Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
263. Lanjutkan...


__ADS_3

Mansion Daniel mulai ramai mobil -mobil mewah berseliweran mengantarkan nyonya masing-masing. Marsha sangat sibuk menyambut tamu-tamunya... ia terus mengandeng Megan dan memperkenalkannya pada setiap tamunya.


Tak sedikit yang kaget mendengar Jhon akhirnya memiliki seorang kekasih hati di usianya yang tidak muda lagi. Megan yang cantik menjadi sorotan hari ini.


Saosa datang dengan pakaian terbaiknya.. ia tak mau kalah cantik dan glamor dari Marsha cs, ia membawa anak perempuannya untuk mendampinginya.


Marsha menyambutnya dengan senyum ceria.. ia lalu memperkenalkan Megan pada Saosa...


" Kau tak usah mengenalkan kami Marsha... kami sudah saling mengenal, bukankah begitu Megan? " tanya Saosa... Megan tersenyum saja dan mengangguk.


" Oh begitu.. kalau begitu aku akan meninggalkan Megan untuk menemanimu Saosa.. aku harus melihat persiapan makanan kami dulu, permisi " pamit Marsha... Marsha lalu ke dalam dan mendatangi Jhon, walaupun sudah mengetahui semua kisah Jhon namun Marsha pura-pura tak tau di depan Megan dan Saosa.


" Jhon... sebaiknya kau atau Draco menemani Megan, kurasa Saosa akan membuat masalah " ucapnya membisiki Jhon yang sedang berbincang dengan Draco. Jhon pun berdiri.. ia hendak menemani Megan namun Draco melarangnya


" Biar aku saja yang menyelesaikannya pah, jika ia mau membuat onar.. aku akan mempermalukannya di depan semua orang!! " ucap Draco sambil membenarkan jas nya lalu berjalan dengan gagahnya ke luar ruangan.


" Tunggu son... apakan mamamu sudah kau beritahu perihal Saosa dan aku? " tanya Jhon lagi


" Belum pah... sudahlah serahkan saja semuanya padaku " ucap Draco lagi


Sebenarnya Draco merasa berdebar karena akan berhadapan langsung dengan ibu kandung yang melahirkannya... jika bisa memilih.. ingin ia memeluknya seperti ia memeluk papahnya namun ketidak perdulian Saosa padanya membuatnya urung melakukannya.


Dari jauh terlihat Saosa menarik Megan ke pinggir tempat acara... ia seperti hendak membicarakan hal yang penting.


" Oh Megan kemarilah... kita berbincang sejenak, bagaimana keadaan anak itu? apakah Draco sudah tau bahwa kau bukan ibu kandungnya? " tanyanya...Megan terkesiap mendengarnya...


" Ti.. tidak aku belum memberi tahu apapun padanya Saosa... apa.. apakah kau ingin aku memberitahu Draco bahwa kau adalah ibunya? " tanya Megan sambil memegang dadanya yang berdegup kencang


" Kurasa tidak perlu.. toh dia sudah bahagia dengan keadaannya sekarang " jawab Saosa membuat Megan bisa bernafas lega


" Tapi apakah kau tak penasaran siapa ayah kandung Draco... Meg?? " pertanyaan sederhana yang membuat mata Megan membulat

__ADS_1


" A... ayah kandung Draco ma.. masih hidup?? " beo nya lagi


" Ya... dan kurasa ia akan merebut Draco darimu Meg, karena ia ada di sini... di London " jawab Saosa... Megan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya... matanya langsung saja berkaca...


" A.. ayah kandungnya ada di sini.. di London?? " ucapnya sangat terkejut


" Apakah kau memberitahu nya tentang Draco ..Saosa? " Yang Megan lagi, air matanya blasssss terjatuh tak bisa di rem lagi


" Ya.. dia sudah tau kalau Draco adalah anaknya.... " ucap Saosa senang bisa menyiksa Megan...wajah megan semakin memucat badanya pun bahkan bergetar hebat...


" Tidak... tidak.. aku belum siap kehilangan anakku... walaupun ia bukan anak kandungku tapi aku sangat menyanyanginya seperti anakku sendiri... ya Tuhan jangan biarkan Draco di renggut dariku " cicit Megan dalam hati, berulang kali ia menghapus air matanya namun air itu terus mengalir


Saosa tersenyum sinis menatap Megan yang memucat dan penuh air mata


" Huh seenaknya saja kau Megan... ingin merebut Jhon dariku, tak akan kubiarkan... Jhon harus jadi milikku atau tidak sama sekali... aku akan membuatmu membenci Jhon... Meg ha ha ha " seringai nampak di bibir merah Saosa


" Serius kau tak mau tau siapa nama Ayahnya Draco?? " pancing Saosa


" Tentu saja aku mau tau Saosa... katakan siapa dia?? " jawab Megan


" Mamah.... aku mencarimu ke mana-mana, ada apa mah..? apakah mamah kelilipan?? " suara Draco mengagetkan keduanya, Draco mengambil saputangannya lalu menghapus air mata di pipi Megan dengan lembut. Sebenarnya Draco dari tadi mendengarkan pembicaraan keduanya, ia lalu keluar untuk mencegah mulut berbisa Saosa


Draco tau arah pembicaraan Saosa ingin menghancurkan hubungan Megan dengan Jhon karena Jhon sudah menceritakan pertemuannya dan keinginan Saosa yang ingin kembali pada Jhon.


" Oh kau nak... iya angin membuat mata mama kemasukan debu " jawab Megan dan berusaha tersenyum. Draco memeluk Megan dengan penuh kasih sayang, ia lalu meniup kedua mata Megan dan menciumnya lembut


" Sudah mah... Draco sudah mengusir debu nakal yang membuat air mata mamah mengalir. sekarang tersenyumlah karena calon suami mamah sedang menunggu mamah untuk makan romantis berdua " ucap Draco dengan lembut...Megan tersenyum mendengarnya, membuat Saosa jadi kesal


" Benarkan... tapi ini di acara Marsha, tidak sopan kalau mamah meninggalkan acara ini untuk makan berdua dengan Jhon " jawab Megan lagi


" Tidak Mah.. pergilah temuilah Jhon, aku akan mengantikan mamah menemani tamu nyonya Marsha " ucap Jhon... Megan menatap Saosa dan Draco bergantian. Di satu sisi ia ingin meneruskan perbincangannya dengan Saosa untuk mengetahui ayah kandung Draco tapi di satu sisi ia tak ingin anaknya curiga... akhirnya

__ADS_1


" Baiklah nak... mamah kedalam dulu, maafkan aku Saosa... kita berbincang lagi nanti, aku permisi dulu " pamit Megan akhirnya, tangan Saosa ingin meraih lengan Megan. ..ia ingin menahan Megan lebih lama... rencananya bisa gagal jika Megan tak mendengar jawaban darinya tentang siapa ayah kandung Draco.


Namun tangan kekar Draco menghalanginya... Draco memasang badan sambil melipat kedua tangannya di dadanya...


" Biarkan mamahku pergi nyonya... saya akan mengantikan mamah menemani anda " ucapnya dingin


" Oh begitu ya... sebenarnya bukan aku melarangnya pergi, hanya saja kami sedang asik-asiknya mengobrol tadi " ucap Saosa sambil memandangi wajah tampan anaknya itu


" Oh ya... apa yang kalian obrolkan? kalau saya boleh tau... nyonyaaa?? " tanya Draco dengan aksen menekankan kata nyonya pada Saosa


" A ha ha tidak.. hanya masalah masa lalu " jawabnya dengan wajah memucat


" Masa lalu...? masa lalu siapa... anda atau mamahku ? " tanya Draco lagi


" Ya.... itu... aku dan mamahmu ha ha kami berdua " sahutnya dengan wajah memucat


" Oh begitu... apakah kalian saling mengenal di masa lalu? "


" Bagaimana ya... ya dulu kami saling mengenal...iya kenal he he " Saosa salah tingkat mendapat pelototan dari Draco


" Berarti anda pernah tinggal di Prancis dulu? karena setauku mamah dan papah tinggal di Paris saat mereka muda " lanjut Draco


" E... iya... dulu aku kuliah di paris, di situlah aku mengenal mereka " jawab Saosa lagi... bahasa tubuhnya sudah terlihat gelisah


" Itu saja? tak ada cerita lain " tanya Draco sambil mendekatkan wajahnya


" I.. iya itu saja he he " beo Saosa.. ia merasa tak tahan berlama-lama berbincang dengan Draco


" Baiklah nyonya Saosa yang terhormat, itu bagus... teruskanlah sandiwaramu yang seperti ini selamanya, jangan kau ganggu mamahku dan Jhon dengan cerita gila yang anda susun si otak anda itu. Ingat mamahku hanya satu Megan, jika anda bermaksud mengacaukan hubungan mamahku dan papahku... aku akan membongkar semua aib masa lalumu di seluruh masyarakat london ini... mengerti!!! " tegas Draco lalu meninggalkan Saosa yang tergagap tak percaya


" Ja... Jadi dia sudah tau kalau Jhon adalah ayah kandungnya... kurang ajar ...dasar anak kurang ajar...!!! " ucapnya pelan sambil terduduk lemas, hancur sudah semua angan2nya untuk menua bersama Jhon

__ADS_1


see you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2