
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
Namun bagaimana bila dia kembali gagal? Bagaimana bila kembali jatuh dibatu yang sama? Ririen merasa berada diantara dua persimpangan. Menolak artinya dia kembali melukai kedua orang tuanya, dan sekarang ditambah melukai dua jagoannya. Namun dia sendiri tidak yakin bila harus menerima pemuda itu.
Putra sangat gelisah, dia menanti jawaban Ririen dengan resah, dia yakin tadi Ririen bersikeras membatalkan acara ini, terlihat dari matanya yang bengkak. Apalagi saat ini Ririen lama terdiam menimbang-nimbang sambil memandangi kedua orang tuanya. Ditatapnya wajah Ririen yang terluka, dia ingin segera memeluk dan menghibur perempuan yang dikasihinya itu.
Ririen menatap Putra dengan lekat, dia mencari alasan untuk membenci laki-laki itu sehingga ada alasan untuk menolak Putra. Ririen melihat mata yang memandangnya penuh damba, mata yang memandangnya penuh cinta, mata yang memandangnya dengan tulus, mata yang memandangnya dengan rasa ingin melindungi dirinya, mata yang selalu bisa membawa kedamaian dan kehangatan dihatinya, bukan mata penuh nafsu.
Ririen menarik seulas senyum yang dia berikan pada kekasihnya itu. “Ya, Ade akan menerima lamaran Mas Putra, dan bersedia mencintainya dan menjadi pendampingnya,” katanya tegas sambil terus melihat Putra dengan tatapan cinta.
“Alhamdulillaaaaah,” seru semua yang hadir di sana sambil menarik napas panjang. Penantian mereka terjawab sudah.
Selesai mendengar jawaban Ririen lalu semua membaca doa karena tidak ada acara tunangan, mereka akan segera membahas pernikahan. Tentu saja pembicaraan tentang acara pernikahan akan di lakukan setelah makan siang.
“I love you Mom, kamu tadi hampir bikin jantung Mas berhenti,” bisik Putra saat mereka duduk berdampingan saat makan. Putra memakai batik berdasar ungu muda, kembar dengan dress yang dipakai Ririen karena atasnya dia mengenakan kebaya ungu. Kemeja yang sama dengan Putra juga dikenakan oleh Fajar dan Fajri, sedang Alesha menggunakan gaun yang dibikin dari brokat dan kain yang sama dengan Ririen, untuk Alesha sengaja dibikin gaun agar lebih praktis.
“Enggak tau Mas, tadi pas mau didandanin koq aku jadi ragu untuk kembali menikah. Padahal waktu kita belanja bahan seragam ini, ngejahit sampai ngerancang detil pernikahan aku sudah manteb. Maaf ya Mas kalau aku masih sering seperti ini,” Ririen meminta pengertian Putra.
Putra ingat satu bulan lalu mereka hunting bahan kebaya dan batik tulis halus yang dia buat kemeja dan rok Ririen dengan sangat bahagia. Ririen sama sekali tak memperlihatkan keraguan akan melangkah bersama dengannya.
Putra sangat tahu hati Ririen yang pernah sangat terluka oleh lelaki yang telah merobek kepercayaannya. Dia genggam jemari Ririen untuk menyalurkan rasa kepercayaan diri pada kekasihnya itu.
“Mas, kemaren Dede mulai bisa melangkah lho,” Ririen melaporkan perkembangan Alesha, karena sudah lima hari mereka tidak bertemu.
__ADS_1
“Woow, anak gadisku udah jalan, habis makan kita photo berlima ya Mom, ‘kan belum ada photo pakai baju ini,” Putra memang paling narsis, dia suka banget mengabadikan setiap moment, terlebih dengan keluarga kecilnya.
Akhirnya kedua belah pihak setuju akan mengadakan acara pernikahan di masjid At-Tin dan resepsi seperti saat Hilman, di Museum Pewayangan dan akan di selenggarakan 27 hari dari hari ini. Tidak sampai satu bulan lagi Ririen dan Putra resmi menjadi suami istri.
***
“Mom, Daddy lupa cerita, kemarin saat mau beli cincin yang buat ngelamar Mommy dulu, Daddy ketemu ama Ricky, kita papasan di tangga mall, dia enggak ngenalin Fajar lho,” cerita Putra di mobil saat mereka hendak pulang ke Cilangkap.
Mbak Yuni dan mbak Surti ada di mobil Ririen bersama Alesha, disopiri pegawai kantor Putra. Fajar dan Fajri sudah tertidur di jok belakang mobil daddynya.
“Apa perlunya Daddy kasih tau Mommy?” tanya Ririen malas mendengar berita tentang mantan suaminya itu.
“Enggak gitu, karena habis itu Fajri nabrak dia, numpahin ice cream kecelananya, Daddy nyuruh Fajri salim ama dia, wajar dia enggak kenalin Fajri, karena saat dia tinggal ‘kan Fajri masih umur satu tahun, tapi kalau Fajar ‘kan dia tinggal sudah tiga tahun, masa ama anaknya enggak tau? Daddy jadi kebawa kesel anak Daddy digituin,” cetus Putra.
“I love you all,” Putra meyakinkan Ririen tentang kesungguhan hatinya, dia sendiri tidak tau mengapa bisa mencintai Ririen dan anak-anaknya tanpa bisa menjabarkan alasannya. Karena kalau menurut logika dia bisa dapat perempuan muda cantik terpelajar yang masih perawan. Itulah uniknya cinta, ada misteri yang tidak bisa ditebak oleh siapa pun, dan dia sangat beruntung mendapatkan cinta Ririen apa pun kondisinya.
‘Impossible love’ dulu Ririen selalu mengatakan itu saat awal-awal dia mendekatinya. Cinta yang tidak mungkin! Walau cinta antara guru dan murid itu biasa terjadi. Namun biasanya antara guru lelaki dengan siswa perempuannya. Bukan seperti dirinya, guru perempuan dengan siswa laki-laki.
***
Dipertemuan kemarin Ririen dan Putra dicoret dalam daftar penyelenggaraan pernikahan, mereka hanya diminta menyiapkan data untuk pendaftaran KUA, mempersiapkan cincin pernikahan serta mengukur gaun. Selebihnya tidak ada yang boleh mereka urus.
Mama serta ibu akan terjun berdua dibantu mbak Wiwied, teh Risye, Nuna, mbak Riries, mbak Milly, serta mbak Anielda Purbowisono atau mbak Elda.
Ririen sudah memberi tahu Putra, cuti yang didapatnya hanya tiga hari sebelum nikah dan tiga hari sesudah nikah. Kalau Putra tentu tak perlu cuti. Dia pemilik usaha walau hanya punya enam orang pegawai tetap.
__ADS_1
“Wah calon penganten masih sibuk aja ya,” ledek mas Agus yang kebetulan bertemu Ririen di kantor pusat.
“Mau ngapain cuti Mas kalau enggak boleh ikut urus-urus apa pun,” jawab Ririen ceria. “Saya ke bagian keuangan dulu Mas, mau minta tanda tangan mas Harry,” pamit Ririen.
Sementara Putra pun masih sibuk dengan kerjaan di kantornya, menjelang pernikahan tidak ada perubahan didalam kinerja mereka, karena mereka memang tidak boleh terbebani dengan keruwetan persiapan pernikahan yang seringnya membuat pasangan yang hendak menikah selalu berantem untuk menyamakan persepsi.
Bu Rini tahu Ririen mudah tersinggung, dia tidak ingin Ririen marah lalu membatalkan pernikahan sehingga membuat Putra terpuruk. Beberapa kali Ririen marah saja Putra terluka, apalagi kalau sampai Ririen bilang dia membatalkan pernikahan. Tidak terbayang itu terjadi.
Lebih-lebih saat keluarga Ririen bercerita pagi sebelum lamaran, Ririen hampir mundur karena kembali ragu terhadap pernikahan. Bu Rini sangat kasihan terhadap trauma yang Ririen dan Putra derita. Kedua orang ini sama-sama terluka oleh pasangan mereka sebelumnya.
***
\=======================================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : SENJA_90, DENGAN JUDUL NOVEL PENGANTIN PENGGANTI SAHABATKU YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1