
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Sebelum resign Ririen mampu memberikan keuntungan tiga kali lipat besarnya dari keuntungan rata-rata pertahun untuk perusahaan, hanya dalam tempo kerja tiga bulan.”
“Apa yang kamu capai? Kamu jadi kepala gudang saja karena dikasih jabatan oleh Bambang mantan kakak iparmu, dan sampai sekarang enggak ada prestasi yang kamu capai.”
“Pantas Ririen memberikan mobil lamanya untukmu tanpa minta dibagi dua seperti dia membagi dua hasil penjualan rumah lama kalian”.
“Dan kamu ingat semua perempuan yang kamu tiduri setelah Ririen. Apa ada yang berkelas? Semua jauh dibawah Ririen. Tak ada yang levelnya mendekati Ririen, apalagi menyamainya. Semuaaaaaaa,” Fuad tak sadar Shintia menantunya mendengar kalimat terakhirnya ini.
“Papa salah mendidikmu dan Dira yang juga hanya menjadi beban karena menjadi korban keisengan suami orang! Sekarang punya anak tanpa suami. Kalau kalian enggak berubah, sebentar lagi kalian akan terkubur dengan berbagai kesulitan,” akhirnya pak Fuad berhenti bicara karena mereka sudah sampai hotel.
Ternyata Dira sudah cerai dengan Yoppie karena dia berselingkuh, selingkuhan Dira masih punya istri sah. Sehingga Dira punya anak tanpa suami. Selingkuhannya tak mau bertanggung jawab karena tak mau menceraikan istrinya.
RICKY POV
Telingaku panas mendengar celoteh Papa yang semuanya benar 1000%, bukan 100%. Mereka memang bibitku. Bahkan wajah Alesha adalah replika wajahku versi perempuan. Tapi mereka bukan hasil didikkanku. Aku tak tahu Ririen berkenalan di mana dengan suaminya. Tapi aku salut dia berhasil mendidik tiga anakku menjadi sangat hebat. Anakku? Bolehkah aku menyebut mereka demikian?
Sedang sejak proses perceraian saja aku tak pernah memberi mereka nafkah sama sekali. Sebelum bercerai aku sempat mengunjungi Fajar dan Fajri, tapi aku malah berbuat hal yang tak bisa kuhindari. Aku memaksa Ririen melayani nafsuku sehingga terjadi pembuahan anak kecil yang bernama Alesha.
Alesha memang hasil kekerasanku terhadap Ririen.
Aku tak kuasa melihat piala milik Fajar dan Fajri. Prestasi mereka luar biasa. Belum lagi kata-kata Fajar yang selalu akan aku ingat, penghasilannya lebih besar dari sarjana yang baru lulus kuliah!
Anak empat belas tahun itu bilang penghasilan Fajri lebih besar darinya. Bukan main.
Bagaimana Ririen bisa membuat mereka seperti itu? Sepertinya mereka bukan anak-anak yang ditekan harus menghasilkan uang atau harus berprestasi.
Suami Ririen cukup kaya tak mungkin mengharuskan anak-anaknya mencari nafkah. Apa karena mereka selalu diskusi dengan suami Ririen itu? Bahkan anak sekecil Alesha sudah lancar berbahasa Inggris padahal mereka bukan tinggal di ibukota.
***
Sebenarnya, mengapa sejak remaja aku sangat tergila-gila pada kepuasan ranjang? Apa karena kesialan yang aku alami dulu? Saat aku dibully karena tak mampu mencium pacarku?
__ADS_1
Aku ingat saat SMP aku bergaul dengan teman-teman yang SMA bahkan ada yang sudah kuliah. Teman-teman meledekku karena pacaran dengan anak satu SMP tapi sudah empat bulan jadian belum pernah mencium bibirnya.
Dan akhirnya aku diajari oleh teman genks ku. Dia biasa making love dengan semua anggota yang menginginkannya. Namanya Cindy, perempuan dari Indonesia Timur yang sangat putih dan cantik.
Aku pernah cerita kenapa sejak kecil aku salah langkah kan? Saat lihat para om ku ketika papa dan mamaku mengejar karier dulu. Baca lagi bab 12 ya.
Perempuan itu mengajariku bagaimana caranya kissing. Selanjutnya dia mengajariku make out dan blow up. Akhirnya keperjakaanku pun direnggutnya. Sejak itu aku selalu ketagihan melakukan pelepasan.
Dan omongan teman-teman makin mendorongku untuk selalu mencoba barang baru. Temanku bilang, main dengan perawan itu sensasinya beda. Mulailah aku selalu berburu barang baru.
Dan entah mengapa, saat ketangkep berdua dengan Ririen, aku menerima tantangan orang tuanya untuk menikahinya. Bukan memutuskan hubungan.
Ririen satu-satunya yang keperawanannya aku dapatkan setelah menikah dan legal. Yang lain aku dapat keperawanannya sebelum atau malah tanpa aku nikahi.
Menikah bukan alasanku untuk berhenti celup sana selup sini. Baik dengan perawan mau pun yang sudah second.
Dari empat pernikahanku, hanya Ririen yang dengan manis menyelesaikan penyelewenganku. Yang lain selalu menghampiri selingkuhanku dan memaki-maki perempuan itu. Bahkan ada yang saling jambak. Sangat tidak elegan.
Dipergoki istri tidak membuatku kapok. Aku tetap aja senang menjalankan hubungan sembunyi-sembunyi. Ada sensasi tersendiri dari main petak umpet dengan istri.
Shintia berhasil hamil sebelum aku nikahi karena dia membohongiku, dia memang aku antar suntik, tapi rupanya dia mengambil yang hanya tempo satu bulan, bukan tiga bulan seperti yang aku mau.
Aku ingat tadi suami Ririen bilang semua anaknya sudah punya sertifikat masing-masing. Anaknya? Enak benar dia mengakui anakku dengan namanya. Apa Fajar sama sekali tak ingat padaku? Bukankan dia berusia hampir empat tahun kala itu? Fajri mungkin tak ingat. Apalagi Alesha, yang sejak dia di dalam rahim pun tak pernah aku tengok.
“Anda pikir harga dirinya bisa ditukar dengan sertifikat itu?”
“Ini alasan utama mengapa anak-anak tak mau pertemuan dilakukan ditempat lain.”
“Karena sesungguhnya mereka tidak ingin bertemu dengan keluarga anda yang telah menginjak-injak hati ibunya. Dia sejak kecil tahu penderitaan ibunya, dia sejak kecil tahu perjuangan ibunya menghidupi tiga anak tanpa suami sebelum akhirnya ibunya menikah dengan saya,”
Aku ingat kata-kata suami Ririen tadi, ketiga anakku tahu Putra bukan anak kandungnya. Jadi bukan Fajar tak ingat siapa aku, dia malah sangat ingat dan sangat membenciku. Walau aku yakin Ririen dan suaminya tak pernah mengajar anak-anaknya untuk membenciku.
Apa aku harus berubah sejak saat ini? Apa anak-anak mau menerimaku kembali? Paling tidak saling bertukar khabar atau bersapa layaknya seorang teman. Aku terperangah pada sosok suami Ririen, terlihat sangat muda dengan rambut gondrongnya.
Tapi aku akui dia macho. Mengapa Ririen membolehkan suaminya gondrong? Apa pekerjaan lelaki itu sehingga penampilannya bisa seperti itu? Kalau dia kerja kantor tentu tak akan memanjangkan rambut. Apa dia seniman karena Fajri bilang dia akan ikut pentas lagi?
__ADS_1
Aaarrrgggghhh… aku harus bagaimana?
RICKY END POV
Sialnya sesampai di hotel Ricky mendengar lagu yang sangat menusuk hatinya tentang penyesalan seorang laki-laki melihat mantannya bahagia dari Bruno mars, judulnya When I was your man,
When I had the chance
Take you to every party
Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man
My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
***
buka youtube dan cari lagunya ya.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL THE BLESSING OF PICKPOCKETING YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta