
Hai hai hai... dah awal minggu sista, ditunggu vote-vote kalian ya, Kadang thor ngayal gitu ada yang lagi baekkkk banget hatinya kasih thor boom like...😅😅😘😘
Sebulan lamanya sudah Suprie di London, Ia ikut saat keluarga Brown kembali karena beberapa pengawal akan mengambil cuti bergantian.
Sore ini Ia telah bersiap untuk kembali ke Jakarta. Suprie tengah berada di Mansion baru Sean menunggu barang titipan dari Emma untuk Billy. Suara ribut terdengar dari dalam... dan itu setiap hari terdengar, apa lagi jika bukan pertengkaran Sean dan Marsha.
Marsha protes karena Sean membeli Mansion baru dan pindah dari Mansion mereka, memisahkannya dengan menantunya. Sedangkan Sean berkeras itu adalah hak nya karena ia sudah dewasa dan tak ingin di campuri masalah rumah tangganya.
" Mam... mama sudah 2 minggu di sini, sudah pulang saja ke Mansion mam... " ucap Sean
" Kamu mau jadi anak durhaka mengusir mam dan papamu hah "
" Tapi kan mam punya mansion sendiri, nanti jamuran lho kelamaan ditinggal ...iya kan pah? " ucap Sean mencari dukungan papahnya
" Iya sayang, ayo kita pulang.. kan mansion ini tak terlalu Jauh, kalau kau kangen aku akan mengantarmu ke sini " rayu Daniel
" Tidak!!, kau pulang saja sendiri kalau mau "
" maaaammmmm...... " protes Sean yang sudah gerah karena kebersamaannya dengan sang istri banyak berkurang gegara mamanya selalu berdua dengan istrinya padahal sudah ia sudah sengaja mengambil cuti kerja selama 6 bulan.
Sean yang meraju kembali ke kamarnya... ia mengadukan pada Emma perihal Marsha, seperti biasa Emma hanya meminta Sean untuk mengalah.
" Mengapa kau selalu membela Mam... atau kau malah senang kalau tak bersamaku ? " tanya Sean marah
" Bukan begitu daddy, pahamilah Mam...inikan cucu pertamanya jadi wajar mam sangat menjaganya, ia tak ingin terjadi apa-apa dengan twins... itu saja, sabar ya nanti kalau twins keluar kita suruh menginap di mansion mam jadi kita bisa berduaan, aku akan memuaskanmu daddy " rayu Emma membuat Sean tersenyum seketika
" Sungguh.. kau yang menjanjikannya ya, jangan salahkan kalau nanti aku menagihnya he he " ucapnya sambil tersenyum mesum
" Cih.... giliran aku yang janji ditagih... bagaimana dengan janjimu sendiri tuan Sean O Brown "
" Janjiku... memangnya aku ada janji apa? " tanya Sean bingung
" Dulu kau bilang jika seorang Sean O Brown sampai Jatuh cinta pada Emma Watson kau akan meliburkan pegawaimu selama 1 minggu penuh "
" Kapan aku mengatakan itu? "
" Ih kau tau ya..... pura-pura amnesia Lagi... daddy nakal.... " ucap Emma kesal lalu menjewer kuping Sean
" Aa.... ahhh sakit sayang, sungguh aku lupa kapan aku berjanji seperti itu? "
" Dulu... waktu aku baru mulai bekerja padamu, dan ada Billy sebagai saksinya...apa perlu aku menelfon Billy? "
__ADS_1
" Tidak... untuk apa menelfon anak tiri itu, bikin illfill aja, haruskah janjiku itu kutunaikan Sayang? aku bisa rugi milyaran "
Emma menghela nafasnya
" Ternyata segitu saja cintamu padaku Sean.... Kau berhitung kerugian... aku sungguh kecewa " ucap Emma pura-pura sedih, Sean mendekat dan memeluk Emma... diciuminya wajah Emma yang sedang cemberut itu....
" Baiklah sayangku... cintaku... jantungku.. permata hatiku, aku akan meliburkan seluruh karyawan di Indonesia selama seminggu, tapi tunggu twins keluar ya sekalian merayakan hari lahiran mereka " ucap Sean sambil menciumi perut Emma yang semakin membesar itu
" Begitu dong daddy, seorang pria itu harus bisa di pegang kata-katanya " ucap Emma senang
" Sayang tolong angkatkan 3 paperbag besar itu ke bawah ya, Suprie kan mau pulang.. itu oleh-oleh untuk Billy dan Suprie " titahnya
" Lalu yang satunya ini untuk siapa? " tanya Sean sembari mengandeng tangan Emma menuruni tangga
" Rahasia dong " jawab Emma membuat alis Sean langsung mengkerut... bawaannya langsung saja cemburu, ia berhenti seketika
" Apa maksudnya rahasia? ingat Emma Kau hanya milikku tak boleh ada rahasia seperti itu " tanyanya marah membuat Emma tersenyum
" Nanti aku akan menjelaskannya di bawah daddy, sudah Jangan marah terus nanti cepat tua lho ha ha " ucap Emma tertawa geli melihat suaminya yang sangat cemburuan itu
" Suprie... kemari !! " panggil Sean, Suprie pun langsung datang
" Pak ini ada 3 paperbag.. yang kuning ini untuk Billy, yang hijau ini untuk pak Suprie dan yang coklat ini untuk pak Sabeni... masih punyakan no hpnya pak Sabeni? "
" Masih nyonya.... Terimakasih nyonya, maaf boleh sayang langsung berangkat ?..saya takut terlambat ke Bandara " tanya Suprie
" Ya silahkan..... hati-hati di jalan, sampaikan pada Billy... Lisa tidak ke Indonesia dulu, nanti saja Billy yang ke sini kalau aku mau melahirkan " pesan Emma
" Baik nyonya... Tuan, saya permisi " ucap Suprie lalu memberikan hormat pada tuannya. Sepeninggal Suprie, Sean langsung melirik Emma kembali " Sekarang katakan siapa Sabeni itu?"
" Begini daddy, Pak Sabeni adalah orang yang sangat berjasa untuk kita berdua " jawab Emma
" Berjasa... apa maksudmu? "
" Kau tau saat pertama kali aku datang ke Jakarta, pak Sabeni yang mengantarku ke mana-mana, dia dulu bekerja di perusahaanmu.. tapi karena sudah tua dia pun pensiun. Pak Sabenilah yang menyuruhku melamar menjadi asistenmu di PT. Kila.. ia bahkan selalu mengantarku saat tes, sekarang kau paham.. siapa Pak Sabeni sayang? Jadi tak ada alasan untukmu marah lagi " jelas Emma panjang lebar
Senyum Sean langsung merekah... kembali di peluknya Emma sambil di ciuminya.
" Jadi apa yang kau berikan pada pak Sabeni sebagai tanda terimakasih " tanya Sean
" Aku membelikan jam tangan untuk pak Sabeni, perhiasan untuk istrinya dan beberapa baju untuk putrinya Pak Sabeni, sepertinya tahun ini Ia akan lulus SMU " jawab Emma
__ADS_1
Sean terdiam sejenak... ia lalu mengambil hp nya dan menelfon Suprie
" Hallo... Suprie, Nanti kalau ketemu pak Sabeni.. suruh anaknya membuat lamaran pekerjaan ke PT. Kila, suruh juga Billy menyiapkan posisi yang cocok karena anak pak Sabeni baru lulus SMU tapi ingat jangan di jadikan OB... mengerti!! "
" Siapp Tuan... mengerti " sahut Suprie sambil menghormat... padahal lho lagi ngantri di Bandara, ha ha apa ngak geli tuh orang yang liat... 😅😅.
🍓🍓🍓🍓
Malam di Mansion Sean
Semua sedang makan malam di ruang makan, seperti biasa Marsha duduk menempel di sebelah Emma, ia bahkan berkali-kali menyuapi menantunya itu membuat Sean tambah kesal.
" Mam kapan mama akan pulang? aku sudah bosan melihat Mam " ucapnya kesal
" Pletak... apa kau bilang, bosan melihatku... yang sudah Sana liat tembok saja, iya kan cucu oma he he makan yang banyak ya " jawab Marsha setelah mengetok kepala Sean dengan sendok
Sean tambah merengut saja Sambil mengusap kepalanya, sirna sudah hayalannya Ingin dinner romantis dengan istrinya lalu di lanjutkan dengan bercinta dengan istrinya itu huffff 😤😤😤
" Mam jahat....., pah bawa pulang istrimu ini pah......!!! " rengek Sean
" Baik Mam akan pulang, tapi Mam akan bawa menantu dan cucu-cucu Mam... "
" Maammmmm.... I hate you, ayo sayang kita kekamar saja " ajak Sean pada Emma
" Maaf ya Sean, malam ini Emma akan tidur dengan Mam... "
" Tidak... enak saja, sudah punya suami masih aja nyulik istri orang, Ayo sayang.... " ucap Sean lalu menarik tangan Emma dan meninggalkan orangtuanya di ruang makan
Marsha tertawa geli melihat Sean yang begitu kesal
" Marsha mengapa kau senang sekali mengoda Sean hem..?. " tanya Daniel sambil mengelengkan kepalanya atas keusilan istrinya itu
" Aku senang melihatnya marah Daniel, Serasa Sean kembali menjadi Kecil... kalau dia marah, alisnya akan mengkerut, hidungnya memerah ha ha sangat lucu " gelak Marsha
See you next eps
Jangan lupa like komen dan vote nya Happy Reading selalu
Mansion Sean
__ADS_1