Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
213. Harold


__ADS_3

Marsha terdiam mendengar permintaan Harold yang menurutnya tidak masuk akal...


" Maaf tuan Harold.. apa anda tidak salah menelfon, jika Ingin berbicara dengan Daniel silahkan anda telfon langsung ke no Daniel " jawab Marsha


" Marsha... aku tidak salah telfon, kau yakin tidak mengingatku?? " jawab Harold membuat Marsha mengeryitkan alisnya


" Apa aku harus mengingatmu tuan? apa aku mengenalmu sebelumnya? Kurasa tidak " balas Marsha


" Ha ha ha... Marsha.. Marsha, mungkin karena Daniel sudah begitu membuatmu bahagia hingga kau lupa dengan penolongmu, 30 tahun yang lalu di park avenue... jika kau sudah mengingatku , datanglah ke Restoran xxx aku menunggumu nanti sore " ucap Harold lalu memutus pembicaraan mereka.


Marsha meletakkan hp nya.. Ia mencoba mengingat apa yang di katakan Harold, 30 tahun yang lalu di Park Avenue....


Flassback On


Saat itu Marsha muda sudah menikah selama beberapa bulan dengan suaminya Victor. Semula Victor adalah pria yang begitu baik... yang selalu ada untuknya saat keadaannya sangat terpuruk. Namun setelah sekian bulan menikah... Victor mulai berubah, Suatu malam. sepulangnya Marsha dari perusahaan Daniel, Ia mendapati Victor bercinta di kontrakkan mereka dengan seorang wanita yang juga merupakan Kenalan mereka. Saat itu mereka mengontrak di jalan Park Avenue


Betapa sangat terkejut dan sakitnya hati Marsha muda dengan kenyataan yang ada. Protesan Marsha malah membuat Victor memukulinya. Suatu Saat Victor memukuli Marsha karena ia kembali membawa teman wanitanya ke kontrakkan.


Karena sudah tak tahan di pukuli, Marsha berlari ke luar kontrakkan.. Ia sampai terjatuh di tangga, Victor mendapatkannya... hampir-hampir Ia mati saat Victor mencekiknya... Namun tangan kekar seseorang menbogem Victor berulang kali.


Marsha muda akhitnya selamat, pria tersebut mengangkatnya dan membawanya ke rumah sakit, Semalaman pria yang tak di kenalnya itu menjaganya... Namun Marsha sempat mendengar pria tersebut akan ke luar negri Lusa.. dan pria tersebut Ingin membawanya serta.... Marsha muda sangat terkejut, mengapa pria baik yang tak di kenalnya itu mau membawanya.


Karena ketakutan.. saat Lelaki itu mandi ke kamar mandi, Marsha muda kabur dari rumah sakit dan bersembunyi di rumah temannya.


Flashback of


Marsha tersentak... apakah Harold adalah pria yang menolongnya dulu saat ia di pukuli Victor, Harold kah malaikat penolongnya...? tidak mungkin !!! dada Marsha bergetar hebat.


Tapi bagaimana dia tau kejadian 30 tahun lalu jika bukan dia lah sang penolong itu, Daniel bahkan tidak tau tentang itu. Marsha langsung gelisah... apa yang harus di lakukannya. Jika ia menemui Harold sepertinya tak pantas, Namun jika ia tak menemuinya... bukankah dia akan menjadi orang yang tak tau Terimakasih??


Marsha berulang kali menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan berat.


" Ada apa mam...? Mam seperti banyak pikiran? " tanya Emma


" Tidak apa-apa sayang, mam mau istirahat ke kamar dulu ya " pamit Marsha. Sesampainya di kamar Marsha terus gelisah... apa yang harus dilakukannya.


Jika harus bertemu... Marsha Ingin bertemu seorang diri tanpa ada yang tau bahkan Daniel sekalipun, Ia penasaran benarkah Harold penolongnya dulu. Bagaimanapun tanpa Harold ia kini pasti hanya tinggal nama, tapi bagaimana caranya...? dirinya di kawal bodyguard 24 jam.


Sambil berfikir Marsha sambil terus melihat ke arah jam... Daniel dan Sean sedang bekerja, sebenarnya ada celah untuknya keluar... tapi resikonya apakah sepadan ???

__ADS_1


Marsha menanggalkan pakaiannya, Ia pun berendam di bath up untuk merilekkan pikirannya sejenak.


🍎🍎🍎🍎


Sementara itu di rumah sakit....


Elena dengan telaten merawat Billy, Billy hanya bisa makan bubur sampai Ia bisa mengunyah kembali, bogeman Jhon di Pipi Billy membuat bagian dalam mulutnya terluka.


" Aaa... buka mulutnya Ayang.. " ucap Elena... Billy menggeleng


" Buburnya ngak enak Ell.... " jawab nya, Elena lalu mencicipi bibir yang di sediakan rumah sakit... memang tak enak, Elena lalu memesan bubur Dari Restoran langganannya... Ia memesannya 2 porsi.


" Sebentar di antar bubur yang baru Bill, minum obat saja dulu ya " ucap Elena... Billy pun meminum obatnya


" Ell... aku mau pipis " ucap Billy, Elena lalu membantu Billy berjalan ke toilet, Sesampainya di toilet...


" Ell... bukakan celananya dong, tanganku cuma satu yang bisa bergerak, aku kesulitan membukanya " pinta Billy


" A... apa membukakan celanamu?? tapi aku malu Bill " jawab Elena gugub


" Aduh gimana dong Ell.... ini nah kebelet, kalau kamu malu panggilin perawat aja gih " ucap Billy membuat Elena melotot


" Ya udah cepat buka, ntar aku pipis di celana lagi... Elllll... " ucap Billy sudah ngak tahan, akhirnya Elena membukakan celana Billy namun matanya tak mau melihat...wajah Elena memerah karena malu, setelah Si perkutut keluar dari pembungkusnya.....


" Ahh leganya...... " ucap Billy, Billy lalu membersihkannya dengan sebelah tangannya, Ia berusaha menaikkan celananya kembali namun sangat sulit


" Ell... tolong kau naikkan CD dan celananya, aku kesulitan, cepatlah kepalaku sedikit pusing " pintanya Billy


Elena yang menunggu di luar toilet pun kembali masuk sambil memejamkan matanya... tangannya meraba hendak menaikkan CD Billy terlebih dahulu namun apes tangannya malah memegang perkutut Billy... Elena mengenggam sang perkutut....


" Aaa..... ular Billl ada ular di badanmu!! " teriaknya heboh sambil mencari pukulan


" Sebentar Bill aku akan memukulnya, jangan gigit Ayang ku " Elena membawa pukulan hendak memukul ular yang tadi di pegangnya.. Billy langsung saja panik


" Stooooppppp Elllll..... itu bukan ular..!! " teriak Billy.. bisa berabe kalo Elena sampai benar-benar memukul ularnya


" Lalu apa dong!!?? " tanya Elena


" itu... punyaku... " jawab Billy

__ADS_1


" Punya... mu...?? " beo Elena matanya lalu turun ke arah situ mana ular tadi berada... ternyata itu adalah....


" Ayaaang Billll...... Ihhhh maluuuu " cicit Elena menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Ia hendak berlari


" Ell... Jangan kemana-mana selesaikanlah!! " pintanya Billy


" Ngak... malu Bill....!! " tolaknya dengan wajah memerah


" Astaga Ell...... ya sudah panggil perawat " ucap Billy lagi


" Apa tidak.!!.. Nanti perawatnya lihat, ngak boleh " tolaknya, Billy akhirnya mengangkat cd dan celana piyamanya dengan memaksakan kedua tangannya, Walaupun sangat sakit. akhirnya Selesai juga


Billy berjalan tertatih ke ranjangnya dan berebah sebisanya...Elena membantu membenarkan posisi Billy


" Elena sayang..... belajarlah mulai sekarang untuk tidak malu seperti tadi, aku kan calon suamimu " bisik Billy, keduanya pun saling tatap


" Maaf chayang, aku akan berusaha " jawab Elena... Elena mendekatkan wajahnya... Ia mencium Billy lebih dulu, Billy menyambutnya dengan senang hati Walaupun terasa sakit di Bibirnya namun ia tak perduli.. rasa sakit tertutup oleh rasa nikmatnya bibir Elena.


Elena mendorong tubuh Billy berlahan hingga Billy tertelentang di ranjang, keduanya melanjutkan ciuman mereka dengan posisi Elena di atas Billy...


Kletek.....


Bunyi pintu terbuka membuat kaget keduanya , Elena langsung berdiri dan merapikan bajunya....


" Pah.... sepertinya mereka harus segera di nikahkan... jika tidak bisa bisa hamil tuh si Billy di perkosa ama Elena " ucap Sean membuat Daniel tertawa


" Seannnn...... Kau jahat!! " protes Elena, Sean tertawa lalu mengeluarkan sebuah berkas dari tas nya dan memberikannya pada Billy.


" Bill.. ini janji papah padamu, Karena kau akan menikah ..sebuah Mansion si sebelah mansionku kini sudah menjadi milikmu " ucapnya membuat Billy sungguh terharu


" Terimakasih om... Bos... hik hik " ucapnya terharu


" Kau pantas memilikinya Bill... ini adalah hasil kerja kerasmu selama ini " ucap Daniel


Jiahhh...... asik... kawin.. kawin... Billy mau kawin... 😍😍😍


Oh ya sebagai pemberitahuan.... jangan dikira Harold itu jelek ya.... aslinya si Harold itu ganteng bingits lho...


Bonus foto Harold...

__ADS_1



__ADS_2