
Semua memperhatikan dokter Jhony dengan seksama.
" Jadi ada 2 kabar yang akan saya sampaikan... pertama kabar buruknya, nyonya Emma harus bedrest selama 2 minggu untuk mengembalikan tekanan darah dan kekuatan fisik anda untuk kembali normal....jadi tuan Sean tolong jangan di ganggu dulu istri anda selama 2 minggu ini... Ok " pesan Jhony sambil tersenyum
" Baik dok.... apakah harus di rs selama 2 minggu ini, tidak boleh rawat jalan saja? " tanya Sean
" Nyonya Emma harus disini dulu beberapa hari baru bisa pulang, namun ingat bedrest nya tetap berlaku karena...... "
Semua menunggu kata-kata dokter Jhony yang terputus
" Karena apa dokter... omg jangan membuat ku mati penasaran..... " ucap Marsha gemas
" Karena ada kabar baik..... nyonya Emma sekarang sedang hamil baru 4 minggu itulah mengapa nyonya harus bedrest.... Krik.. Krik.. Krik... " tak ada tanggapan sama sekali dari penghuni kamar, mereka seolah-olah sedang tak berada di ruangan tersebut
" Apa....? saya hamil dok... anda tak bercanda kan, Oh senangnya... Sean kau akan menjadi seorang ayah " teriak Emma senang sambil menarik-narik lengan Sean membuat Sean tersadar
" Istriku hamil dok...? horeee..... mam papah, lihatlah sudah ada Sean junior di perut istriku " Sean langsung memeluk kedua orang tuannya lalu mencium kening Emma
" Terimakasih sayang..... aku sangat bahagia... I love you muah muah" Sean sangat senang begitu pula pasangan Brown
" Daniel... akhirnya kita akan jadi oma opa... ha ha " ucap Marsha senang, begitu pula Daniel senyumnya mengembang sempurna
" Ehem.. Ehem... sepertinya kalian sampai lupa masih ada dokter disini " ucap dokter Jhony sambil tertawa geli
" Maaf dokter.... " ucap mereka bersamaan
" Baiklah saya tak akan berlama-lama di sini, begini masih ada satu kabar gembira.. ini hasil usg nyonya Emma, bagaimana menurut kalian? " tanya Dokter Jhony sambil menyerahkan beberapa lembar foto, semua berebutan mau melihat
" Apa maksudnya ini dok... ada 2 bola kecil di perut istriku? " tanya Sean bingung
" Omg.. omg... omg... Sean itu artinya baby twins sayang, anakmu kembar ...bukankah begitu dok? " jawab Marsha senang
" Ya tuan Sean, istri anda mengandung anak kembar.. karenanya saya menyarankan agar anda tidak menyentuh istri anda setidaknya selama 1 bulan, untuk menghindari keguguran... anda mengerti tuan Sean " ucap dokter Jhony..Sean terkaget mendengarnya
" Sa.. satu bulan penuh dok? " tanyanya menyakinkan.. yang benar saja teriaknya dalam hati
" ya satu bulan penuh, jadi kalau anda melanggar jika terjadi sesuatu kami tak bertanggungjawab " ancam dokter
" Baik dok... kami mengerti, saya sendiri yang akan memastikan hal itu " jawab Marsha sambil melirik pada Sean
" Baiklah nyonya Emma... selamat ya, jaga baik-baik kandungan anda. Karena ini adalah kehamilan pertama anda maka sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan anak... baiklah saya permisi, silahkan beristirahat " pamitnya
__ADS_1
Sesampainya di ruangannya dokter Jhony menelfon Eric
" Siang tuan Eric, saya sudah menjalankan perintah anda " lapornya
" Jadi hukuman apa yang kau berikan pada Sean? "
" Tuan Sean harus puasa selama satu bulan penuh "
" Ha ha ha..... bagus, rasakan kau maniak sex.. seenaknya saja kau garap Emma sampai kelelahan, baik Jhony kurasa itu hukuman yang cocok untuknya, laporkan terus perkembangan Emma padaku " titahnya
" Baik tuan, selamat siang " pamit Jhony, Jhony sebenarnya rada bingung ada hubungan apa Tuan Eric dengan nyonya Emma.. namun ia tak berani menanyakannya. Namun lebih baik ia diam selama yang di minta Eric tak membahayakan pasien.
πΏπΏπΏπΏ
Setelah 3 hari di rawat... akhirnya Emma di perbolehkan pulang. Kini mereka sudah berada di mansion Brown. Kedatangan Emma di sambut Lisa dan Billy, keduanya langsung mendatangi Emma yang sedang di dorong dengan kursi roda
" Emma..... aku kangen hik.. hik.. hik.. bos jahat banget masa aku ngak boleh menengokmu selama di rs " adu Billy dengan manja membuat Emma melotot ke arah suaminya itu
" Mengapa kau melarang Billy menjengukku? " protesnya langsung
" Di kantor banyak kerjaan sayang, kan Billy mengantikan pekerjaanku sementara " jawab Sean
" Nyonya Emma selamat, semoga anda dan baby twins sehat selalu " ucap Lisa sambil menyerahkan seikat bunga pada Emma
" Ohhhh kau memang peri terbaikku " ucap Billy sambil mengulurkan lidahnya pada Sean, Sean hanya bisa melotot tanpa berani mengeluarkan suara.. dari pada Emma nanti memarahinya lagi
Mereka kemudian berkumpul di ruang keluarga, Emma membagikan semua oleh-oleh yang di belinya. Semua mendapat oleh-oleh dari Emma dan Billy yang mendapat paling banyak. Senyum Billy mengembang mendapat banyak hadiah dari Emma, ia bahkan sampai duduk di lantai di kaki Emma saking senangnya.
" Terimakasih peri terbaikku, you are the best " ucapnya senang
" Hemmm.. tapi ingat bekerjalah yang rajin.. okay " jawab Emma, Sean merasa tak senang Emma memanjakan Billy
" Kau memberi oleh-oleh semua orang dan kau melupakan suamimu ini " ucapnya kesal
" Tentu tidak sayang, aku juga membelikanmu banyak... ada di kamar " jawab Emma cepat... Sean langsung tersenyum dan melirik Billy lalu balik meleletkan lidahnya pada Billy... seolah-olah mengatakan...
" Look Emma membelikan lebih banyak untukku wek " π π π
Billy melototkan kedua matanya ke arah Sean, membalas bahasa kalbu Sean
" Aku tetap yang pertama di berikan oleh-oleh terbanyak, boss yang terakhir wek " Sean juga melotot
__ADS_1
" Emma membelinya dengan uangku"
" Ngak penting... yang penting Emma sangat memanjakanku huh " Jawab Billy melalui matanya lalu menolehkan wajahnya.
" Awas kau.. kalau berani padaku "
" Aku akan melaporkanmu pada Emma kalau berani menyiksaku boss wekkkkk" keduanya saling melotot dan melirik sambil memonyongkan bibir masing-masing
Emma dan Lisa saling pandang melihat kelakuan keduanya.
" Ayo saatnya makan siang " suara Marsha membuat bahasa kalbu mereka terhenti karena waktu makan siang tiba
Kini waktunya tidur di malam hari Marsha mendatangi kamar Sean diikuti Daniel yang kebingungan karena Marsha membawa bantal kesayangannya
" Sean selama sebulan ini Mam akan tidur dengan menantu mam " ucapnya sambil meletakkan bantalnya ke ranjang Sean
" What.... mam....... " Sean dan Daniel sangat terkejut mendengarnya
" Aku tak menerima protes dari siapapun, sekarang keluar kalian dari sini... pergi !! " usir Marsha
" Marsha.... jadi aku tidur sendiri, kau kan tau aku tak bisa tertidur tanpa memelukmu " protes Daniel
" Iya mam... aku juga " sambut Daniel
" Keluar... kalian bisa saling berpelukan berdua... ayo aku dan menantuku sudah lelah " usir Marsha lagi, Emma hanya tersenyum melihat drama di depannya
" Emma sayang... kau tak mau mengatakan sesuatu? " Sean meminta pertolongan istrinya, namun Emma hanya mengangkat kedua bahunya sambil tersenyum
Dengan berat hati keduanya keluar dari kamar Sean dan..... Kletek, Marsha mengunci kamar tersebut
" Mam..... mam jahat sekali " teriak Sean sambil berjalan ke kamar papanya
Keduanya berebah di ranjang yang sama namun saling berjauhan dan saling membelakangi dan selama 30 menit mereka hanya bolak balik seperti cacing kepanasan
" Pa.... besok papa harus merayu mam, aku tak bisa tidur pa... " rengek. Sean
" Kau pikir papa tak tersiksa juga... Huff ini berita baik atau berita buruk ya.... " ucap Daniel sambil memandangi pelapon di kamarnya, ia senang akan mendapatkan cucu namun sebulan tidur tanpa istrinya adalah bencana untuknya... πππ
See you next eps sista
Thor selalu menunggu LIKE KOMEN DAN VOTE DARI KALIAN
__ADS_1
Bye bye