Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
90. Karena kau Istimewa


__ADS_3

Dengan senyum lebar dan hp di telinganya Sean meninggalkan ruangannya


" Hallo sayang... ada apa kau menelfonku ? bagaimana keadaan anak-anak kita " sapa Sean begitu mengangkat telfonnya.. beberapa saat tak ada jawaban


" Hallo.. Hallo... Emma sayang kau masih di sana? "


" Kangen...... we Miss you papa " sahut Emma manja... membuat senyum Sean tambah mengembang


" Benarkah.... baik papa segera pulang, bersiaplah anak nakal papa akan menengok kalian ha ha " ucap Sean lalu memperlebar langkahnya, sudah tak sabar ia ingin segera memeluk istrinya padahal baru setengah hari mereka berpisah.


Emma tersenyum senang sambil memandangi hp nya


" Dasar kau raja mesum... " ucapnya sambil tersenyum, kini rasa bahagia sedang mengelilinginya. Bagaimana tidak? beberapa bulan yang lalu baru saja ia di selingkuhi, bercerai dan di tuduh mandul... namun lihatlah sekarang, sudah ada malaikat kecil di kirim Tuhan untuknya


Emma melangkahkan kakinya ke balkon kamarnya, ia berdiri menghadap ke arah pemandangan hutan di belakang Mansion.


" Mama.... jika mama masih hidup mama pasti sangat bahagia sekarang. Melihatku mendapat suami yang mau menerimaku apa adanya dan begitu tulus mencintaiku. Begitu pula dengan kedua orang tuanya... mereka sangat baik ma... seandainya mama ada di sini bersamaku saat ini. Mengapa mama begitu cepat meninggalkanku? apakah mama sudah bertemu adik di sana? " tak terasa air mata Emma menetes


" Mama.. apakah mama masih ingat dengan cinta pertamaku ma..., tentu mama ingat dengannya karena dulu mama seringkali memakinya. Mama sangat benci mendengar nama Alex, karena Alex telah mengambil keceriaanku dan membuatku membuang waktu percuma... itu kata mama "


" Tahukah mama aku bertemu lagi dengan Alex setelah 10 tahun mah. Ia masih setampan dulu dan ia juga masih mencintaiku seperti dulu... ingin rasanya aku berlari ke pelukannya dan menghilang bersamanya ma. Namun jika aku melakukan itu... maka aku adalah wanita yang tak tau diri dan tak tau di untung... bukankah begitu ma? " Emma terus hanyut dengan lamunannya dan curhatnya dengan sang mama


" Mama jangan khawatir... aku bukan gadis bodoh seperti dulu lagi ma yang mau termakan janji, lihatlah kedua calon cucumu ini ma, mereka adalah bukti dari cinta Sean padaku. Maka sebesar itu pula aku akan membalas cintanya, aku akan melupakan semua masa laluku dan hanya akan menatap masa depanku. Mama lindungi aku, doakan aku bahagia selalu... "


Lamunan Emma terhenti ketika sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang, tangan kekar itu mengelus pelan perut datarnya.


" Mengapa kau malah berjemur di luar sayang? " tanya Sean sambil membalik tubuh Emma


" Haii kau menangis, maaf jika kau menungguku terlalu lama tadi aku mampir dulu membelikanmu ini " ucap Sean sambil memberikan Emma seikat besar bunga kesukaannya, Emma tersenyum dan menerima bunga tersebut... matanya memandangi Sean dengan seksama


" Ada apa sayang.. katakan? mengapa kau menangis Hemm.. maafin aku ya!!! " pinta Sean sambil mengusap air mata Emma


" Tidak.. aku tidak marah. Ini air mata bahagia Sean, aku sangat bahagia sekarang... menjadi istrimu, menjadi menantu di rumah ini dan menjadi wanita yang akan melahirkan anak-anak mu " jawab Emma, Sean menarik pinggang Emma... di dekatinya wajah cantik itu dan cuppp, Sean mencium bibir manis itu dengan penuh nafsu

__ADS_1


" Sayang... aku menginginkannya, bolehkah? " tanya Sean dengan suara bergetar... Emma mengangguk. Tak mau membuang waktu Sean segera mengendong Emma memasuki kamar mereka dan merebahkannya dengan hati-hati.


Dalam beberapa detik suara desahan kembali menghiasi kamar mereka. Entah mengapa semakin hari Emma terlihat semakin sexy dan mengoda di mata Sean. Tak ada rasa bosan baginya untuk mencicipi Emma, ia ingin terus dan terus.


Setelah selesai menyuntikkan vitamin ke kandungan istrinya...keduanya berbaring mengatur nafas yang masih menderu. Sean menarik Emma ke pelukannya, di ciumnya berkali-kali wajah yang nampak kelelahan itu


" Terimakasih sayang... ohhh jika kau tak sedang hamil muda, aku pasti melakukannya lagi dan lagi " bisik Sean di kuping Emma, Emma tersenyum sambil memandangi wajah Sean


" Sean... boleh aku bertanya, jawablah dengan jujur ya "


" Hemmmm.... "


" Sean... aku serius...!! " tegas Emma


" Iya sayang... apa yang ingin kau tanyakan? "


" Katakan dengan jujur... mengapa kau menyukaiku dan memutuskan untuk menikahiku, padahal kau tau aku ini seorang janda sedangkan kau masih perjaka. Kau tampan, muda dan kaya... begitu banyak gadis muda di luar sana yang menanti mu " tanya Emma panjang lebar tanpa melepaskan pandangannya dari mata Sean


" Entahlah... mungkin kau memeletku ha ha ha " jawab Sean sambil tertawa


" Entahlah Emma pertama kali aku melihatmu... saat itu kau sedang melakukan tes di perusahaan. Kau terlihat begitu berbeda.. kau begitu indah di pandang. Semula aku menyangkalnya, karena aku tak suka berurusan dengan wanita kecuali mamaku. Namun semakin ke sini, kau semakin masuk ke dalam hatiku... kau masuk tanpa diundang dan menjajah seluruh kawasan hatiku " ucap Sean


" Senyummu itu bagaikan air es yang mendinginkan panas di hatiku, tatapanmu mampu menembus dan memporak porandakan pertahananku. Aku memilihmu karena kau begitu istimewa " ucap Sean lagi membuat Emma terpana, belum pernah selama ini Sean berucap seindah itu


Emma meraih leher Sean dan menciumnya dengan mesra. Sean tentu tak menolak.. namanya juga kucing garong 😅😅😅


Sepertinya ronde kedua akan di mulai, Sean sudah kembali mencumbu Emma... membuat Emma kembali mendesah...


" Oh.... Sean.... Oh..... ah..... "


" Tok... tok... tok.... Emma.... waktunya makan siang sayang!! " suara Marsha mengagetkan keduanya, Emma reflek mendorong kuat Sean hingga


" Gubrak....... ahh Emma... sakit " Sean terjatuh dari ranjang

__ADS_1


" Maaf... aku kaget " cicit Emma


" Emma.. tok.. tok.. tok, apakah kau baik-baik saja? " tanya Marsha lagi mendengar bunyi benda jatuh di kamar Emma


" It's okay Mam.... 10 menit lagi Emma turun!! " jawab Emma sambil berjalan ke kamar mandi, ia mandi dengan cepat.


" Emma kemana kau... selesaikan dulu, tanggung nih kasian dong di boy " protes Sean


" Ntar di sambung lagi malam, Mam sudah menunggu " jawab Emma sambil mandi


Sementara Sean berjalan berlahan sambil memegangi pinggangnya yang terasa sakit akibat terjatuh dari ranjang


" ahh.... Shett... mom, kau menganggu saja. Sebaiknya kami pindah ke apartemen saja " gerutunya


15 menit kemudian pasangan pengantin pun turun ke ruang makan menggunakan lift. Emma tersenyum malu mendapati ke dua mertuanya sudah menunggu di meja makan


" Maaf Mam kami terlambat " ucapnya.. sedangkan Sean duduk dengan wajah suntuknya


" Sean... kapan kau datang? mengapa tak pulang bersama papa tadi? " tanya Daniel kaget melihat Sean di rumah


" Baru saja... " jawabnya singkat sambil melirik kesal pada Marsha , sedangkan Marsha cuek saja


" Mam jahat " desisnya pelan


" Kau mengatakan sesuatu Sean... ulangi Mam tak mendengar " tanya Marsha


" Aku dan Emma akan pindah ke apartemen saja " ucap Sean membuat Daniel dan Marsha langsung melotot


" No.... big no..!! " jawab keduanya berbarengan


See you next eps sista


Jangan lupa like komen dan votee nya.. thor tunggu ya

__ADS_1


Sean yang bergegas pulang



__ADS_2