Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
58. Taji


__ADS_3

Hai hai sista... sudah senin lagi, bantu rating Emma dan Sean doong, kasih vote sebanyak-banyaknya biar thor tambah semunguut nulisnya 😘😘


Billy sangat senang di bawa Marsha berbelanja...


" Ahh hari yang menyenangkan, menemani wanita berbelanja adalah kesukaanku, hari ini aku menang banyak hi hi hi " celotehnya pada Suprie


" Heii kau ini lelaki apa wanita sih, kok seneng banget nge-mall " sahut Suprie


" Gue jantan asli bro... awas kau ya kalo belanja juga di sini, seenaknya menghinaku " jawab Billy sambil memonyongkan bibirnya karena kesal


Marsha membawa Emma memasuki satu persatu toko yang ada di sana, dan Billy dengan senyum sumringahnya memilih juga barang branded yang di inginkannya dan memberikannya pada Emma atau Marsha agar di masukkan ke kantung belanjaan.


Keduanya tak masalah dengan kelakuan Billy, mereka menganggap Billy masih seperti anak kecil.


Saat memasuki gerai Armani, Emma memilih beberapa parfume dan jam tangan couple . Ketika Emma hendak memilihkan pakaian untuk Sean.. Martha melarangnya


" Ke dua Brown itu tak usah kau pikirkan Emma, jika produk baru louncing mereka otomatis langsung mengirimnya ke Mansion " ucap Martha


" Oo begitu... " enak nya horang kaya ya guess.... 😅😅😅


Kini mereka sedang berada di gerai butik khusus pakaian wanita, Emma dan Marsha telah memilih beberapa gaun untuk Emma. Setelah memilih Marsha dan Billy menunggu di ruang tunggu sambil menikmati minuman dan kue yang di berikan pelayan butik.


" Hai mrs. Brown apa kabar anda, apakah anda sudah memilih gaun yang anda sukai? " tanya manager toko yang baru datang


" Hai andrew... aku kemari membawa calon menantuku... dia yang membeli " jawab Marsha


Andrew langsung melihat ke arah Billy dan memperhatikannya dari atas sampai bawah


" Nyonya... disini kan hanya menyediakan pakaian wanita, kami tidak menyediakan pakaian pria... maaf " ucapnya sambil memainkan matanya pada Billy


" Pletak.... hai mahluk jadi-jadian, dia itu si Billy masa kau lupa... menantuku sedang mencoba gaun di dalam... sembarangan " jawab Marsha kesal sambil melepak kepala Andrew


" Maaf nyonya... habisnya anda tau kan gosip di luar sana.. he he masa ini si manis Billy, haii manis kau semakin tampan... muahhh" Andrew langsung aja mau nyosor


" Huh najis nek... jauhkan tanganmu dariku.... tante.... tolong " Billy bersembunyi di belakang Marsha


" Came on boy.... "


" Itu di depan kau liat lelaki yang pake jas itu... nah dia lagi kosong.. sana sosor aja " tunjuk Billy pada Suprie


Mata Andrew langsung berbinar melihat Suprie


" Au type eike banget.. nyonya silahkan.. saya mau kedepan sebentar ya ha ha " bergegas Andrew mendatangi Suprie yang sedang berjaga

__ADS_1


Billy dan Marsha mengintip kelakuan Andrew sambil tersenyum


" Haii baby... I love you " sapa Andrew langsung memeluk Suprie dan mencium pipinya, Suprie yang kaget langsung membanting Andrew dengan jurus jitunya


Gubrak......


" Siapa kau.. beraninya kau menciumku!! " bentaknya, Andrew bukannya takut malah tambah ke semsem


" Au.... perkasa sekali, sayang I love you so much muah muah "


wha ha ha hi hi hi... Billy dan Marsha tertawa geli melihat Suprie yang di sosor mahluk setengah jadi itu.


" Billy.. Billy.. bisa aja kamu menghibur tante ha ha " ucap Marsha sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.


Tak lama Andrew masuk kembali ke toko sambil tersenyum padahal wajahnya bonyok ha ha, bersamaan dengan Emma yang keluar memakai gaun berwarna hitam putih... semua mata kagum melihatnya, ia terlihat begitu anggun like a princess


" Oh My my.... omg.. you so perfect girl, Inikah calon menantumu nyonya... sangat berkelas " puji Andrew, Martha dan Billy sependapat dengan Andrew. Marsha pun menyuruh Emma mencoba semua gaun terbaru di butik tersebut dan mereka mengambil semua yang telah di coba Emma beserta aksesories pendukungnya.


" Emma sekarang kau pakai gaun pertama tadi, kita akan menghadiri undangan madam Sousa " titah Martha


" Siapa madam Sousa itu ma? "


" Dia salah satu orang kaya di Inggris ya sebelas duabelas lah dengan mama, hanya saja mulutnya selama ini sangat pedas pada mama perihal Sean, huh hari ini mama akan tunjukkan taji mama padanya " jawab Marsha panjang kali lebar


Tanpa banyak bicara, Emma pun menurut... ia paham betul bagaimana perasaan mertuanya itu, ia akan membantu mertuanya hari ini agar bisa menegakkan kepalanya.


" Andrew.. mana gaun hitam putih kemarin, aku mau membelinya untuk putriku " ucap sang mama dengan sombongnya


" Oh hai nyonya Diana... maaf gaun itu sudah di ambil oleh nyonya Marsha " jawabnya sambil menunjuk Marsha. Diana pun mendatangi Marsha


" Mrs. Brown bukankah gaun itu terlalu muda untukmu.. tak kah kau mengingat umurmu? " ucapnya pedas


" Tentu saja aku tau sudah tak muda lagi... gaun itu untuk calon menantuku " sahutnya santai


" Calon menantu... apa kau kau bermimpi Marsha ha ha, anakmu itu tak menyukai wanita...anakku yang secantik ini saja tak di liriknya " jawabnya lagi


" Itu karena anakmu bukan selera Sean, tunggulah sebentar calon mantuku keluar... kau bisa lihat bagaimana selera anakku " Marsha tetap santai menjawabnya


Tak lama Emma keluar


" Diana perkenalkan namanya Emma Watson, calon menantuku " ucap Marsha bangga, Diana memperhatikan Emma dari atas sampai bawah lalu mengalaminya sambil tersenyum sinis.


" Apa kau sungguh kekasih Sean, bukan wanita yang di sewa Marsha agar dia tak malu? " tanyanya sinis

__ADS_1


" Tentu saja nyonya, baiklah supaya anda percaya lihatlah ini " Emma memperlihatkan beberapa foto romantisnya di saat Sean memintanya menjadi kekasih sesungguhnya


Wajah Diana dan anaknya langsung berkerut tak percaya, Marsha berdiri lalu mengandeng Emma dengan bangga


" Ayo sayang... kita ke victoria secret dulu baru kita ke rumah madam Sousa.. mari Diana... kami duluan " ucap Marsha sambil tersenyum penuh kemenangan


" Sialan... dimana dia menemukan gadis secantik itu... " gerutu Diana


" Maaaa cantikkan juga aku.... " protes Shasa


" iya... anak mama pastinya yang paling cantik "


🍧🍧🍧🍧


Wajah Marsha sangat sumringah, ia kini bisa menunjukkan tajinya dan mengangkat wajahnya menatap orang-orang yang selama ini menghinanya.


Marsha memilihkan 2 buah lingerie di gerai VS, mata Emma membulat melihat harganya


" Mam aku sudah punya lingerie, ngak usah beli lagi.... " tolaknya halus


" No... ini hadiah dari mama... nanti malam harus kau pakai ya, mama juga beli satu he he " jawabnya tak mau di tolak... kini Emma paham dari mana asal sifat Sean selama ini... 😅😅


Sementara itu Daniel Brown yang sedang memimpin rapat selalu tersenyum senang setiap kali gawainya berbunyi menandakan kartunya yang di gesek oleh sang istri tercinta. Berbeda dengan wajah Sean yang sedari pagi bertekuk saja... 😆😆


Perjalanan Emma berlanjut, mereka menuju sebuah Mansion besar milik Madam Sousa. Madam Sousa kini seorang janda, suaminya telah meninggal... dulu ia adalah salah satu kekasih Daniel, sampai sekarangpun ia masih menyukai Daniel, kini ia pun gencar menjodohkan anak gadisnya dengan Sean... namun Marsha menolaknya mentah-mentah, itulah sebabnya ia sangat bermulut pedas pada Marsha.


Namun Marsha bukanlah type wanita yang akan bersembunyi saat bertemu lawan, ia selalu datang saat di undang madam Sousa.. apalagi saat ini di mana ia sudah memiliki amunisi yaitu Emma... ia datang dengan gagah berani.


Ruangan tempat berkumpul acara sudah mulai ramai, Madam Sousa yang dari kejauhan sudah melihat Marsha langsung menyambutnya.


" Siang Marsha.. bagaimana kabarmu? " tanyanya


" Baik Sousa... "


" Kau tidak datang sendiri, siapa gadis cantik ini? " tanyanya


" Perkenalkan... ini calon menantuku, kekasih Sean... Emma Watson " suaranya terdengar sangat jelas membuat mata para tamu langsung menghujam Emma.


" Whatt..... " Madam Sousa tak bisa berkata-kata , hanya matanya yang memperhatikan Emma dari atas sampai bawah.


Apakah yang terjadi selanjutnya ? jangan lupa votenya yang banyak ya sista


Happy Reading selalu

__ADS_1


Emma dengan gaun barunya



__ADS_2