
DARI SEDAYU ~JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI
\~\~\~\~\~
“Ha ha ha, sama aja ama mbak Kasih nih, enggak mau terbuka. Ok karena ini order lanjutannya mbak Kasih, dan langsung pesan tiga unit, enggak usah nego lagi saya langsung kasih discount 10% dari price list” jawab Ririen lugas.
“Baru sekali ini saya ketemu marketing yang enggak bertele-tele, apa karena diantar suami?” gantian Ilham yang menggoda Ririen.
“Kalau enggak dianter saya, dia lebih lugas Pak, malah sedikit ketus, entah kenapa koq konsumen pada mau aja beli barang dia,” jawab Putra santai. Memang seperti itu kenyataannya.
Putra sering melihat Ririen bicara dengan konsumennya, lebih-lebih saat mereka belum menikah, memang dia tidak bermanis muka. Mungkin menjaga kewibawaanya karena kalau mudah senyum dan sedikit lembut takut orang salah duga saat statusnya janda.
Ririen yang digoda suaminya memberi cubitan di lengan Putra sehingga membuat suaminya meringis sedang Ilham tersenyum lebar melihat suami istri di depannya.
Ririen dan Ilham melanjutkan pembicaraan mereka tentang warna yang diinginkan konsumen serta spec lainnya hingga detail. Sehingga tiga hari lagi mereka bisa bertemu untuk tanda tangan MOU. Putra memperhatikan cara kerja Ririen yang selalu saja perfeksionis itu.
***
“Mau mampir makan kerang?” Putra menawarkan Ririen makan karena dia tau istrinya pasti kelaperan. “Atau mau makan apa dan di mana?”
“Pengen lesehan kaya di Jogja itu deh Dad. Tapi sekarang makan Fried chicken aja boleh enggak?” kata Ririen.
“Boleh lah, daripada nyari lesehan belum pasti sesuai selera, ‘kan mending yang pasti aja, kentuki atau mekdi?” tanya Putra.
“Yang pertama kita temui aja,” Ririen tak ingin menyusahkan suaminya.
“Mom, tiga hari lagi kamu ke Bandung ama Tuti aja ‘kan?” tanya Putra.
“Iya, kalau buat MOU cuma ama Tuti. Kalau langsung pengerjaan biasanya sama supervisor teknisi, seperti saat di Jogja. Tapi biasanya anak teknik berangkat sekalian material barang. Kenapa Dadd?” Ririen penasaran, karena tidak biasanya Putra bertanya detail pekerjaannya.
__ADS_1
“Mommy kan lagi hamil, Daddy enggak mau Mommy kecapean, jaga our babies ya Honey” Putra mencium jemari Ririen dengan lembut sambil membelokkan mobilnya kearah mekdi yang dia lihat.
Ririen langsung duduk. Dengan Putra dia tak perlu ditanya pengen apa karena Putra hafal porsi dan kesukaan Ririen. Saat ini porsi Ririen beda dengan saat dia tidak hamil tentunya.
“Kalau Daddy antar Mommy aja gimana? Kita naik mobil ke Bandungnya. Tuti bisa bareng, tapi Daddy enggak janji kita langsung pulang. Daddy lihat kondisi Mommy, kalau aman langsung pulang, ya kita pulang. Tapi kalau enggak, ya kita harus nginep sampai Mommy nyaman buat pulang,” Putra mengusulkan opsi berangkat dengan mobil.
“Mommy setuju banget kalau Daddy mau antar. Tapi soal Tuti, Mommy enggak janji. Kan enggak tau dia nyaman enggak kalau harus nginep. Di dapat izin nginep enggak dari suaminya,” jawab Ririen dengan bahagia, dia sangat senang Putra bisa selalu memprioritaskan dirinya, hanya ucap syukur dalam hati yang bisa dia lakukan.
Pasangan itu makan dengan banyak canda. Beberapa kali Ririen menyuapi ayam yang sudah dicelup saos sambal ke mulut Putra. Dan sering Putra mengelap bibir Ririen dengan jemarinya. Kadang Putra terlihat mengelus lengan Ririen dengan mesra. Semua itu tak luput dari pandangan tajam milik Ricky yang sudah duduk makan lebih dulu sebelum pasangan itu masuk.
‘Perutnya makin besar,’ Ricky melihat pasangan itu sejak mereka masuk dan Ririen langsung duduk tanpa ikut memesan. Sebelum berpisah Ricky melihat suami mantan istrinya mengusap perut buncit itu dengan sayang.
Bahkan hal itu tak pernah dia lakukan sejak kehamilan Fajar yang orang bilang kehamilan paling ditunggu karena kehamilan anak pertama.
***
Selesai sudah penandatanganan MOU di Bandung. Tidak tanggung-tanggung Ririen langsung memberi income besar pada perusahaan dengan tiga unit laboratorium bahasa sekali tanda tangan.
“Pastinya masih lah Pak, tanda tangan MOU aja baru terjadi 45 menit lalu, bu Dewi masih melihat lokasi kelas yang dipersiapkan pihak yayasan,” jawab Tuti dengan berani. Ya habis pertanyaan pemilik perusahaan juga aneh. Masa tanda tangan belum satu jam dia sudah sampai Jakarta lagi.
“Sampaikan pada bu Dewi, selamat atas prestasinya” pesan pak Insa.
“Dapat bonus special kan Pak” Tuti meminta bonus tersendiri diluar ketentuan perusahaan.
“Kamu tu paling bisa ya,” kekeh pak Insa.
“Ini kan harus diatas bonus PRJ Pak. Dalam satu bulan bu Dewi bisa tembus empat laboratorium lho Pak,” rajuk Tuti. Dia bicara sambil membenahi berkas serta memisahkan berkas tiap unit.
Ririen minta tiga unit di buat menjadi tiga MOU. Karena bila dibuat dalam satu MOU akan merugikan konsumen ketika ingin komplain kerusakan atau garansi perbaikan.
__ADS_1
Karena satu MOU hanya bisa klaim maximal tiga kali untuk jatah free garansinya. Ririen memang tidak mau merugikan konsumennya sama sekali. Kalau di buat satu MOU perusahaannya akan mendapatkan enam kali keuntungan free garansinya.
Ririen ngobrol santai dengan Ilham di ruang kepala yayasan sehabis melihat tiga kelas kosong. Teknisi akan mulai bekerja besok pagi. Siang ini mereka berangkat dari Jakarta.
“Tadi malam saya sempat telepon mbak Kasih, ngasih tau Bapak pesan tiga unit kecil,” Ririen membuka percakapan santai mereka.
“Kamu tu curang ya, ama Kasih manggil mbak, ama aku panggil Pak,” Ilham memotong pembicaraan Ririen.
“Ya trus saya harus panggil apa ke Bapak?” Ririen malah bingung, dia juga dengar Ilham sudah ber aku-kamu bukan saya-anda lagi.
“Abang, kamu panggil aku Abang. Kamu enggak keberatan ‘kan Put?” tanya Ilham pada Putra
“Malah enak dengarnya Bang, jadi enggak kaku” jawab Putra dengan senang.
“Lho, koq jadi minta izin ke suami saya Pak?” tanya Ririen, dia belum merubah panggilannya.
“Tuh kamu masih aja panggil Pak” keluh Ilham.
“Ya wis saya ngalah” jawab Ririen.
“Kalau ama Abang ya jangan pakai kata saya lah, enggak cocok. Ganti jadi aku,” protes Ilham lagi
“Ok, panggilan akan saya ubah asal Bapak mau cerita hubungan Bapak ama mbak Kasih” Ririen menjebak Ilham, karena dia merasa pasti antara mereka ada hubungan khusus.
“Bener yang Kasih bilang, kamu pemaksa tapi bikin semua sayang ke kamu. Kasih aja bilang dia jatuh cinta ama kamu, pengen anggap kamu adiknya tapi takut bilang ke kamu, dia enggak pernah sayang ke sepupu atau sahabatnya seperti saat dia jatuh cinta ke kamu” cerita Ilham.
\==========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA MILIK TEMAN YANKTIE YANG BERNAMA : CRAZY_GIRLS, DENGAN JUDUL NOVEL RACUN CINTA ARSENIO YOK!
__ADS_1