
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Makasih Mas,” Ririen mengecup pipi suaminya. Malam ini mereka bisa pillow talk seperti saat sedang di rumah. Selama liburan hal itu tak bisa mereka lakukan karena selalu ada saja anak yang tidur bersama mereka.
“For what?” Putra mengecup puncak kepala istrinya yang saat ini tidur didadanya.
“Telah menjadi ayah yang super special buat Fajar, Fajri dan Alesha,” jawab Ririen.
“Aku enggak ngebayangin kalau mereka masih dengan Ricky. Jangankan mengarahkan, bahkan untuk memeluk saja dia tak pernah kalau tidak aku paksa!”
Ririen kembali sakit hati mengingat dia selalu memperjuangkan hak anak-anaknya ketika bersama Ricky. Ririen selalu memaksa Ricky mendekap Fajar dan Fajri. Ririen selalu memaksa Ricky mencium keduanya dan Ririen selalu memaksa Ricky untuk berinteraksi sekecil apa pun.
“Jangan pernah menyesali apa yang jagoan tidak dapat saat bersama papanya. Tanpa Ricky aku enggak punya ketiganya. Daddy tahu kamu pernah sangat sakit menikah dengan Ricky. Kita ambil hikmahnya aja. Dengan pernikahan itu kita punya Mas, Abang dan Mbak,” Putra memeluk Ririen dengan lembut.
Putra tahu istrinya sedih mendengar bagaimana Fajar dan Fajri merasa bahagia mengingat saat pertama kali mereka liburan di Bogor.
Ririen membenarkan apa yang suaminya katakan. Tanpa Ricky mungkin dia tidak tinggal di Kranggan Permai dan menjadi guru dari Putra . Mungkin dia masih tinggal dengan ayah dan ibunya di Jakarta.
“Jangan terlalu lelah berpikir, istirahat ya?” Putra tak berani menyentuh Ririen malam ini. Kamarnya memang sengaja tak dikunci, agar kapan pun anak-anak bisa masuk ketika mereka terjaga tengah malam.
Ririen menyurukkan wajahnya kedada suaminya yang sejak bujangan memang selalu tidur tak menggunakan kaos. Bahkan Putra cerita saat musim salju di London pun dia tetap bertelanjang dadda ketika tidur.
***
Tengah malam Alesha masuk ke kamar Ririen dan dia tidur ditengah daddy dan Mommynya. Putra yang merasakan kedatangannya hanya tersenyum dan memeluk putri kecilnya serta memasukkan kaki Alesha kedalam selimut yang dia gunakan. Lalu dia melanjutkan tidurnya.
Sehabis salat subuh Putra mengajak anak-anak berjalan-jalan sekitar villa yang mereka tinggali selama berlibur.
__ADS_1
“Itu bunga apa Dadd? Seperti terompet terbalik. Ada yang pink, kuning dan putih,” Alesha melihat bunga DATURA atau kecubung.
“Daddy enggak tahu sayang. Kita bikin foto aja nanti kita tanya Mommy ya?” Putra memang tak tahu nama bunga yang Alesha tanya. Tadi Ririen tak bisa ikut karena Leona belum bangun. Dan Leoni baru saja terjaga. Ririen sengaja menepuk-nepuk Leoni agar kembali tertidur.
“Iya Dadd, bikin foto aku juga dengan bunga cantik itu,” pinta Alesha.
Keren ya warna warni bunga Datura ini
“Dadd, kita naik delman yok,” ajak Fajri yang melihat delman melintas.
Putra langsung bertepuk memanggil delman sebelum menjawab permintaan Fajri. Kalau menjawab dulu ya delman keburu jauh.
Akhirnya mereka berkeliling cukup jauh sambil menikmati dinginnya pagi kota Bandung. Putra meminta mereka masuk-masuk kampung yang tidak banyak mobil melintas. Agar mereka banyak melihat pemandangan asri khas kota Bandung.
Setelah puas berkeliling Mereka langsung pulang ke villa. Sarapan yang dibuat ibu penunggu villa sudah tersedia. Semalam Ririen minta dibuatkan nasi bakar pada penjaga villa.
“Hari ini kita mau kemana Dadd?” tanya Fajar saat sarapan.
Sehabis sarapan Ririen dan Putra menyiapkan semua keperluan anak-anaknya. Lalu perjalanan ke Ciwidey pun dimulai.
Lokasi pertama yang Putra tuju adalah TAMAN KELINCI CIWIDEY, sengaja tujuan pertama memang tempat yang akan membuat krucil bebas bermain.
Kalau ke lokasi lain misal SITU PATENGGANG atau KAWAH PUTIH atau lokasi lain, nanti anak-anak sudah terlalu lelah saat di taman kelinci. Maka Putra sengaja membawa keluarganya langsung ke taman kelinci terlebih dahulu.
Di taman kelinci ini anak-anak bisa bebas bermain sambil memberi makan kelinci. Walau di rumah mereka juga memelihara kelinci, anak-anak tetap saja senang berada disini. Mereka memberi makan kelinci.
Disini selain kelinci, juga ada burung hantu, kuda dan kambing. Irhan sibuk membuat dokumentasi kelima anaknya. Sesekali dia berpose dengan Ririen. Kadang Fajri yang membidik, kadang Fajar, bahkan Alesha pun minta dia menjadi fotografer keduanya.
“Masih betah main disini?” Putra tak ingin memburu-buru anak-anak untuk pindah lokasi.
__ADS_1
“Dadd, bisa enggak kita pelihara Owl di kandang kita di rumah?” tanya Alesha.
“Kalau kita campur di kandang enggak bisa Mbak. Dia akan memakan semua burung dan anak ayam yang ada. Dia juga akan memakan anak kelinci kalau dia sudah besar,” jawab Putra bijak. Burung hantu atau Owl memang pemangsa hewan kecil sehingga tak bisa dicampur dalam satu kandang milik keluarga mereka di rumah.
“Mungkin kita bisa pelihara yang masih kecil tapi tidak ditaruh dikandang Dadd. Kita liarkan saja diluar. Sejak belajar terbang dia tidak kita kurung.” Fajar memberi solusi bila memang ingin memelihara burung hantu.
“Nanti kita coba, kita beli sejak dia baru menetas dan tidak dipelihara dalam kandang,” jawab Putra .
Lokasi wisata kedua di Ciwidey yang Putra tuju adalah Ranca Upas. Banyak wisatawan yang camping dilokasi ini. Sayang besok mereka harus kembali ke Jogja jadi Putra tak bisa mengajak anak-anaknya camping disini.
Di Ranca Upas yang terkenal adalah pemandian air panas Ciwalini. Tapi yang Putra tuju saat ini adalah membuat anak-anak bermain dengan rusa. Kelima anaknya tentu sangat senang bisa memberi makan rusa, berfoto dan membelai rusa. Sampai hampir sore anak-anak masih betah disini sehingga tak akan ada lagi destinasi kunjungan selanjutnya. Putra tak mau anak-anak terlalu lelah.
“Ayok pulang Dadd, sekalian makan malam aja ya. Nanti di villa tinggal tidur aja. Kita beberesnya besok pagi aja ya?” Ririen mengajak Putra pulang. Suaminya tentu tak akan menyuruh anak-anak pulang bila dia tak memintanya.
Malam ini ditutup dengan makan di rumah makan khas sunda, dengan aneka lalapan dan ikan bakar.
“Mommy pengen banget punya pohon ini Dadd,” Ririen menyuap daun poh-poh an yang sudah dicolek kesambal terasi. Daun lalapan ini memang hanya orang sunda yang biasa mengkonsumsi. Bahkan di Jakarta juga masih belum umum tukang sayur membawa lalapan jenis ini.
“Nanti kita minta Ayah buat cari bibitnya saja Mom, kalau sudah bisa tumbuh baru kirim ke Jogja,” walau Putra tak suka makan sayuran, kalau Ririen yang minta pasti dia akan upayakan. Itu sebabnya dia mengusulkan agar Ririen meminta ayahnya yang mencari bibit tanaman itu. Karena kedua orang tua Putra tak suka memelihara tanaman sehingga tak mungkin dimintai tolong dalam persoalan ini.
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL NOVEL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETIN JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta