Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
187. Jantungan Mendadak


__ADS_3

Beberapa nitizen bertanya dulu nama anaknya pak Sabeni kan Wati sekarang kok berubah jadi Zahra? nama lengkapnya si bening adalah Rahmawati Az Zahra ya sista... jadi bisa di panggil Zahra bisa juga Wati ya... biar ngak bingung lagi.


🍷🍷🍷🍷


2 hari sudah Zahra dan Rangga wara wiri dengan Zahra mengurus persiapan pernikahan keduanya. Kini mereka sedang berada di sebuah galeri perhiasan, mereka akan memilih sepasang cincin kawin dan seperangkat perhiasan untuk mas kawin. Padahal Zahra hanya meminta seperangkat alat sholat namun Rangga berkeras ingin menambahkan seperangkat perhiasan.


" Saya ambil cincin kawinnya yang ini " ucap Rangga setelah keduanya berdiskusi


" Dek.. pilih perhiasannya di antara 5 ini " pinta Rangga.....Zahra hanya terdiam, bagaimana tidak melihat harga cincin kawinnya saja sudah membuat Zahra bergetar. Ia memandang ke arah Rangga hendak mengelengkan kepalanya namun Rangga lebih dulu mengelengkan kepala tanda dia tak setuju dengan keinginan Zahra.


Akhirnya Zahra memilih perhiasan yang matanya berwarna putih... difikirnya perhiasan sederhana itu harganya pastilah yang paling murah.


" Selera anda memang bagus nona... ini adalah seperangkat perhiasan bermatakan berlian model terbaru " puji yang melayani


" Ngak mahal kan mba? " tanya Zahra pelan takut Rangga mendengarnya


Pelayan tersebut melambaikan 3 jarinya sebagai kode


" 3 juta ? " bisik Zahra.. ia mendapat gelengan


" 30....?? " bisiknya lagi.. kembali sang pelayan menggeleng, mata Zahra membulat


" Ja.. jadi... 300....juta?? " tanyanya prustasi, sebuah anggukan langsung membuat Zahra lemas


" Ya allah.... " ucapnya beristigfar keringat membanjiri keningnya


" Ada apa dek..? " tanya Rangga melihat wajah Zahra yang memucat


" Adek.... salah pilih perhiasan nya.. harganya.... "


" Sudah... ngak ada yang salah, untuk adek ngak ada yang mahal... bungkus mba!! " titahnya.. Rangga lalu mengambil selembar tissu lalu me lap kening Zahra yang berkeringat


" Mas.... "

__ADS_1


" Hemm.... ada apa?? "


" Lama-lama adek bisa kena serangan jantung ini " ucapnya membuat Rangga tertawa geli


" Jangan jantungan dong dek... belum juga malam pertama " goda Rangga dan langsung mendapat hadiah cubitan dari Zahra.


Beberapa hari setelah Lebaran Idul Fitri..........


Zahra sudah tak kemana-mana ia akan menjalani masa pingitan, ia juga sudah berhenti dari PT. Kila karena selepas menikah Rangga memintanya istirahat bekerja dulu.


Ada kejutan menanti Zahra karena tanpa sepengetahuan Zahra.. Rangga meminta Romi mendatangi pihak sekolah dan meminta nama serta alamat guru dan teman sekelas Zahra untuk memberikan undangan pernikahan dan resepsi mereka.


Bu Ami juga sibuk.. ia pergi dengan ibunya Zahra untuk mengatur catering dan dan seragam Resepsi. Tak berbeda jauh dengan Zahra... ibunya Zahra juga sering di buat spot jantung oleh bu Ami.


Bagaimana tidak... untuk sekelas ibunya Zahra baju seharga sejuta seumur hidupnya ia tak pernah bermimpi untuk membelinya, sekarang bu Ami membelikannya begitu banyak baju dengar harga yang begitu fantastic... ibu nya Zahra sampai gemetar membawa paperbag belanjaan mereka.


Ia tak menyangka akan berbesan dengan orang yang begitu kaya namun tidak sombong. Ia hanya bisa mengucap syukur karena Zahra anaknya bagai mendapatkan durian runtuh.


Hari yang dinanti pun tiba, Seminggu setelah hari raya Idul Fitri perhelatan pernikahan Kapten Rangga dan Zahra pun siap si gelar. Acara pernikahan dilaksanakan di mesjid di dekat rumah Zahra.


Zahra sudah selesai du make up.. ia terlihat begitu cantik dengan kebaya putih dan jilbabnya, wajahnya terlihat bercahaya. Mobil mewah sudah menunggu di luar rumahnya untuk mengantarkan Zahra sekeluarga ke mesjid.


Sementara itu di Mesjid... rombongan Rangga telah datang kebih dulu, melihat rombongan pengantin wanita belum datang membuat Rangga gelisah.. ia pun memandang ke arah Romi. Romi pun mengangguk mengerti


Romi berjalan ke halaman mesjid dan menelfon supir yang di beri tugas menjemput keluarga Zahra namun telfonnya tak juga di angkat.. membuat Romi penasaran... ada apa, apa yang terjadi???


Romi akhirnya beralih meneldon pfk Sabeni... namun lagi2 tak di angkat oleh pak Sabeni, nomor terakhir yang bisa dihubunginya adalah Zahra. Namun sama... nomor Zahra malah tidak aktif...


Bergegas Romi masuk kembali ke dalam Mesjid... ia duduk di sebelah Rangga dan melaporkan nya pada Rangga. Rangga terkejut Bukan main mendengarnya, jantung nya terasa seolah berhenti berdetak...


" Ada apa nak...?? " tanya bu Ami


" Pihak perempuan tak bisa dihubungi bu " sahut Romi

__ADS_1


" Apaa...?? bagaimana mungkin, apakah kalian tidak melakukan pengawalan pada mereka?? " tanya bu Ami panik


" Tidak bu.. hanya supir saja " jawab Romi


" Bagaimana aih kalian ini...??? bisa2nya lengah begini, cepat kau cari dimana mereka!! " bentak bu Ami pada Romi


" Siapp bu!! " jawab Romi cepat sambil berlari memanggil beberapa rekannya untuk mencari keberadaan sang pengantin perempuan.


Bu Ami mengelus-elus dadanya berkali-kali... ia sangat khawatir jika sampai pernikahan anaknya gagal, ia tak rela jika hal itu sampai terjadi. Rangga sebenarnya ingin ikut mencari Zahra... namun kepala Polisi yang akqn menjadi saksi oernikahannya sudah datang hingga ia tak bisa meninggalkan mesjid, Rangga hanya bisa berharap Zahra tidak kenapa- napa dan Romi segera memberi kabar baik.


10 menit berlalu belum juga ada kabar dari Romi, Rangga mengambil hpnya lalu menelfon Romi


" Hallo... Rom bagaimana? " tanya Rangga begitu tersambung


" Sabar bos.... belum sampai di tujuan, jalanan macet karena di depan ada kecelakaan sepertinya " jawab Romi


" A.. apa... kecelakaan...? jangan bilang Zahra yang kecelakaan!! " sambung Rangga membuat ibu Ami kaget mendengar kata kecelakaan


" Cepat cari Zahra...!! " titahnya sambil menutup telfonnya


" Rangga... apakah Zahra kecelakaan?? " tanya bu Ami tiba-tiba sudah berada di belakang Rangga membuat Rangga kaget


" Ibu....? bikin Rangga jantungan aja!!! " ucapnya sambil mengelus dadanya


" Jawab Ibu nak... apa yang terjadi dengan Zahra?? " tanya bu Ami panik, air matanya sudah mulai menetes


" Ibu...tenang, sabar dulu... kita tunggu saja berita dari Romi ya bu " Rangga berusaha menenangkan olbu Ami walau sebenarnya ia juga begitu resah


Apakah yang sebenarnya terjadi ??


Tunggu lanjutannya besok ya sista, kita doakan sama2 Zahra sekeluarga baik-baik saja.


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votee nya


__ADS_2