
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Kalau gitu Dede sama Abang yang nyanyi, biar Daddy ma’em sambil main gitar ya? Kalau Daddy pingsan karena kelaperan siapa yang kuat gendong?” tanya Ririen.
“Ayo Dede dan Abang nyanyi, Daddy main gitar. Abang mau nyanyi lagu apa?” tanya Putra sambil memandang Ririen dengan mata penuh cinta. Dia memang belum makan. Dan sekarang mendapat attensi seperti itu dari istrinya. Kalau tak malu mau rasanya dia menangis karena bersyukur.
“Naik-naik ke puncak gunung Dadd,” pinta Fajri.
Dan mereka pun riuh bernyanyi, tak terasa nasi dipiring habis dimakan Ririen dan Putra berdua, tadi sebelum makan jagung bakar anak-anak dan Ririen sudah makan lebih dulu.
“Sekarang ayok cuci tangan, sikat gigi dan bobo, baju bobo serta kaos kaki sudah Mommy siapkan di kasur kalian,” perintah Ririen.
Villa ini terdiri dari tiga kamar, dan siang tadi mereka hanya menempati dua kamar saja, yaitu Ririen tidur dengan Alesha dan Fajar tidur dengan Fajri. Dan di tiap kamar terdiri dari satu tempat tidur besar dan satu tempat tidur kecil. Kalau dibutuhkan pemilik villa juga bisa menambahkan kasur tambahan bila penyewa membutuhkannya.
Ririen menggantikan baju Alesha setelah membantunya sikat gigi. “Dede pakai sandalnya dulu, Mommy mau ke kamar Abang dan Kakak.”
“Met bobo jagoan Mommy,” Ririen mengucapkan selamat tidur pada kedua jagoannya dan mengganti lampu tidur di kamar anak-anak. Putra baru masuk saat Ririen akan keluar kamar, dia baru saja ke rumah penjaga Villa untuk mengembalikan gitar dan memberinya uang untuk membelikan lidi tusukan sate serta udang yang besar besar serta saos sambal besok pagi-pagi, sehingga dia tidak perlu ke pasar, dia ingin menggunakan waktunya lebih baik dengan anak-anaknya.
“Met bobo jagoan Daddy,” bisiknya sambil menciumi anaknya, Fajri yang mendapat ucapan itu lebih dulu langsung memeluk leher Putra dan berbisik sambil terisak “Abang anak Daddy dan Mommy, bukan anak siapa pun.”
“Yes course, you are my Son, jangan takut dan meragukan, Daddy sayang banget ama Abang.” balas Putra sambil memeluk erat dan menepuk-nepuk punggung Fajri.
“Night Daddy,” balas Fajar tenang, karena dia sudah tahu, dia anak daddynya apa pun alasannya.
Putra masuk kamar Ririen, dilihatnya Alesha sedang dikeloni Ririen, sambil diusap punggungnya. Putra berbaring di belakang Alesha, dibisikinya anak perempuannya itu dengan ucapan manis. “Met bobo Princess Daddy” dan dikecupnya pipi gembil putrinya.
__ADS_1
Diaturnya bantal dan guling di belakang Alesha lalu dia pindah keposisi di belakang Ririen, dipeluknya istrinya. “Met bobo belahan jiwaku,” bisiknya sambil mengecupi leher Ririen, sesekali dia juga menghisap serta menggigit leher itu, tangannya membelai perut Ririen yang makin besar.
Ririen memegang tangan Putra dan meletakkannya di perutnya dan agak di tekan sedikit. Putra merasakan gerakan lembut dari dalam perut istrinya dan dia tersentak mengalami kejadian itu pertama kali dalam hidupnya. “Mom, dia bergerak menyapa Daddy” pekiknya, tanpa sadar membuat Alesha terganggu karena kaget. Ini adalah pengalaman pertama bagi Putra. Dia sangat excited merasakan gerakan bayi di perut istrinya.
“Maaf Princess, maaf Daddy ganggu ya. Daddy kaget karena dedenya bergerak,” Putra menciumi pelipis Alesha, lalu dia kembali memegang perut Ririen tapi tak merasakan gerakan lagi.
Ririen pun kembali memegang tangan Putra dan meletakkannya di perutnya, Putra kembali terpesona merasakan gerakan anaknya dalam perut Ririen, dia menciumi Ririen sambil menangis bahagia.
“Thanks Mom, I love you, makasih udah kasih Daddy kebahagiaan ini,” ucapnya tulus.
Ririen memegang wajah Putra lembut dan mengecup bibirnya, membuat Putra tambah bahagia dengan perlakuan yang diterimanya itu, dia ciumi Ririen dengan rasa syukur.
“Dede, udah malam lho, Kakak, Abang dan mbak Alesha sudah pada bobo, jadi Dede bobo ya, biar Mommy juga istirahat,” bisiknya pada dua calon bayi di perut Ririen, dikecupnya perut istrinya sambil dibelai lembut membuat Ririen merasa nyaman dan tertidur. Sepanjang malam Putra memeluk istrinya yang sudah dua bulan tak menyapanya.
***
“Colned keju Dad,” sahut Fajri.
“Kakak mau corned keju tapi pakai sayuran seperti burger Dad, Mommy juga kemarin sudah beli saos sambelnya. Kakak ingin yang pedas,” jawab Fajar yang selera pedasnya cukup berani untuk anak berumur tujuh tahun.
“Abang enggak mau sayulan,” tolak Fajri, yang entah mengapa segala hal dalam dirinya lebih mirip ke daddynya.
“Pakai lah, biar sehat” bujuk Putra, seakan dirinya pemakan sayur.
“No dad, kalau harus tambah sayulan mending loti Abang isi selai kacang aja,” tolak Fajri tegas, dia paling tak mau kompromi. Tapi bila Ririen yang bicara, anak kecil ini tak pernah membantah. Seakan dia tak pernah ingin membuat hati mommynya terluka.
Putra tidak bisa berkutik, bila Ririen yang mengharuskan, Fajri baru nurut, tapi selain Ririen tak ada yang bisa mengharuskan dia makan sayur. Mereka sarapan di teras samping villa sambil melihat para pekerja memanen sayuran kol, kembang kol serta wortel di bawah villa.
__ADS_1
Alesha keluar kamar digandeng Ririen yang masih mengantuk. “Dadd” panggil Ririen, lalu di serahkannya tangan Alesha pada Putra.
“Masih ngantuk?” tanya Putra yang langsung berdiri saat mendengar Ririen memanggilnya, dipeluknya pinggang istrinya dan dikecup kening dan bibir istrinya. “Mau lanjut bobo di kamar atau duduk sini Daddy bikinin sarapan?” tanyanya lembut.
“Di kamar aja,” sahut Ririen sambil balik badan menuju kamarnya. Sejak hamil memang Ririen jadi pemalas, sulit bangun dan rajin makan.
Putra membuatkan su5u serta sarapan Alesha, dia minta Fajar mengawasi Alesha sebentar, dia ingin ngecek keberadaan istrinya. Di kamar dilihatnya Ririen sedang tidur pulas berselimut, mereka tidak menyalakan AC karena suhu memang sudah dingin.
Ditutupnya pintu kamar dan dia kembali pada ketiga anaknya. “Jalan-jalan yok,” ajak Putra pada ketiga anaknya yang tentu saja sangat antusias menerima ajakan daddynya. Tentu saja banyak pengalaman baru yang dilihat Fajar dan Fajri di desa, lebih-lebih Putra selalu memancing mereka untuk selalu ingin bertanya.
Kembali dari jalan-jalan dilihatnya Ririen masih nyaman tertidur. Putra hanya terkekeh melihat kemalasan istrinya, andai dia tidak datang pasti sejak pagi Ririen sudah terbangun dan mengurus tiga anak mereka ini.Putra memasak nasi dengan rice cooker yang tersedia di villa.
Dia belum tahu menu makan siang apa, tadi dia sudah membeli ikan lele besar-besar di kolam yang saat mereka lewati sedang panen, selain itu dia juga membeli sedikit tahu yang tukangnya berpapasan dengan mereka. Tapi karena Ririen tidak juga bangun dia memutuskan menu makan siang lele dan tahu goreng dilengkapi sambel terasi dan lalapan.
\===============================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : DHEVY YULIANA, DENGAN JUDUL NOVEL CINTA TULUS GADIS BUTA YOK!
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta
__ADS_1