Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
41. Si Boy


__ADS_3

" oppa.... tolong Emma.. oppaaa... " teriakan Emma menghilang di balik pintu, Sean menurunkan Emma di ranjang dan mengukungnya


" Lepasin.. Sean... " cicitnya, Sean mengelitiki perut Emma hingga Emma tertawa kegelian


" Ampun ngak...... "


" umm... ha ha.. ngak... " kembali. tangan Sean beraksi


" Hentikan Sean... geli... ha ha ha "


" Bilang ampun... "


" Ampuunnnn...... "


" Bilang ampun sayang.....!! "


" ha ha ha ya ya ampun Sayang "


Akhirnya Sean menghentikan gelitikannya, Emma menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya. Ia beringsut hendak turun dari ranjang, namun Sean menahannya


" Mau kemana..? tidur disini saja " pintanya


" Sebentar aku mau mengambil botol farfume, mau ngompres mataku biar besok ngak bengkak" ucap Emma


Setelah mengambil botol bodyspray kaleng milik Sean , Emma kembali lagi ke ranjang. Ia bersender lalu mengompres matanya dengan kaleng parfum


" Kenapa di gitukan? " tanya Sean


" Biar mataku ngak bengkak besok.. kan tadi habis nangis nangisan he he"


Setelah 5 menit, Emma meletakkan botol tersebut di nakas ranjang lalu mengambil hp nya, ia membuka novel toon dan mulai membaca novel favoritnya...


Sean memperhatikan Emma sambil melamun


" Aku senang dan bahagia berada dekat dengannya, apakah aku sudah jatuh cinta dengan Emma? sejak kapan? entahlah mungkin sejak pertama bertemu..bahkan karena dia aku jadi kurang fokus dalam bekerja " lamunan Sean terhenti karena Emma kembali tertawa geli sambil membaca novel.


" Namun entah mengapa aku tak merasa keberatan dengan itu, aku sekarang malah selalu menanti saat saat setelah selesai bekerja, kebersamaan dengan Emma seperti ini yang selalu kunanti, pekerjaan bukan lagi yang utama sekarang " ucap Sean dalam hati


Melihat Emma yang begitu asik dengan gagetnya, Sean merampas hp Emma dan mematikannya


" Heii..... mengapa kau ambil hpku? " protesnya


" Sudah malam.. ayo tidur " titahnya lalu menarik Emma hingga masuk ke dalam pelukannya, Sean menciumi rambut wangi Emma... tangannya berselancar menjajaki kemulusan kulit Emma


" Sean..... "


" Hemmm... "


" Jaga kelakuan tanganmu.... " tegurnya, Sean pun menghentikan kegiatannya


" Emma..... "


" Hemmmm..... "


" Menikahlah denganku.... " bisik Sean

__ADS_1


" Tidak..... " sahutnya


" Kau kejam.. sudah 2 kali menolakku"


" Biarin.... " sahut Emma lalu tidur, ia tak mau memikirkan permintaan Sean, sedangkan Sean hanya bisa menarik nafas panjang sebelum menyusul Emma ke alam mimpi.


🦁🦁🦁🦁


Jam 08.00


Ke tiganya sudah duduk di restoran, setelah sarapan bersama mereka akan langsung berangkat ke PT. Kila, masih ada sedikit pekerjaan. Seperti biasa ada beberapa orang yang akan di pecat Sean.


Billy duduk si meja tanpa melepas kacamatanya, sedangkan Suprie juga berdiri di belakang Emma memakai kacamatanya.


" Mengapa kalian memakai kacamata si restoran, buka!! " bentak Sean


" Ngak usah boss.. lagi sakit mata nanti ketularan " sahut Billy


" Buka.... ngak sopan " ulang Sean


Akhirnya dengan berat hati Billy dan Suprie membuka kacamata hitam mereka, begitu kacamata di buka...


" Bha ha ha ha " Emma tertawa geli melihat mata keduanya nyaris rapat, bengkak karena habis menangis semalam


" Emma... sudah dong ketawanya, malu dilihat orang.... matamu kok ngak bengkak? " tanya Billy


" Rahasia doong he he, ngomong-ngomong pak Suprie kok matanya bengkak juga? " tanya Emma penasaran


" Semalam aku lanjutan nonton di kamar, kirain Suprie tidur eh sekalinya ikutan mewek dia dari ranjang " lapor Billy


" Sudah.. Emma, Billy dan Suprie mulai sekarang ada aturan baru... di larang keras nonton drakor kecuali lagi cuti, ingat kalau ketahuan.. gaji kalian ku potong.... kamu juga Suprie bikin malu aja... kepala pengawal. keamanan kok. mewek... apa kata dunia.... " Sean mengomel melihat kelakuan anak buahnya itu.


" Maaf boss... khilaf... " sahut Suprie


" Khilaf kok nonton drakor " Billy menimpali


" Kan gara-gara kamu, semalam aku maunya kan nonton bola " sahut Suprie kesal


" Sudah... oppa oppa sekalian, ayo lekas makan " Emma menengahi


Baru saja mau menyuap sarapannya, Sean memajukan mulutnya


" Aaaa.... " kodenya minta di suapi, Emma pun akhirnya membelokkan sendoknya ke mulut Sean, Billy tak menyia-yiakan kesempatan ia memotho kegiatan keduanya lalu mengirimnya ke Marsha


" Tante.... lihatlah kebucinan anakmu semakin menjadi 🙃🙃🙃 " tulisnya


Selesai dengan sarapan merekapun menyelesaikan sedikit pekerjaan di PT. Kila, jam 11 kini mereka sedang berada di Jet kembali sedang menuju kota berikutnya yaitu Palembang.


Palembang adalah ibukota sumatera selatan, kota ini adalah kota terbesar kedua setelah Medan dengan jumlah penduduk hampir 2 jt jiwa.


Tanpa beristirahat mereka langsung menuju gedung PT. Kila Palembang. Namun mereka tidak akan lama di Palembang karena beberapa bulan yang lalu Sean dan Billy sudah pernah kemari.


2 hari berlalu tanpa terasa, jam 3 sore hari kedua mobil meninggalkan perusahaan menuju bandara . Tiba -tiba saja....


" Stopppp..... " suara Emma mengagetkan Sean dan Billy, supir pun mengerem dan berhenti di sisi jalan

__ADS_1


" Ada apa Emma... apa ada yang tertinggal? " tanya Sean


" Emm tidak, Sean aku mau jalan-jalan dulu ya.. tadi barusan nanya mbah google.. itu lihatlah ada sebuah tempat wisata namanya Pulau Kemaro " tunjuk Emma pada sebuah pulau kecil.


" Wah sepertinya menarik.. aku ikutan dong Emma " timpal Billy. Emma terus merayu Sean agar di izinkan


" Nanti di kota berikutnya saja baru jalan jalan " tolak Sean


" Ya sudah kalo ngak boleh... awas saja ya si boy..ngak ada treatment lagi " omel Emma membuat mata sean langsung melotot


" Kok boy yang kena getahnya? " protesnya


" Terserah... " ucap Emma sambil membuang muka, ia ngambek...


Sean melihat ke arah Emma lalu melirik jam nya dan di lanjutkan melirik si boy


Waduh... belum pernah rasanya Sean bingung begini, supir sudah mulai menjalankan mobilnya


" Emma serius nih? " tanya Sean pelan


" 2 rius..... " jawab Emma cepat


" Ok.. Ok kali ini aku mengalah " ucap Sean, Emma langsung berbalik menghadap Sean dan memeluknya senang....


" Terimakasih... kau memang yang terbaik... muahhh " ucapnya senang sekali. Akhirnya mobil berbelok menuju Pulau Kemaro yang terletak di tengah sungai musi. Pulau ini terbentuk karena proses alam dari tanah dan lumpur yang terkumpul di muara sungai dan membentuk pulau.


Sesampainya di sana mereka lalu menyewa perahu. Suprie menyewa perahu terbesar dengan biaya sebesar 2 juta pp.


setelah beberapa saat, mereka sampai di pulau yang di tuju.


" Emma rasanya bukan seperti di Indonesia ya " ucap Billy takjub


" Iyaa... suasananya seperti berada di negeri tirai bambu..." ucap Emma sambil menunjuk beberapa obyek wisata yang ada di situ seperti


- Pagoda 9 lantai


- Klenteng


- pohon cinta dan kuburan penunggu pulau


Puas berkeliling perahu kembali membawa mereka kembali. saat kembali hari sudah gelap. Menuju arah pulang mobil mereka melewati sebuah jembatan yang begitu indah namanya Jembatan Ampera.


Jembatan Ampera adalah ikon kebanggaan kota Palembang. Tidak lengkap rasanya ke Palembang Jika tidak mengunjungi jembatan ikonik ini.


Emma meminta berhenti lagi di pinggir jalan, ia ingin makan mpek-mpek Palembang sambil memandangi jembatan Ampera. Akhirnya Emma, Sean Billy dan ke 12 pengawal makan empek-empek bersama.


" Terimakasih nona Emma..karena anda kami semua ikut merasakan berwisata dan mencicipi kuliner di kota ini " ucap Suprie, Emma hanya tersenyum sambil meneruskan makannya....


" Kalian tidak tau saja perjuanganku untuk bisa melakukannya he he... tapi no problem selama aku masih bisa jalan-jalan... si boy mah urusan kecil " ucap Emma dalam hati.


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee


__ADS_1


__ADS_2