masih tidur.


“Mas, kamu ke kamar sebentar,” pinta Ririen yang sudah rapi. Putra kaget karena Ririen hanya akan pergi berdua dengan Alesha tanpa menunggu yang lain bersiap.


Ririen dan Alesha sarapan berdua di pasar Chatuchak. Seperti biasa mereka pesan susuu coklat panas. Ada penjual nasi kuning dan banyak ikan serta ayam olahan. Tapi seperti biasa Alesha hanya memilih sosis bakar besar saja. Ririen makan nasi kuning dengan ayam bakar.



Kenyang sarapan baru Ririen mulai belanja. Padahal sejak tadi Alesha sudah tak sabar.  Banyak pedagang yang kurang mengerti bahasa Inggris. Untuk saling tawar penjual dan pembeli memperlihatkan angka di ponsel.


Transaksi yang unik tapi itulah kenyataannya. Ririen dan Alesha benar-benar berasa dalam surga dunia. Dari ujung ke ujung semuanya tanaman. Pameran FLona di Lapangan Banteng tak bisa dibandingkan dengan pasar Chatucak ini.


Untuk memudahkan packing Ririen selalu minta agar media dibersihkan. Sehingga bawaannya ringkes.


“Dimana Mom?” Fajar menghubungi Ririen ketika sudah datang ke pasar bersama Fajri. Putra memutuskan sarapan di hotel dan tidak ke pasar. Dia lebih baik mengalah menjaga si kembar daripada konsentrasi kekasih hatinya terpecah oleh dua krucil itu.

__ADS_1


“Mommy ada di tempat kemarin Abang beli souvenir berbentuk alat musik,” jawab Ririen. Sekarang area yang sama sudah berganti rupa jual tanaman semua.


“Wah udah banyak aja dapatnya,” Fajri melihat Alesha menampakan wajah sangat bahagia.


“Itu yang di gerobak sorong poter juga punya aku Bang,” sahut Alesha memberitahu potter yang mereka gunakan jasanya.


“Bukan main, bener-bener kalap ibu kita ini,” sahut Fajar melihat hasil belanjaan sang mommy. Dia sodorkan segelas minuman yang dia beli.



“Enak koq, tulisannya aja kopi, tapi ini enak,” Fajar menyuruh Alesha mencicipi minuman yang dia sodorkan.


“Kalian sudah makan?” tanya Ririen yang baru saja kembali dari membeli aneka umbi Amayllis tumpuk. Jenis yang memang belum dijual umbinya di Indonesia.


Fajar dan Fajri terus mendampingi sang mommy dan Alesha yang tak mengenal kata lelah.  Kalau suruh belanja baju, Alesha dan mommynya cepat lelah. Beda bila belanja tanaman.


Hingga akhirnya tiba waktu makan siang.


“Kita makan siang dulu lalu pulang yok. Ini semua harus dicuci akaranya lalu Mommy akan bikin surat karatina agar masuk secara legal ke Indonesia. Kalau tanpa surat karantina akan disita di bandara SOETA,” Ririen mengajak ketiga anak nya untuk makan siang.


Mereka kembali naik tuk-tuk. Lihat sebagian belanjaan Alesha dalam tuk tuk yang mereka sewa.

__ADS_1



*** “


Ririen hanya ditemani Fajar ke kantor balai karantina tanaman. Dia sudah beberapa kali kesini jadi tak ada hambatan. Dia sudah tahu prosedur yang harus dia lakukan.


Selesai mendapat surat karantina Ririen langsung membungkus rapi semuanya lalu dia lakban rapat sehingga sampai hotel sudah tidak berantakan lagi. Besok mereka akan kembali ke Jogja.


“Ayok Mas, sudah pesan mobil untuk kembali ke hotel?” tanya Ririen.


“Sudah, sedang menuju ke sini. Sebentar lagi juga sampai,” jawab Fajar melihat aplikasi taxi online yang dia gunakan.


Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE  ya.


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul  INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.


__ADS_2