Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
100. Kabur


__ADS_3

Hai sista semua.. ngak kerasa udah eps 100 ya....🎈🎈 🎉🎉🎉🎈🎈


Terimakasih saya ucapkan buat kalian semua yang sudah setia membaca ATM hingga bab ini, semoga kalian semua sehat selalu.


Alhamdulillah untuk novel saya yang ke tiga ini mendapat sambutan yang lumayan ya.... he he seneng banget rasanya saat karya kita di baca oleh banyak audien 🤗😍


Insha Allah ATM akan ada season 2 nya ya yang mengisahkan kisah cinta monyet anak-anak Emma, dan kegabutan Sean menghadapi kenyataan bahwa anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa.


Pantengin terus ATM... thor selalu mengusahakan menulis dengan ide terbaik di setiap eps nya. Jangan lupa ngak pernah kendor thor minta kerelaanmu untuk nge like, komen dan vote ATM... love you all 😘😘


🍹🍧🍹🍧🍹🍧🍹🍧🍹🍧🍹🍧


Jam 8 malam... semua tamu sudah pulang, yang tertinggal hanya Ida , Cece dan suami. Mereka di jamu makan malam oleh keluarga Brown. Makan malam berlangsung dengan penuh canda tawa Duo racun yang senantiasa mengoda Emma dan Sean.


Selesai makan malam mereka mengobrol santai... tiba-tiba hp Cece berbunyi


" Ya Ailin... aku masih belum mendapatkannya... nanti aku tanya Ida ya...ok.. Ok... nanti kukabari bye " Cece menutup hp nya sambil menghembuskan nafas dengan kesal


" Ada apa Ce? " tanya Ida


" Ini lho sepupuku, dia kan punya perusahaan lingerie.. 2 hari lagi perusahaannya akan show perdana di Bali, nah aku diminta mencari seorang wanita Bali dengan tubuh proporsional yang sedang hamil, karena mereka akan meluncurkan produck baru berupa Lingerie untuk wanita hamil hufff bikin repot aja " omel Cece


" Ngapain bingung noo ada wanita cantik yang lagi hamil di depanmu Ce.... " sahut Ida tanpa berfikir, otomatis semua mata memandang ke arah Emma.... Senyum Emma mengembang sempurna


" Mau... mau... aku mau Ce " sahut Emma membuat mata Sean langsung melotot


" No.... Emma big no.... aku tak mengizinkanmu " jawabnya langsung


" Mengapa...? kan hanya run away bukan pekerjaan berat "


" Tidak... aku tak mau tubuhmu dilihat semua orang... enak saja " sahut Sean dengan wajah memerah menahan marah


Karena merasakan hawa yang kurang enak akhirnya duo racun pun pamit.


" Udah Emma.. lupakan ide konyol Ida... kami permisi ya he he " pamit Cece


" Maaf tuan Sean saya tadi hanya bercanda " sahut Ida


Sepulangnya duo racun ternyata pembahasan berlanjut lagi


" Mam.... boleh ya... " rayu Emma, entah mengapa tiba-tiba saja Emma sangat ingin berjalan di pentas lagi.


" Tidak... sekali tidak tetap tidak!! " Sean menyahut keras


" Maammmmm..... " adu Emma


" Sean... sebenarnya tidak ada salahnya istrimu berkegiatan se... "


" No mam... aku tak akan membiarkan semua mata memandangi keindahan tubuh istriku " Sean tetap dengan jawabannya, iapun berdiri dan berjalan menuju kamarnya. Sean takut jika tetap di situ ia akan memarahi Emma kembali


Emma memeluk Marsha dan mulai sesegukan

__ADS_1


" Hei... sayang.. jangan menangis, turuti saja suamimu itu, kau tau sifatnya kan... Sean tak bisa di tolak " rayu Marsha, bukannya diam tapi Emma tambah menangis... entah mengapa ia merasa sangat sedih


" Tapi Mam.... the babys want that hik hik hik.... " Emma kembali terisak, Daniel heran melihat sikap menantunya itu, biasanya Emma selalu menurut


" Daniel bicaralah dengan Sean... sepertinya Emma sedang mengidam " bisik Marsha, Marsha lalu mengajak Emma kekamarnya, sedangkan Daniel mendatangi Sean di kamarnya


Nampak Sean sedang merokok di balkon kamarnya, kegiatan yang di lakukannya hanya saat ia sedang stress


" Son.... izinkan saja istrimu, selama ini ia tak pernah minta macam-macam " ucap Daniel


" Pa... papa tau apapun yang di inginkannya akan kupenuhi, tapi tidak yang satu ini... aku tidak mau , lagian seperti tak punya uang saja harus bekerja seperti itu, uangku tak akan habis 7 turunan " omel Sean


" Son... ini bukan masalah uang, sepertinya istrimu mengidam. Seorang wanita hamil jika sedang mengidam memang biasanya aneh aneh son, dia sendiri mungkin tak menyadarinya " Sean terdiam


" Apakah Mam dulu seperti itu saat mengandungku? " tanya Sean


" Mamamu dulu saat mengidam setiap hari selalu mengusir papa, ia tak mau bersentuhan dengan papa... mencium bau tubuh papa... bahkan melihat papa saja tak mau ha ha ha " jawab Daniel tertawa geli


" Jadi pa... apa yang papa lakukan? "


" Ya papa mengalah... saat siang papa di kantor saja sampai mamamu tertidur baru papa pulang , bisa melihat dan memeluknya hanya saat mamamu tertidur "


" Papa tidak marah? "


" Awalnya marah... namun seiring jalan papa berusaha mengerti karena mamamu sedang hamil , sekarang jemputlah istrimu...ia di kamar papa "


Keduanya berjalan ke kamar Marsha.. masih terdengar isak tangis Emma. Sean membuka pintu kamar dan melihat Emma berebah di pangkuan Marsha sambil menangis


" Sayang... ayo kita kembali ke kamar, mama dan papa mau istirahat " ucap Sean namun Emma tak mengubrisnya


" Katakan dulu aku boleh run away " sahut Emma


" Tidak.... "


" Ya sudah... aku tidur dengan Mam saja "


" Sayang... jangan seperti anak kecil... ayo jangan ganggu Mam dan papa " bentak Sean tak sadar


" Sean..... jangan membentak istrimu " omel Marsha, Emma bangun dari pangkuan Marsha ia berjalan dengan menghentakkan kakinya menuju kamarnya


" Kau jahat hik hik hik daddy jahat" ucapnya kesal


" Sean.. mama ingatkan turuti saja keinginannya, ia sedang mengidam "


" Tidak.... aku tak percaya dengan hal seperti itu Mam, Emma hanya lebai " sahutnya lalu mengikuti Emma


" Sean....... " teriak Marsha namun Sean tak perduli


Sesampainya di kamar, Emma sudah di ranjang dengan posisi membelakangi Sean dan melilitkan selimut si sekujur tubuhnya sambil sesegukan, Sean lalu berebah di sebelah Emma


" Emma sudah berhenti menangis, besok kita belanja ya... aku akan membelikan apapun yang kau mau.. okay " rayunya sambil memeluk Emma dari belakang

__ADS_1


" Jangan sentuh aku... kau jahat hik hik hik, aku tak pernah meminta apapun padamu baru kali ini dan kau menolaknya " rajuk Emma


" Aku akan mengabulkan apapun maumu.. asal yang wajar "


" Bayiku menginginkannya Sean.... "


" Tidak... kau bohong, jangan memakai alasan bayi kita untuk merayuku " Sean tetap menolak


" Daddy jahat hik hik hik " Emma tambah menangis


Sean akhirnya diam saja, ia berusaha agar tak memarahi Emma berlebihan... tak lama ia tertidur sambil memeluk Emma. Berbeda dengan Emma... ia masih saja sesegukan... kesedihannya tak habis-habis. Sampai jam 12 malam matanya tak mau terpejam. Emma melepaskan pelukan Sean... ia keluar dari kamar dan mengagetkan Jhon yang sedang berjaga


" Nyonya Emma.. anda mau kemana? " tanyanya sopan


" Aku mau ke dapur " jawabnya


" Apa perlu saya temani? "


" Tidak... aku hanya ingin mengemil " tolak Emma lalu berjalan ke arah dapur


Entah apa yang ada di pikiran Emma, ia membuka pintu dapur yang langsung terhubung dengan garasi Villa, di ambilnya sebuah kunci dan menekannya hingga salah satu mobil berbunyi. Emma menaiki mobil tersebut dan mengendarainya menuju pagar... ia membunyikan klakson 3 kali, itu adalah kode para pengawal yang artinya bukakan pagar


Tanpa kesulitan Emma sudah keluar dari Villa, ia menjalankan mobilnya berkeliling tanpa arah.. namun Emma tak takut tersesat karena ia sangat mengenal Bali. Sambil mengemudi Emma menelfon Billy, hanya pada Billy ..Emma bisa curhat


" Hallo.....ya Emma ada apa jam segini kau menelfon? " tanya Billy begitu mengangkat hpnya


" Hik.. hik.. hik.. Billy aku kabur dari Villa "


" Appaaaa.....??? apa yang terjadi Emma... mengapa kau sampai kabur, ya Tuhan Emma jangan lakukan itu " Billy langsung panik


" Sean jahat... hik hik hik, aku benci benci "


" Katakan di mana kau sekarang... Oh Emma ini tengah malam, pulang ya... nanti kita bicarakan masalah kalian... ingat kau tidak sendirian.. kau sedang hamil. " nasehat Billy


" Tidak... aku tak mau bertemu Sean tit " hp Emma terputus karena low bath


" Hallo... hallo.. Emma... Emma... ya Tuhan Emma... " Billy panik sekali, berulang kali ia menelfon Emma namun HP Emma tidak aktif


Akhirnya Billy menelfon Sean...dan setelah berkali-kali akhirnya telfonnya di angkat


" Ada apa Bill... kau tau ini jam berapa? " omel Sean sambil menguap


" Bosss apa kau gila, kau enak-enakan tidur di saat Emma kabur dari Villa, suami macam apa kau bosss " omel Billy tak sadar, mata Sean langsung membulat... ia mencari keberadaan Emma yang tadi di peluknya... astaga Emma tak ada di ranjang, Sean bergegas membuka kamar mandi dan balkon... namun Emma juga tak ada.


Sean langsung membuka pintu kamarnya dengan kasar


" Jhonnnnn..... Malikkkkkk..... dimana istriku??? " teriakan mengelegar Sean membangunkan semua penghuni villa


Nah lho.... gimana sudah kalo begini, istri yang lagi hamil kabur karena ngambek... 😆😆


Kemana kira-kira Emma kaburnya, bantu cari ya sista

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


__ADS_2