WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
BOLEH PELUK?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kalian berdua langsung ke rumah sakit. Daddy check in di hotel dulu buat taruh barang termasuk ransel baju ganti kalian."



"Dari hotel Daddy dan Mommy akan langsung ke rumah sakit. Jangan lupa telepon Lesha bila kalian dekat papa agar dia bisa bicara dengan papa kalian."



Putra dan kedua putranya berpisah taksi. Dia menuju hotel terdekat dengan rumah sakit. 



"Merem dulu Mom. Simpan tenaga," bujuk Putra. Tak ada cemburu. Sejak dulu Putra tahu tak ada cinta tersisa dari Ririen untuk sosok yang sudah berkali-kali menyakiti nya itu.


\*\*\*



"Bagaimana kondisi dia?" Fajar masih sulit menyebut Ricky dengan panggilan PAPA. Semakin drop. Kalian masuk saja berdua bersamaan. Kalau pasien sudah kritis, boleh beberapa orang masuk." Fuad tak marah Fajar menyebut Ricky dengan sebutan DIA.



Mau bagaimana lagi?



"Kami tunggu mommy saja. Mommy sedang menaruh koper kami di hotel," sabut Fajar. 



"Ibumu datang?" Fuad tak percaya mantan menantunya mau datang jauh-jauh dari Jogja.



"Ya, hanya Lesha yang tak datang , karena tak baik bagi bayinya dibawa ke rumah sakit.



"Kalian sudah bertemu papamu?" Putra yang baru datang memberi salim pada Fuad.



"Bareng Mommy dan Daddy aja," jawab Fajar. Sejak datang Fajri belum bicara apa pun.



Mereka berempat masuk dan memakai pakaian khusus pengunjung ICU.



"Assala'mualaykum. Ini Fajri," Fajri memegang jemari Ricky dan berbisik ditelinga lelaki ayah biologisnya itu.



Fajar, Putra dan Ririen memandang wajah Ricky. Mereka melihat mata Ricky berkedip.


__ADS_1


"Fajri, maaf, Fajri," bisik Ricky sangat elan dengan titik air disudut matanya. Ririen mengambil tissue dan menyerahkan pada Fajar agar putra sulungnya mengelap air itu.



"Kami ada disini. Aku Fajar," bisik Fajar sambil mengusap air mata Ricky.



"Maaf. Maaf," Terdengar lagi permintaan maaf dari bibir Ricky.



Takut waktunya tak lama, Putra langsung menghubungi Alesha.



"Bisikkan kata-kata maafmu untuk dia," pinta Putra dan dia serakan ponselnya pada Fajar yang berdiri dekat kepala Putra.



Fajar meletakkan ponsel ditelinga Ricky. "Bicara De," bisik Fajar.



"Assalamu'alaykum Pa, ini Alesha. Cepet sembuh ya Pa. Aku sudah punya anak. Papa sudah punya cucu. Cepat sembuh ya Pa. Aku maafin semua kesalahan Papa ke aku. Maafin aku juga ya Pa."



"Cucu. Maaf." Sahut Ricky. Dan tak lama dia membuka mata. Dicarinya sosok Fajri.



Ricky melihat pada Putra dan Ririen. Dia berikan senyum untuk perempuan yang zelalu dia cintai sampai kini itu. 




"Ponsel papa pesan untukmu." Ricky menyentuh tangan Fajar.



"Di ponsel papa." Bisiknya lagi dengan lemah. Fajar tak mengerti. Dia hanya mengangguk.



"Boleh peluk?" Tanya Ricky pada Fajri.



Tanpa menjawab Fajri memeluk lelaki itu.



"Terima kasih," lalu penunjuk grafik jantung menunjukkan garis lurus.



"Papaaaaaa!" Pekik Fajar yang sadar lebih dulu. Fajri masih dalam pelukan Ricky



Putra langsung memencet bell.


__ADS_1


"Mohon keluar Pak. Bu," petugas segera mengecek. 



"Beliau sudah meninggal pada waktu 0.0.23. Demikian keterangan resmi petugas medis. 



Petugas langsung melepas semua alat yang terhubung di tubuh Ricky.



Fajar mengirim pesan pada Icha, Garo, Alesha, kakek dan eyangnya.



Putra memeluk tubuh Ririen. Putra meminta alamat rumah duka pada Fuad. 



"Kita kembali ke hotel dulu aja. Nanti kita langsung ke rumah duka saja. Tak ada yang bisa kita kerjakan saat ini," Putra mengajak istri dsn kedua anaknya.



"Abang bayar semua tagihsn dulu Dadd. Baru Abang ke hotel," Fajri memberikan bakti terakhir pada ayah yang tak pernah mengurusnya sama sekali itu. 



"Baiklah." Putra bangga Fajri melakukan hal itu tanpa disuruh.



"Opa. Nanti bisa pinjam ponsel papa? Tadi dia sempat buka mata dan bilang ada pesan untukku di ponselnya," bisik Fajar.



Sang kakek yang memang sejak Ricky masuk ICU dia yang pegang ponsel dan dompet Ricky langsung menyerahkan kedua barang itu. 



Fajar mengambil ponsel dan KTP Ricky. Dia serahkan KTPnya pada Fajri yang ingin ke bagian administrasi. Dompetnya dia kembalikan pada Fuad. 



Ponsel Ricky ternyata mati kehabisan daya



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/5867678/markdown/10636434/1674987904380.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2