Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
227. Si kunti cembokur


__ADS_3

Seminggu lagi Lisa akan menikah, besok ia dan keluarga akan di boyong oleh Jhon ke Oxford, pernikahan mereka akan di adakan di sana.. dan setelahnya mereka sekeluarga akan tinggal di sana.


Hari ini Lisa akan melakukan perawatan menyeluruh di spa tempatnya dulu bekerja, ia sekalian ingin berpamitan pada bos dan teman-teman seperjuangannya dulu. Jhon sudah datang untuk mengantarnya ke spa.. saat ke ruang tamu Jhon terlihat sedang asik berbincang dengan ibunya.


" Ma.. Lisa berangkat ke spa dulu ya, mama yakin ngak mau ke spa juga? " tanya Lisa


" Tidah Lisa.. pergilah kau bersama Jhon, mama masih mau mengemas beberapa barang " jawab Madeline


Setelah berpamitan keduanya meluncur ke spa yang dituju.


" Telfon aku jika kau sudah selesai sayang, aku di sekitaran sini saja " ucap Jhon sambil mencium pipi Lisa


" Baiklah.. bye bye " Lisa kemudian keluar dan masuk ke spa... temannya yang berjaga menyambutnya, kabar pernikahannya sudah diketahui oleh teman-teman nya di spa... Lisa dianggap sangat.. sangat beruntung.


Saat akan melakukan pembayaran di kasir setelah memilih menu layanan, seseorang memanggilnya...


" Lisa.. kau mau perawatan juga? " sapa seseorang.. membuat Lisa pun menoleh


" Oh hai Elena.. iya, persiapan he he.. kau mau perawatan juga ?" tanya Lisa balik


" Iyaaa.. kudengar kau akan menikah minggu depan, selamat ya " ucap Elena kemudian


" Terimakasih nona Elena " jawabnya


" Begini saja.. bagaimana jika kita spa bersama, biar aku yang bayar... ya anggap saja hadiah dariku " lanjut Elena


" Tidak apa-apa aku bayar sendiri saja " tolak Lisa tak enak


" Jangan menolaknya Lisa... tidak sopan okay!! " ucap Lisa sambil tersenyum manis


" Baiklah.. terimakasih " ucap Lisa akhirnya.


Keduanya lalu masuk ke ruang perawatan... dan melakukan spa dalam satu ruangan, banyak yang mereka obrolan hingga tak terasa berjam-jam sudah berlalu.


Kini mereka berada di salon rambut... perawatan tubuh mereka sudah selesai tinggal melakukan perawatan rambut.


" Kau sangat beruntung menikah duluan Lisa , calonmu juga tampan " ucap Elena


" Ah tak seberuntung dirimu Elena, aku mendapatkan pria mantan seorang casanova.. ya mudah-mudahan Jhon benar-benar berubah. Sedangkan kau mendapatkan Billy seorang pria baik-baik dan masih sangat polos. Kau tau dulu pertama aku bertemu dengannya di spa ini... . tak sengaja kami berciuman dan kau tau dia langsung mimisan ha ha ha " cerita Lisa mengenang saat pertama mereka bertemu , mata Elena langsung membulat


" Apa maksudnya.. tak sengaja berciuman?? " tanya Elena


" Saat itu.. salah satu dari kami terjatuh dan tak sengaja bibir kami saling bertemu yang aneh dia bilang aku mau memperkosanya, gila ngak ha ha " tawa Lisa lagi

__ADS_1


" Lalu bagaimana? " tanya Elena lagi


" Lalu... nyonya Emma memintaku menyembuhkan mimisan Billy dengan menciumnya beberapa kali hingga akhirnya mimisannya sembuh total " jelas Lisa lagi.... Elena hanya bisa meremas tangannya berkali-kali. Entah mengapa hatinya merasa seperti terbakar mendengar Billy sudah berciuman berkali-kali dengan Lisa.


Walaupun itu merupakan bagian masa lalu Billy namun Elena masih saja merasa tak bisa menerimanya... hatinya sangat panas kini, sangat merasa terbakar dan cemburu


" Awas kau Billy... aku akan membuat perhitungan denganmu 😡😡😡😤😤😤" emosi Elena sudah mencapai limit tertinggi kini


" Baiklah Lisa.. aku pergi duluan ya, sekali lagi selamat " pamit Elena sambil berusaha menyembunyikan amarahnya


" Sama-sama.. terimakasih traktirannya El.... " balas Lisa


Dengan kesal Elena menuju ke mobilnya, sang sopir pun membukakan pintu mobil untuknya


" Kemana nona? " tanyanya


" Keperusahaan, cepat ngak pake lama " jawabnya dengan wajah yang mengeras


" Pantas saja kau sekarang sudah mahir berciuman... ternyata dulu kau melatihnya dengan Lisa huh... awas kau Billl akan kucakar wajahmu jika kau tak mau mengaku 😡😡😤😤" omel Elena sepanjang jalan, sang supir hanya bisa melirik dari kaca spion


" Tumben nona bisa sangat marah begini, apa yang terjadi?? " tanyanya dalam hati, sesampainya di kantor besar PT. Kila..Elena langsung menekan angka di mana Bilky berada...Elena sudah sangat tidak sabar untuk sampai ke ruangan Billy.


Begitu pintu lift terbuka.. ia bergegas ke ruangan Billy


Billy yang sedang asik rapat kaget melihat Elena masuk bahkan tanpa mengetuk pintu...


" Oh Elena.. ada perlu apa? " tanyanya sambil tersenyum senang... berbeda dengan wajah Elena yang memerah dan tanpa senyum sama sekali, Elena tak menjawab... ia hanya berdiri sambil mengetuk2 kan kakinya di lantai.....


Billy sudah sering kali melihat pose seperti ini jika Marsha sedang marah dan mendatangi Daniel ke perusahaan.... gawat berarti kini Elena juga sedang marah bisa di bilang sangat sangat marah. Billy berfikir keras... apa yang dulu di lakukan om Daniel jika tante Marsha sudah semarah ini....


Oh ya..... Billy ingat...


" Rapat bubar... kita lanjutkan lagi besok " titahnya... dan peserta rapat pun langsung bubar, mereka sudah tau bakalan ada perang besar sepeninggal mereka


" Elena sayang.. katakan sesuatu, ada apa? mengapa kau terlihat marah " tanya Billy..Elena membanting tas tangannya... ia berjalan mendekati Billy yang duduk di sofa dan Elena langsung mendudukinya, tangannya sebelah melingkar di leher Billy... dan sebelahnya meraba-raba pipi Billy


" Geli... mengapa perasaanku jadi tak enak ya...?? " tanyanya dalam hati


" Billy katakan padaku... dengan siapa kau berciuman pertama kali?? Hemm " tanya Elena dengan mata melotot


" Ha harus ya di jawab? " tanyanya balik, membuat Elena menjewer kupingnya


" Ya iyalah... namanya juga pertanyaan... harus dijawab!! " ucapnya kesal

__ADS_1


" Li... lisa... mengapa kau bertanya Ell?"


" Berapa kali?? " tanyanya lagi.. Billy berusaha mengingat nya namun ia lupa


" Entahlah... aku tak menghitungnya lagian sudah lama... aku sudah tak ingat " jawab Billy jujur, kembali Elena menjewernya


" Kau harus ingat!! " bentak Elena bertambah marah


" Memangnya kenapa Ell... kenapa kau tiba-tiba marah begini, itu kan masa lalu.. aku sudah melupakannya.. sungguh "


" Aku tidak..!! sekarang jawab berapa kali?? " tanya Elena lagi


" Ti.. tiga kali " jawabnya sambil mengacungkan 3 jarinya pada Elena, tiba-tiba Elena pun langsung menciumnya.... Billy yang semula kaget langsung saja menyambut bibir manis itu.... saat menarik nafas Elena melepaskan ciumannya lalu menyambungnya lagi, sampai 3 kali


Billy mah seneng banget bagai mendapatkan doorprise mendadak, tangannya pun asik berkelana meraba-raba tubuh sexy Elena


" Hah.. hah.. hah... " terdengar Elena mengatur nafasnya setelah 3 x mencium Billy begitu pun Billy


" Bagaimana... enakan mana ciumanku atau Lisa " tanya Elena kemudian... " ohhh rupanya kuntiku sedang cemburu" ucap Billy dalam hati


" Tentu saja ciumanmu sayang, tapi bukan 3 x... aku lupa 4 x sepertinya " ucap Billy


Langsung saja Elena kembali mencium Billy... Billy pun tersenyum senang, tangannya sudah menyusup ke dalam kemeja Elena dan menemukan 2 gundukan yang sangat di sukainya... Billypun mulai bermain2 dengan gundukan tersebut.... ahhh.... hal itu membuat perkututnya jadi mengeras...


Elena melepaskan ciumannya karena bibirnya terasa kebas sudah...


" Aku sudah menghapus ciuman Lisa... ingat kau tak pernah berciuman dengan Lisa...!! " bisik Elena... membuat Billy jadi tambah tak karuan rasa... Elena pun merasa mengapa ada sesuatu yang aneh di tempatnya duduk... Ia pun melirik dan melihat si perkutut yang sudah mengembang


" Plak..... what... Ell mengapa kau menamparku?? " tanya Billy kaget


" Kondisikan perkututmu itu, sungguh tak sopan..suruh tidur kembali, main bangun aja " tegur Elena


" Elena.. namanya lelaki normal..ya langsung bangunlah saat menyentuhmu, apa lagi kau menciumku berkali2 begitu...malah kasihan dia sudah sering bangun tapi belum pernah di lampiaskan... " jawab Billy sambil meringis.. namun Elena cuek saja


" Ya sudah aku mau pulang bye.. bye... " ucapnya pergi setelah membersihkan bibirnya dengan tissu.. Billy hanya bisa menghela nafas berkali2 berusaha menidurkan perkututnya kembali, kepalanya terasa pusing....


( Outhor... kok jahat banget sih sama Billy, kapan Billy bisa indehoy ama kunti ku??? suka banget kalo lihat Billy sengsara ya 😡😡😤 )


* He he sabar Bill... akan indah pada waktunya , love from mak outhor yang cantik membahenol...😂😂😂)


Okay See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya

__ADS_1


__ADS_2