
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Sesampai di WAT ARUN, yang paling heboh adalah Fajri, dia pengagum jenis bangunan. Dia memang akan kuliah di arsitektur bila besar nanti. Dia ingin mengikuti jejak daddynya.
Di Wat Arun banyak pedagang bisa berbahasa Indonesia. Bahkan ada beberapa kios souvenir yang mau menerima mata uang rupiah selain bath.
Ngebayangin suasana Wat Arun bisa cari di gogle. Buat ngebantu, Eyank kasih foto pas Eyang disana ya
Di Wat Arun ini Fajar dan Fajri mulai berburu kaos khas Thailand. Baik untuk diri sendiri mau pun untuk beberapa rekannya.
“Daddy kenapa kita enggak lihat penjual tanaman?” protes Alesha.
__ADS_1
“Ha ha ha, besok sayang, belanja tanamannya hari terakhir karena nanti tanamannya layu kalau tidak kita rawat selama di Bangkok. Kita akan beli tanaman menjelang pulang, lalu kita bersihkan semua medianya. Dan kita urus surat izin untuk di bawa ke Indonesia. Namanya surat karantina tanaman,” sahut Putra.
“Alesha kurang tertarik belanja baju dan sepatu. Aku suka mainan atau tanaman,” si kecil langsung duduk di bebatuan yang menjadi tembok di depan kios baju di Wat Arun.
Putra membelikan snack untuk putri-putri kecilnya. Ririen, Fajar dan Fajri yang bagian belanja. Di tangan Ririen ada list nama saudara dan pegawai serta rekan yang akan dia belikan kaos. Ririen langsung menempel kertas stiker bertulis nama di plastik kaos yang akan diberikan agar tak ada yang terlewat.
“Daddy aku mau nambah juicenya,” rengek Leona.
“Sebentar lagi datang. Bersama dim sum tambahan Ade,” sahut Putra yang akhirnya menunggu di kios makanan agar ketiga putri kecilnya tak merengek.
Puas di Wat Arun, Putra mengajak keluarganya ke WAT PHO. Wat Pho, kompleks kuil terbesar di Bangkok yang dilengkapi patung Buddha berbaring. Patung tersebut memiliki panjang sekitar 46 meter yang diselimuti daun emas. Terdapat pula 108 mangkuk perunggu yang digunakan untuk menaruh koin demi keberuntungan.
Yang menjadi daya tarik utama wisata di tempat ini. Terdapat patung Buddha berbaring atau RECLINING BUDDHA yang dilapisi dengan emas atau GOLDEN LEAF.
Patung ini adalah patung terbesar di Thailand, dengan panjang mencapai 45 meter dan tinggi 15 meter. Patung ini juga masuk ke dalam salah satu patung terbesar di dunia. Di bagian kaki dan mata Buddha, terdapat cangkang kerang atau mother-of-pearl.
***
__ADS_1
“Nanti malam kita makan dimana Mas?” tanya Putra. Dia memberi kesempatan pada putra sulungnya menentukan destinasi.
“Gimana kalau kita ke Khao San Road jalanan yang semarak dengan pedagang kaki lima, katanya disana full apa pun yang kita mau. Jajanan, makanan utama, baju, apa aja ada. Tapi karena sangat ramai harus hati-hati karena banyak copet,” sahut Fajar dengan antusias.
“Boleh tuh, nanti malam kita kesana ya. Sekarang kita ke hotel dan istirahat dulu,” Putra menyetujui keinginan putranya.
Turun dari perahu, Putra naik taksi saja, tidak naik kereta, dia tak ingin nak-anaknya terlalu lelah. Karena bagi si kecil naik kereta tak ada sesuatu yang menarik. Mereka pikir sama dengan kereta di pulau Jawa.
“Capeeeeeeeeek,” pekik Leoni saat tiba di kamarnya. Dan lagi-lagi Ririen tak bisa melarang semua tumpek bleg di kamarnya. Ketiga lelaki itu tak ada yang masuk ke kamar mereka. Bahkan mereka lebih memilih berbaring di sofa daripada tidur di ranjang kamar mereka
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.