
Hai Hai... dah senin lagi di tunggu ya vote kalian untuk ATM.... 😍😍
Pukul 11.00 tepat kedua pengantin telah duduk manis di pelaminan, keduanya nampak serasi sekali... yang satu cantik dan yang satu so so hansome... 😘😘 Keduanya nampak bak Ratu dan Raja dengan pakaian tradisional Jawa barat yang mereka kenakan.
Billy Elena segera naik pelaminan untuk berfoto ria dengan pengantin karena mereka secepatnya harus kembali ke London..berhubung si kucing garong akan pergi berbulan madu ke Bora bora
Elena senang sekali melihat pakaian yang dikenakan pengantin
" Billy sayang... nanti kita Pake pakaian seperti ini juga ya, lihat cantik sekali " ucap Elena berulang kali membuat Billy menghela nafas panjang
" Banyak sekali keinginanmu Elena.. ini.. itu... kamu mau menikah apa membuat pagelaran sih " omel Billy membuat Elena langsung cemberut
" Apa sih susahnya bilang ia saja.. untuk menyenangkanku... " balasnya sambil memonyongkan bibirnya
" Acara pesta itu ngak penting... yang penting kan bulan madunya... ia kan Rangga?? " tanya Billy
" He he iya... acara gini malah bikin pusing " jawab Rangga
" Yang pusing kepala atas apa yang bawah?? " celetuk Suprie
" Ya yang bawah lah ha ha ha " Rangga dan Suprie terbahak bersama.. membuat Billy menengok ke bawah ke arah perkututnya
" Napa Bill... lo ngak pake cd lagi?? " curiga Suprie melihat tingkah Billy
" Bukan itu.. gue cuman binggung Emangnya perkutut kita bisa pusing apa..? dia kan ngak punya otak..otak kan di sini?? " tanyanya sambil menunjuk kepalanya
" Bha ha ha hi hi hi... " Rangga dan Suprie kembali tergelak mendengar opini Billy
" Sudah deh Bill makanya cepetan nikah biar tau apa yang bisa membuat perkutut lo pusing wkwkw " jawab Rangga geli
" Bahaya si Billy mah... curiga Ntar malam pertama dia binggung lagi dimana letaknya gua hantu nya Elena wkwkwk " panggung pelaminan jadi ribut Gegara Rangga dan Suprie yang tertawa tak berhenti... sedangkan Billy hanya diam saja masih ngak konek apa yang membuat keduanya jadi tertawa begitu.
Di pihak perempuan... Fatimah memberikan sebuah bungkusan pada Zahra....
" Zahra... nih mpok belikan hadiah yang ciamik buat kamu... ntar malam kamu harus pake ya... Trus jangan lupa mpok juga belikan ramuan rapat wangi... minum rutin ya... biar mas Ranggamu itu tambah klepek-klepek " bisik Fatimah membuat wajah Zahra memerah malu
__ADS_1
" Ibu Iss..... apaan sih... makasih ya bu " sahutnya senang, sedangkan Elena yang mendengarnya langsung menarik Fatimah
" Nyonya Suprie.. aku kan mau menikah juga tak lama lagi... nanti kirimin ya itu.. obat yang bikin suami klepek-klepek itu, biar Billy lengket kayak prangko " bisiknya pada Fatimah
" Sippp... tapi ingat ya minumnya kalo sudah menikah... percaya deh ngak bakalan mau jauh-jauh tuh Billy dari ketekmu " jawab Fatimah membuat senyum Elena mengembang sempurna sambil memandangi Billy
Selesai sesi foto dan mengucapkan selamat... mereka lalu meninggalkan hotel untuk kembali ke London. Sebelum pergi Elena menyerahkan hadiah dari keluarga Brown berupa paket bulan madu ke Prancis, Zahra senang sekali berkali-kali ia mengucapkan terimakasih pada keduanya.
Sementara itu di luar Ballromm.. nampak rombongan teman sekolah Zahra sudah berkumpul, mereka sudah janjian agar bisa masuk bersama. Mereka takut jika ternyata undangan tersebut salah alamat.
Tak lama Rena datang dengan sang pacar, ia memakai pakaian terbaiknya... Rena tak mau kalah pamor si depan teman2nya karena ia terkenal sebagai murid paling kaya di sekolahnya.
Undangan dari. Zahra yang menikah di sebuah hotel mewah telah membuatnya dongkol luar biasa dan panas dingin, tentunya ia juga memasang target harus bisa lebih dari si miskin Zahra. Memasuki aula hotel. semua ternganga melihat kemewahan dan keindahan yang terpampang nyata di depan mereka.
" Enak banget Zahra ya dapat suami tajir melintir begini... uhhh pengen juga deh " ucap salah satu temannya membuat Rena semakin masam wajahnya, apalagi saat melihat di pelaminan yang begitu mewah Zahra terlihat begitu cantik dan mendapat suami juga yang begitu tampan.
Zahra sangat terkejut melihat teman2nya hadir dan memberikan selamat untuknya... ia tertunduk malu saat teman2nya mengojloknya seputar malam pertama dan bulan madu.
Dari semua temannya terlihat sekali hanya Rena cs yang nampak tak suka, namun Zahra tak mau ambil pusing, ini adalah hari bahagianya ia tak mau berfikir negatif.
Mereka sekeluarga makan bersama, selesai makan keluarga pun pulang sedangkan Zahra dan Rangga menginap dihotel tersebut selama 2 hari. Sebelum pulang ibunya Zahra membisikkan pesan penting pada anaknya
" Zahra ingat sekarang Rangga adalah suamimu, layani ia dengan baik dan yang terpenting jangan pernah menolak jika suamimu menginginkanmu... dosa jika kau menolak... mengerti !!, malam pertama akan terasa sakit sedikit nak, jadi jangan kaget ya... " pesannya sebelum memeluk anak gadisnya itu
Sedangkan bu Ami juga membisikkan pesan pada anaknya
" Rangga.. ingat istrimu masih terhitung belia, kamu harus bisa lebih bersabar dan mengayomi istrimu itu... jangan lupa kalo jebol gawang alon-alon... kasian tuh anak perawan kalo kamu ngak pelan2, jangan lupa sering2 bikin ya biar adonan lekas jadi " ucapnya membuat Rangga tertawa mendengarnya
" iya bu... ibu hati2 ya " ucap Rangga
Kini hanya tingga Rangga dan Zahra, mereka sedang berada di dalam lift menuju lantai teratas tempat kamar bulan madu mereka. Tangan Rangga tak lepas dari pinggang Zahra... sedangkan Zahra jangan di tanya... dadanya berdendang kencang, ia merasa sangat gugup mendengar saat pertama kali akan terasa sakit... Sesakit apa kira kira, apakah sangat sakit tanyanya dalam hati
Tak lama keduanya sampai di kamar mereka, Zahra pamit hendak mandi ke toilet namun Rangga menahannya
" Sini dulu dek... mas mau membuka hijab mu, mas ingin melihat rambutmu " ucapnya sambil mengiring Zahra ke ranjang. Mereka duduk berhadapan di tepi ranjang.
__ADS_1
Rangga berlahan membuka semua hiasan kepala Zahra dan akhirnya ia bisa membuka penjepit hijab Zahra. Zahra menunduk saat Rangga melepaskan penutup kepalanya, Rangga melepas cepolkan rambut Zahra, hingga terurailah rambut hitam gelombang Panjang milik Zahra.
Rangga menyusuri rambut panjang tersebut dengan jemarinya lalu mencium ujung rambut tersebut, Di angkatnya dagu Zahra agar mereka bisa saling tatap....
" Kau cantik. sekali.... " bisik Rangga sebelum menyatukan bibir mereka.
Zahra menutup kedua matanya... ia menikmati apa yang di lakukan suaminya itu... bulu romanya sampai berdiri saat Rangga menjelajah dengan lidahnya, tanpa di sadari Keduanya sudah berubah posisi ..Zahra sudah berebah dengan Rangga yang menindihnya
Pakaian keduanya pun sudah mulai bertebaran satu persatu...Rangga sudah sangat tak sabar menikmati tubuh Zahra sedangkan Zahra hanya pasrah menanti pengalaman barunya. Sedang asik-asiknya berkelana...
" Tok... tok... rok... room service " terdengar seseorang mengetuk pintu membuat Rangga mau tak mau harus menghentikan kegiatannya. Zahra pun bergegas masuk ke kamar mandi sedangkan Rangga membukakan pintu sambil mengomel siapa kiranya yang berani menganggu nya
Ternyata 2 orang pelayan kamar, mereka membawakan koper milik Zahra dan Rangga serta paket makan malam. Rangga mempersilahkan keduanya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
Setelah selesai mengatur makanan di meja dan meletakkan koper, keduanya lalu pamit. Saat hendak menyusul Zahra ke kamar mandi hp Rangga berbunyi.. terlihat panggilan dari Romi... Rangga pun mengangkatnya
" Hai boss maaf menganggu sebentar, aku sedang berada di gudang PT. Kila... Jhon sudah mendapatkan pengakuan dari kedua cecunguk itu dan sudah merekamnya dalam bentuk video. " lapor Romi
" Siapa yang menyuruh mereka?? " tanya Rangga
" Siapa lagi jika bukan penggemar no 1 mu... si Indah " jawabnya... Rangga langsung meninju lemari di sampingnya, ia kesal sekali dengan kelakuan Indah
" Ini tak bisa di biarkan... kurung keduanya di kantor Polisi... tuntut mereka sesuai undang-undang, berikan aku copy videonya... lusa aku akan mendatangi sang Jendral langsung " ucapnya marah
" Ok bos... sudah jangan terlalu dipikirkan, nikmati belah durennya dulu...bos jangan lupa diminum ya telur setengah matang nya... sudah kukirim itu ke kamar bos... he he " ucap Romi sebelum menutup hpnya.
Rangga berjalan ke meja makan dan mendapati memang ada segelas telur setengah matang di situ... ia pun tersenyum...
" Ini buat ronde kedua saja... ronde pertama ini tak memerlukan suplemen apapun " ucapnya sambil senyum-senyum sendiri
Kletek..... bunyi pintu kamar mandi yang berlahan terbuka... serrr.... dada Rangga langsung bergetar hebat.
Okay... kita ngintip dikit di lanjut besok ya... outhor lihat dulu jumlah vote kalian... semakin banyak semakin hot deh belah durennya... di tunggu
love you all... 😍😍😍
__ADS_1