
SEMOGA ENGGAK BOSAN AMA CERITA SEDEHANA INI
DAN INI HAMPIR DIAKHIR FLASH BACK KEHANCURANNYA ARIENKA
SELAMAT MEMBACA
Awalnya memang karena saat itu hujan dan mereka searah. Sunter ke Kranggan ‘kan memang lewat Condet. Namun akhirnya Ricky selalu melakukan ritual rutinnya pada anak baru bagian adminitrasi gudang itu.
“Iya Ma, aku ambil file dulu sebentar,” Ricky kembali masuk ke rumah, di kamar dia menelepon Mona memberitahu hari ini tidak bisa jemput karena akan mengantar ibunya. Mona memang tidak tahu kalau Ricky sudah punya istri dan dua anak, bahkan yang kedua baru berusia 4 bulan.
Ricky menyalakan mesin mobilnya, Ririen yang masuk mobil suaminya bingung mengapa ada selop wanita di mobil suaminya? Ririen melihat ke bagian lain, dia membuka tempat tissue sambil pura-pura mencari tempat sampah, di belakang dilihatnya ada tissue bekas yang bernoda lipstik dan coklat, sepertinya ada perempuan yang makan permen coklat atau ice cream coklat lalu membersihkannya, ada noda lipstiknya menempel di tissue tersebut.
“Perasaan aku enggak punya selop ini dan ini juga bukan ukuran kakiku ya Pa,” santai saja Ririen bergumam, “Ukuran oma juga bukan karena kaki oma ‘kan besar,” lanjutnya membayangkan kaki mertuanya.
“Oh itu punya temanku mungkin ketinggalan,” Ricky gugup menjawab.
“Koq bisa ketinggalan, apa dia turun mobil nyeker ya?” desak Ririen masih santai “Trus sejak kapan kamu pakai lipstik?” tanya Ririen.
“Maksud Mama apa?” Ricky makin terdesak.
“Ini lho, kamu entah makan ice cream atau permen coklat, tapi koq ada bekas lipstiknya juga di tissue bekasmu,” sahut Ririen sambil memegang tissue bekas yang dia temukan tadi.
Sampai Ririen turun di kantor pusatnya dia tidak membahas apa pun lagi. Dia hanya bertekad akan membuka kebohongan yang kembali dilakukan suaminya. Sepulang meeting Ririen langsung pulang, dia ingin menambal 2 ban mobilnya agar tidak sulit untuk mengunjungi konsumennya.
***
Esoknya Ririen berangkat sesudah Ricky, karena dia selalu memasak bubur bayinya dulu baru berangkat kerja. Saat sampai di lampu merah Cililtan, dia melihat mobil Ricky ada di depan mobilnya, baru keluar dari arah Condet.
__ADS_1
Ririen memperhatikan disamping Ricky ada perempuan yang bersandar di bahu Ricky. Di kejarnya mobil Ricky dan dia menghubungi ponsel Ricky dengan segera. Dia tak ingin ketinggalan waktu yang pas.
“Hallo Ma, kenapa nih tumben pagi-pagi telepon aku, Mama kangen aku ya?” sapa Ricky seakan-akan tak bersalah. Ricky sengaja bilang aku, bukan papa, agar Mona mengira yang menghubunginya adalah mamanya Ricky.
“Papa sudah sampai mana?” tanya Ririen lembut. Suaminya sudah berangkat sejak tadi. Dan setiap pagi memang Ricky berangkat awal dengan alasan jarak kantornya lebih jauh dari jarak kantor Ririen.
“Udah depan kantor nih Ma, mau parkir masuk kantor,” jawab Ricky. Ricky akan berkilah pada Mona bila Mona bertanya mengapa Ricky bilang sudah sampai kantor. Dia akan beralasan agar tak perlu menjemput mamanya. Demikian alasan yang akan Ricky berikan bila Mona bertanya nanti.
“Ok, kamu liat kebelakangmu, atau liat dari spionmu, aku di belakangmu dan aku lihat ada perempuan bersandar dibahumu sejak tadi sebelum aku telepon kamu!” Ririen langsung menutup teleponnya dan mendahului mobil Ricky sambil memberi klakson berkali-kali terlebih dahulu.
Ririen menjalani hari itu dengan hampa, kembali dia diselingkuhi. Sehabis kunjungan dari konsumennya di Klender, Ririen tidak kembali ke kantor. Dia menuju Kranji melalui Pondok Kopi, di jalan dia membeli buah pear dan semangka kesukaan papa mertuanya.
“Hallo Pa, koq tumben sudah di rumah, apa enggak ada kelas sore?” sapa Ririen pada papa mertuanya yang sedang mengutak ngatik pohon anggreknya.
“Hei, kamu dari mana? Papa enggak ada kelas sore ini, sudah masuk minggu tenang mau ujian semester ‘kan,” papa mertuanya adalah dosen bahasa Jerman.
“Habis ketemu konsumen di Klender Pa, jadi langsung aja bablas kesini, mama ada?” Ririen bertanya sambil salim pada mertuanya.
“Hallo Ma, sibuk?” sapa Ririen sambil mencium tangan mama mertuanya.
“Hai, tumben sore-sore sampai sini, kamu sendiri? Mana dua jagoan Oma?” tanya mama mertuanya.
“Hahaha mereka di rumah Ma, tadi Rien habis dari Klender, jadi langsung bablas aja ke sini,” Ririen menjawab mama mertuanya sambil membuka buah yang dibawanya lalu dia atur di tempat buah.
Mertuanya menyiapkan tiga gelas teh dan menyediakan pisang goreng hangat untuk mereka ngobrol sore itu.
“Dira mana Ma?” tanya Ririen menanyakan adik iparnya yang memang tinggal serumah dengan mertuanya.
“Dia lagi ke dokter gigi, antar Yoppie,” sahut sang mama mertua.
__ADS_1
“Ma, Pa, tadi Ririen liat Ricky bawa perempuan lagi, dan sudah Ririen konfirmasi ke kantornya juga, bahkan tadi Ririen sengaja jebak Ricky karena dia bilang sudah sampai kantor mau parkir, padahal mobilnya persis di depan mobil Ririen.” Ririen memang selalu berani memberitahu kelakuan busuk Ricky pada kedua mertuanya.
“Sepertinya saat ini kesabaran Ririen enggak cukup untuk bertahan Ma, jadi maaf bila nanti Ririen akan memastikan menggugat cerai,” Ririen langsung to the poin bicara pada mama mertuanya.
Mama mertuanya hanya diam saat Ririen bilang dia akan menggugat cerai, karena dahulu dia yang memastikan Ricky akan berhenti untuk selingkuh. Sehabis maghrib Ririen pulang dari rumah mertuanya. Dia sudah memastikan ini adalah batas toleransinya, dia akan kembali menjebak Ricky agar tertangkap basah seperti saat di Karawang dulu.
Ririen minta mas Bambang mencari data anak gudang yang tinggal di daerah Condet. Dari mas Bambanglah, Ririen mendapatkan nama Mona serta alamat gadis itu.
Dua hari sejak telepon di mobil, sore ini Ririen sengaja pulang agak telat, dia ingin memantau rumah Mona, sengaja dia lewat Condet dan mencari alamat Mona, lalu dia parkir agak jauh dari rumah Mona. Ditunggunya Mona kembali dari kantor.
Pukul 18.45 Ririen melihat mobil Ricky berhenti depan pagar rumah Mona, Ricky turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Mona.
‘So sweet bangeeeet,’ gumam Ririe dalam hatinya. Mona turun langsung memeluk lengan Ricky dan Ricky memberikan kecupan di pipi Mona, mereka memasuki halaman rumah dan di lihatnya Ricky mencium tangan seorang perempuan paruh baya di sana, sebelum dia pamit. Mona mengantarnya sampai pagar dan Ricky mengecup kening Mona sangat lama sebelum memasuki mobilnya.
Setelah mobil Ricky melaju meninggalkan halaman rumah Mona, Ririen menyebrangi jalan, dia sengaja tidak parkir di depan rumah Mona. Diketuknya rumah yang pintunya baru saja ditutup.
“Assalamu’alaykum,” dengan sopan Ririen memberikan salam.
“Wa’alaykum salam,” seorang laki-laki paruh baya menjawab salamnya sambil membukakan pintu.
“Cari siapa Neng?” sapa bapak itu ramah.
“Bisa ketemu Mona Pak?” tanya Ririe tenang.
============================================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
__ADS_1
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta