Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
146. Welcome the babys O Brown


__ADS_3

Hai sista... ketemu lagi ama ATM , setelah rehat kemaren jempol thor dah sehat kembali... kita lanjutkan kisahnya


Tapi tetap jangan lupa untuk....


KOMEN....


LIKE.....


VOTEEEE.....


😍😍😍😘😘😘😍😍😍😘😘😘


" Nyonya ini yang baby boy... anda bisa memeluk mereka berdua " ucap perawat sambil meletakkan baby boy di sebelah baby girl... Emma bahagia sekali walaupun rasanya kurang lengkap karena suaminya yg sedang pingsan.


Sementara itu di luar ruangan Marsha dan Daniel segera berdiri melihat perawat yang kembali mendorong brangkar


" Emma?? " tanyanya


" Bukan nyonya... ini suaminya, pingsan juga " sahut perawat


" Whatttt.... omg Sean " ucap Daniel sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal, sedangkan Marsha hanya bisa mengelengkan kepalanya


" Daniel kau urus saja Sean... aku akan menemui Emma " ucap Marsha lalu ia pun masuk ke dalam.


Setelah memakai baju steril, Marsha lalu menemui Emma dan kedua cucunya, dilihatnya Emma sedang berbaring dengan 2 bayi mungil di dadanya... sedangkan kakinya masih dalam posisi mengangkang karena dokter sedang menjahit dan mengobrasnya... πŸ˜…πŸ˜…


Marsha mendekati Emma... air matanya menetes...


" Selamat sayang... kau sangat hebat, bisa melahirkan 2 anak secara normal dan kau baik2 saja, tidak seperti mam dulu " ucap Marsha sambil mencium kening Emma lama


Emma menangis terisak-isak


" Terimakasih Mam... seandainya mamaku masih hidup, mama pasti bahagia sekali hik hik hik " ucap Emma


" Sudah jangan menangis, sudah ada mam disini yang mengantikan mamamu ya...mam juga menyayangimu lebih dari anak Mam sendiri " hibur Marsha


" Omg look... cucu2ku sangat tampan dan cantik, aku sangat beruntung... terimakasih sayang sudah melahirkan keturunan Brown " ucap Marsha penuh air mata


" Permisi nyonya Brown, kami akan membersihkan ibu dan bayinya dulu, anda bisa menunggu di kamar saja " ucap perawat yang di angguki Marsha


" Baiklah sayang Mam keluar dulu, nanti Mam tunggu di kamar saja ya " pamit Marsha


" Mam bagaimana keadaan Billy dan Sean? " tanya Emma penasaran


" Mereka baik2 saja mam rasa, hanya shock karena melihatmu melahirkan. Mam akan mengatur agar kau dan Sean di tempatkan di satu ruangan oke... sekarang istirahatlah kau perlu memulihkan tenagamu " ucap Marsha kembali mengecup kening Emma


Emma pun tersenyum lalu menutup kedua matanya.... ia memang merasa sangat lelah.


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Sean membuka kedua matanya, ia pun langsung terduduk begitu ingat apa yang terjadi


" Emma... Emma.....!! " ucapnya begitu terduduk


" Shuuuut Sean jangan ribut, istrimu baru saja tertidur " tegur Daniel, Sean mengusap wajahnya lalu matanya mulai mengelilingi ruangan mencari keberadaan Istrinya


Nampak Emma sedang tertidur dengan infus di tangannya, perutnya sudah tidak sebesar tadi pagi. Sean melangkah mendekati Emma


" Bagaimana keadaan Emma pah? dimana kedua anakku? " tanyanya beruntun


" Istrimu baik-baik saja, begitu juga kedua anakmu... papah juga belum melihat kedua cucu papah " jawab Daniel


" Kletek.... selamat sore, bagaimana keadaan tuan Sean dan nyonya Emma? " tanya dokter begitu masuk


" Saya baik-baik saja, tolong periksa istri saya...tadi kuliat ia banyak sekali mengeluarkan darah ...lalu dimana kedua anakku " ucap Sean


" Ke dua anak anda baik-baik saja tuan... sebentar akan di bawa kemari, sedangkan keadaan nyonya Emma juga baik... hanya perlu beristirahat " jawab dokter


Mendengar suara ribut... Emma pun terbangun, dokterpun segera memeriksa kondisi Emma. Sean berdiri dan duduk di sebelah Emma, tangannya memegang tangan Emma dan mengecupnya berkali-kali


Dokterpun segera meninggalkan ruangan setelah selesai memeriksa Emma....


" Terimakasih sayang, kau sangat hebat... maaf tadi aku sampai pingsan melihat mu banyak mengeluarkan darah " ucap Sean sambil meletakkan tangan Emma di pipinya.


Wajah Emma langsung tersenyum melihat Sean sangat mengkhawatirkannya


" Sudah sehabis ini kita tak usah menambah anak lagi, aku tak sanggup melihatmu kesakitan dan berdarah seperti itu lagi " ucap Sean... ia meletakkan kepalanya di dada Emma dan tangannya memeluk Emma erat


" Aku sangat takut... kau kenapa-kenapa " ucapnya dengan posisi yang sama... Emma membelai rambut Sean berlahan


" Itu sudah kodratnya wanita sayang, aku bahkan sangat senang bisa melahirkan anak kita dengan normal " jawab Emma, Sean kemudian mengangkat kepalanya dari dada Emma.... ia memandangi wajah istrinya dengan intens


" Sayang.... dari mana anak-anak kita keluar? " tanyanya tiba-tiba membuat Emma tersenyum geli


" Kau sungguh tak tau? " Sean pun menggeleng


" Anak kita keluar dari gua yang biasa kau masuki " jawab Emma membuat Sean melotot


" Bagaimana mungkin mereka bisa keluar dari gua sekecil itu? kau bercanda "


" Sayang.... guaku bersifat elastis bisa melebar untuk mengeluarkan anak2 kita... walaupun harus robek karena mereka jauh lebih besar dari boy mu " jelas Emma... membuat Sean tambah melotot


" Jaadiii.... se sekarang guamu sebesar itu ? " tanyanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya


" Tentu saja tidak sayang, karena dokter telah menjahitnya kembali " jawab Emma


" Apaaa....??? di jahit, i...i.. itu di jahit? " teriaknya ngeri


" Ya sayang... luar dalam...kata dokter "

__ADS_1


" Ya Tuhannnn....., aku akan membunuh dokter itu, berani sekali Ia menjahit guaku " protesnya keras


Sean pun berdiri hendak keluar menemui dokter


" Sayang... kemari, mengapa kau marah pada dokter... memang prosedurnya begitu sayang " ucap Emma


" Tapi sayang.... bagaimana nasip boyku? " tanyanya sambil melihat ke arah boy nya


" Memangnya ada pa dengan boymu? " tanya Emma balik


" Bagaimana.. boy bisa masuk jika milikmu buntu karena telah di jahit oleh dokter sialan itu " sungutnya membuat Daniel yang sedari tadi diam jadi tertawa ngakak


" Wha ha ha hi hi hi.... Sean...Sean kau memang anak papa ha ha ha tenang saja son, mereka tidak menjahit habis gua milikmu ha ha ha " ucap Daniel geli karena dulu Daniel juga begitu ya sista... bahkan ia sempat menbogem dokter yang menjahit gua Marsha.... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Hadehhhh namanya lelaki yang dipikirkan hanya gua dan gua πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


" Kletek.... " kembali pintu di buka Marsha masuk di ikuti 2 perawat yang mendorong ranjang bayi


" Lihat... aku datang membawa kedua cucuku yang sangat tampan dan cantik " seru Marsha dengan wajah berseri-seri. Daniel segera berdiri mendekati baby box tersebut... wajahnya pun tak kalah sumringah.


" Berikan baby boy nya padaku sayang " pintanya, Marsha pun mengangkat bayi di box biru dan memberikannya pada Daniel, ia kemudian mengangkat baby girl... keduanya memamerkannya pada Sean dan Emma.


Tubuh Sean bergetar melihat kedua anaknya yang begitu imut, tangannya meremas tangan Emma


" Kalian sudah menyiapkan nama? " tanya Daniel... Sean mengangguk


" Berikan padaku pah... " pintanya sambil berdiri, Daniel menyerahkan baby Boy pada Sean


Sean menerimanya lalu mencium kening anaknya... lalu mengangkatnya sedikit tinggi...


" Kau kuberi nama LEON PRINCE O BROWN... kau akan kudidik menjadi pekerja keras seperti kakekmu dan papamu, kau harus bisa melindungi dan menjadi pemimpin perusahaan brown " ucapnya lantang... lalu memberikan Leon pada Emma


Marsha lalu memberikan baby girl pada Sean, Sean kembali mencium kening anaknya itu lalu mengangkatnya seperti kakaknya


" Kau kuberi nama PRINCESS SEAN O BROWN.... kau akan kubesarkan seperti seorang putri, papa akan mengurungmu bersama mamamu... kau tak akan bisa keluar dari penjara cinta papa sampai kau menemukan jodohmu " ucap Sean namun tak lama


" Oek ... oek...oek... " baby girl menangis keras


" Lihatlah Sean putriku yang belum mengerti ucapanmu saja protes karena kau akan mengurungnya... apalagi aku " celetuk Emma membuat semua tertawa bahagia....


ohhh so Sweet... semoga mereka selalu bahagia ya sis....


Sampai di sini dulu eps ini, besok kita bergeser ke kamar sebelah di mana Billy tengah terbaring dengan kondisi mengenaskan... πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa untuk selalu like komen dan vote karya aku


The Twins


__ADS_1


__ADS_2