WANT TO MARRY YOU

WANT TO MARRY YOU
APA ENGGAK BISA DIRAPIHIN?


__ADS_3

DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI


\~\~\~\~\~


“Mengapa berantakan, apa enggak bisa dirapihin?” tanya Fajri yang tidak mengerti maksud daddynya.


“Mom…,” Putra meminta bantuan Ririen menjawab pertanyaan Fajri.


“Maksud Daddy, beda jenis telinganya, jadi enggak bagus kalau itu kita pelihara di rumah” jawab Ririen.


“Oh enggak bagus, bukan berantakan” jawab Fajri puas atas penjelasan mommy nya.


“Thanks Mom” Putra mencium pipi Ririen sekilas.


Mereka sampai rumah menjelang malam, Ririen memerintahkan semua langsung mandi dan makan malam lalu tidur. Tadi sebelum memasuki Jakarta, Ririen meminta asisten rumah tangganya menyiapkan makan malam dan baju ganti anak-anaknya karena dia tau anak-anak terlalu lelah.


“Cape? Daddy kasih parem ya betisnya?” Putra menawarkan Ririen untuk membalur betisnya dengan parem agar sedikit mengurangi betisnya yang kaku. Ririe hanya menjawabnya dengan mengangguk, dia juga terlampau letih.


Dengan telaten Putra mengoles parem diseluruh betis Ririen dan sedikit memijatnya, sesudah itu dia cuci tangan dan memeluk Ririen.


Ririe mengusap pipi Putra dengan lembut, dia memainkan jemarinya di dagu suaminya yang sedikit kasar, kemudian jemarinya bermain di bibir kekasihnya itu. Putra yang mendapat perlakuan seperti itu menjepit telunjuk Ririen dengan bibirnya, tanpa menggigitnya. Dipegangnya jemari Ririen, dia tau istrinya ingin bicara namun ragu.


“Kenapa? mau bilang apa?” tanya Putra.


Putra bicara lembut dan matanya memandang mata istrinya. Ririen tidak berkata apa pun, dia malah menyembunyikan wajahnya didada Putra.Putra mengecup puncak kepala Ririen yang sedang menyembunyikan wajahnya didada miliknya.

__ADS_1


“I love you Mom, jangan pernah ragukan itu. Kamu tau sendiri bagaimana Daddy harus jungkir balik ngedapetin kamu, enggak akanlah Daddy berpaling darimu,” bisik Putra meyakinkan istrinya.


“Daddy tau kan, Mommy dan Fajri ketemu Ricky?” tanya Ririen lirih.


“Ya, Abang cerita dan sedih karena jadi tau dia bukan anakku” jawab Putra hati-hati.


“Dia bawa perempuan berbeda lagi, ini sudah tiga kali Mommy liat dia dengan perempuan berbeda,” Ririen menjelaskan.


“Enggak ada hubungannya lagi denganmu kan? Kenapa dipikirin? Biarin aja!” bujuk Putra.


“Mommy takut hukum karma, dia punya anak perempuan Dadd!  Dan itu adalah Alesha, gimana kalau Alesha dimainin laki-laki?” keluh Ririen dan dia mulai terisak.


“Kamu enggak perlu berpikir buruk, nanti perutmu kram lagi. Dan Alesha itu anakku, sejak berusia satu bulan dia sudah bersamaku. Bahkan di aktenya juga dia menggunakan Purwanagara bukan Mahendra. Berpikir positive aja ya,” bujuk Putra.


Putra bangkit duduk, dia memandang Ririen dengan tajam “Enggak semua laki-laki seperti itu Mom. Kamu tau aku pernah lebih buruk dari Ricky. Aku player, tapi aku hanya bermain sexx tanpa perasaan. Aku enggak pernah terikat dengan siapa pun yang aku ajak tidur.” Putra menjeda kalimatnya.


“Sehabis main ya sudah, tak ada pembicaraan apa pun. Bahkan enggak pernah janjian untuk melakukannya kedua kali dengan orang yang sama. Aku melakukan itu karena aku benci perempuan. Aku melakukan bukan untuk memuaskan nafsuku, tapi membalaskan marahku. Tapi sejak bertemu dirimu dan merasakan cinta, aku melakukannya dengan segenap jiwaku Mom. Bukan untuk menuntaskan nafsu, melainkan untuk menyalurkan rasa cintaku padamu. Jadi please jangan pernah berpikir aku sama dengan siapa pun apalagi dengan mantan suamimu itu!” Putra mengatakan semua itu dengan tegas tapi lembut sambil memandang wajah sendu istri tercintanya.


“Lukaku hanya kering diluar Dadd, dalamnya masih bernanah. Aku sakit ketika tau banyak teman tidurmu yang memujamu dan ingin mendekatimu lagi seperti ketika di pesta pernikahan Sanih, dan saat itu kita belum menikah. Saat itu aku masih berupaya mengerti. Namun saat mendengar perempuan menyatakan bahagia pernah menjadi bagian hidupmu dan enggak akan melupakan kisah manis kalian, padahal saat itu kamu sudah menjadi suamiku, aku sungguh sangat sangat sangat perih, karena lukaku seperti tersiram air garam,” Ririen menjelaskan apa yang dia rasakan selama ini


“Maafin Daddy cintaku. Serius Daddy enggak pernah mempunyai rasa apa pun pada Jane.  Dia pacar Joseph sahabat Daddy saat di London. Memang jujur, karena mabuk, pernah satu kali Daddy dan dia making love, tapi seperti yang tadi Daddy bilang, Daddy enggak pernah melakukan making love atas dasar cinta selain dengan Mommy. Sehabis tragedy mabuk itu Daddy meminta pada Jane untuk tidak pernah bertemu lagi.” Putra menjeda ceritanya. Dia ingin tahu reaksi istrinya.


Karena Ririen masih diam, dia melanjutkan kisah hidupnya.


“Dan itu terjadi di dua tahun terakhir sebelum Daddy kembali ke Indonesia. Sampai tiba-tiba dia datang ke indonesia mencari Charles yang meninggalkannya saat dia sedang hamil. Dia datang ke kantor Daddy untuk meminta bantuan Daddy. Namun saat itu Daddy menjawab enggak bisa bantu dia karena Daddy harus memperhatikan Mommy 24 jam karena Mommy sedang hamil. Saat itulah dia bilang terima kasih pernah menjadi bagian hidup Daddy. Maksudnya kami pernah berteman baik sebagai teman sebelum berpisah, jadi bukan sebagai kekasih.” demikian versi Putra

__ADS_1


“Dia bilang enggak akan melupakan semua kisah indah kami maksudnya ya tentang masa-masa manis dia dengan Joseph dan Dadd bersama teman-teman satu kelompok di kampus. Bukan kenangan sebagai kekasih karena Daddy hanya satu kali aja berduaan dengan dia saat enggak sengaja ketemu di club itu.” Putra sampai berbusa-busa menjelaskan kronologis hubungannya dengan Jane yang membuat Ririen sakit hati dan salah paham hingga hampir dua bulan tidak mau bicara dengannya.


“Kalian dua tahun enggak ketemu sejak di London, artinya sekarang hampir lima bagaimana dia bisa tau nomor HP mu lalu kencan di kantormu bila sebelumnya enggak ada komunikasi?” Ririen curiga Putra berbohong padanya.


“Honey, kamu ingat Cindy, teman Daddy yang di London yang meng handle kerjaan Daddy di sana? Kamu kan sering ngobrol dengan Cindy. Cindy lah yang kasih tau nomor Daddy ke Jane,” jelas Putra.


“Saat sudah sampai di Jakarta Jane menghubungi Daddy minta ketemu. Daddy jawab enggak bisa keluar kantor. Kalau mau silakan datang ke kantor aja. Kalau Daddy mau selingkuh, Daddy enggak akan lakukan pertemuan di kantor! Daddy akan minta ketemuan di lokasi yang kamu enggak bisa tau Mom,” jelas Putra.


“Kamu tahu kenapa ruang kantor sengaja Daddy bikin enggak tertutup tiap ruangannya? Itu karena Daddy enggak ingin ada skandal di kantor. Hanya ruang bagian keuangan saja yang tertutup agar ada jaminan keamanan computer dan buku-buku keuangannya. Namun itu pun dibuat dari kaca agar tetap bisa terlihat oleh siapa pun” jelas Putra lagi sambil menciumi pipi Ririen.


“Setahu Mommy semua anak kantormu enggak ada yang tahu nomor rumah kita. Apa Cindy tahu nomor rumah kita? Bila tidak, darimana ular itu tahu nomor rumah?” tanya Ririen dengan penasaran. Ingat perempuan yang curiga, intuisinya lebih tajam dari samurai.


\===============================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA :  IKA OKTAFIANA, DENGAN JUDUL NOVEL  RUMAH TANGGA YANG TERKOYAK YOK!



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya 


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2