
5 hari nan indah telah berlalu, kini di sinilah mereka berada. Emma berkeras mengantar sahabat nya dan juga Billy ke Bandara. Sebenarnya Emma ingin sekali ikut ke Bali... ia sudah rindu dengan kampung halamannya itu, namun Sean dan Marsha melarangnya.
Dengan iming-iming mereka akan ke sana jika kandungan Emma sudah berumur di atas 5 bulan, akhirnya Emma pun menurut.
" Billy hati-hati di sana ya... ingat jaga Lisa dengan baik dan satu lagi no sex before married... Ok " bisik Emma sambil memeluk Billy. Semenjak tadi Emma memeluk Billy... berat sekali rasanya melepasnya, begitu juga Billy yang sampai menangis... Billy bahkan tak melihat mata Sean yang melotot padanya sampai mau keluar
Karena sudah tak tahan akhirnya Sean menarik Emma ke pelukannya
" Sudah.. enak saja kau memeluk Emma lama-lama " tegurnya penuh rasa cemburu
" Apaan sih bos... ngapain sama aku aja cemburu hik hik hik " jawab Billy sambil menghapus air matanya
" Jangankan sama kamu... sama nyamuk aja aku cemburu karena berani menyentuh kulit istriku " sahut Sean jengkel
" Dasar lebai.... " sahut Billy kesal
" Ow Ow Ow.... wah Emmm beruntung sekali kau dapat suami yang sangat menyayangimu... kami jadi iri deh " cicit Ida dan Cece sambil berpelukan, Emma hanya tersenyum
Emma juga memberikan pesan yang sama dengan Lisa. Selesai acara cipika cipiki dan termehek-mehek akhirnya jet pun terbang membelah langit London menuju Indonesia.
Emma dan Sean kembali ke Mansion setelah mereka makan malam di luar. Kehidupan keluarga Brown kini di lingkupi kebahagiaan. Marsha dan Daniel sangat senang mendapatkan Emma sebagai menantu mereka. Karena Emma sangat penurut dan tak pernah bertingkah macam-macam.
Begitu pula Emma... tak pernah ia berhenti bersyukur karena berada di tengah keluarga yang menyayanginya. Mungkin ini adalah rezeki si cabang bayi, mendapat kasih sayang penuh dari ayah dan nenek kakek mereka.
Seringkali Emma melamun.. ia sangat merindukan Mama dan kampung halamannya tak sabar sudah rasanya ia pergi ke Bali... namun ia tak pernah mengatakannya pada suami maupun mertuanya, ia lebih memilih untuk bersabar . Emma tau mereka melarangnya semata-mata karena menyanyangi anak di dalam perutnya itu.
Emma hanya menghabiskan hari-harinya di Mansion, ia lebih memilih berkebun untuk mengusir rasa bosan dari pada jalan-jalan ke mall, walaupun seringkali Marsha mengajaknya.
Eric juga nampaknya sudah move on... ia tak pernah lagi menganggu Emma, dan beberapa kali terlihat makan malam dengan wanita yang berbeda... mungkin sudah mulai mencari penganti Emma.
🐾🐾🐾🐾
Tak terasa kandungan Emma sudah menginjak 5 bulan. Karena anak yang di kandungnya kembar, perut Emma sudah terlihat lumayan besar. Berat badannya pun sudah bertambah kini.
Marsha tengah sibuk mempersiapkan keperluan mereka, karena besok mereka akan terbang ke Bali sesuai dengan janjinya oada Emma. Emma pun tak kalah sibuk, kini ia tengah berada di sebuah mall di London di temani Sean dan para pengawal. Emma ingin membelikan oleh-oleh untuk duo racun dan juga ipin upin... tak lupa juga dengan Lisa.
Tangan pengawal penuh dengan belanjaan. Emma juga banyak membeli pakaian untuk dirinya.. karena pakaiannya sudah banyak yang tak sedang. Sean pun memilihkan banyak baju hamil yang elegan untuk Emma.
" Sean... nanti di Bali boleh ngak aku mengadakan syukuran Kehamilanku dan mengundang teman-temanku, aku ingin membagi kebahagiaan ini dengan mereka " ucap Emma di perjalanan pulang
" Tentu saja.. nanti kita adakan di Villa kita saja, Villa kita di Bali lumayan besar kok " jawab Sean
__ADS_1
" Terimakasih sayang " ucap Emma senang
" Tapi dengan satu syarat... "
" Satu syarat....? apa itu "
" Kau tak boleh mengundang mantan suamimu itu... aku keberatan, aku tak mau ia berada di dekatmu... " ucap Sean kembali dengan nada cemburu
" Hanya itu...? "
" Ya... "
" Baiklah tukang cemburuan... no problem " jawab Emma tertawa geli melihat sikap Sean yang tak berubah
Hari yang di nanti tiba... keluarga Brown kini telah berada di jet. Seorang dokter kandungan menyertai mereka selama pergi ke Bali... rencananya mereka akan berada di Bali selama seminggu dan ke Jakarta juga seminggu atau 2 minggu.
Senyum tak pernah lepas dari bibir Emma, walaupun perjalanan cukup lama namun ia tak merasa lelah. Sudah tak sabar rasanya Emma menginjakkan kakinya ke pasir putih pantai di Bali.
Saat Jet mendarat.. Emma malah tertidur. Sean mengangkat istrinya berlahan, ia tak mau membangunkannya. 2 buah mobil mewah telah menanti mereka, mobil kemudian bergerak menuju Villa mereka di daerah Ketewel Bali.
Emma mengeliatkan tubuhnya yang kini sudah tak langsing lagi. Berlahan ia membuka kedua matanya... mengapa silau sekali... ucapnya dalam hati
Mata Emma sampai melotot begitu mengetahui kini ia sudah berada di sebuah kamar nan mewah, Sean masih tertidur sambil memeluknya. Berlahan Emma berdiri dan mengintip dari balik tirai...
Emma menghirup udara Bali yang sangat di rindukannya. Kakinya melangkah melewati sebuah kolam renang menuju area pantai.
" Nyonya muda.. apakah anda ingin ke pantai? " tanya pengawal
" Iya... "
" Apakah tuan mengizinkan nyonya? " tanyanya takut nanti salah.. mereka sangat takut jika Sean sudah murka
" Sean masih tidur... tidak apa-apa... aku tak akan jauh " ucap Emma sambil melangkahkan kakinya yang tak memakai sendal
Seorang pengawal berlari membawa topi.. selimut dan juga sendal untuk Emma.. namun Emma hanya mengambil topi saja. Emma berjalan menyusuri pantai diikuti 5 pengawal.
Sean yang baru terbangun, segera mencari keberadaan istrinya. Ia panik karena Emma tak berada di dalam kamar, ia mengetuk kamar Mamanya
" Mam... apakah Emma bersamamu?"
" Tidak son... coba kau tanya pengawal " Sean pun berteriak
__ADS_1
" Jhon...... Malik.... di mana kalian...!!! " teriaknya nyaring, beberapa pengawal segera datang
" Jhon dan beberapa pengawal sedang mengawal nyonya muda di pantai tuan " lapor malik segera
" Siapa yang mengizinkan istriku ke pantai seorang diri hah... mengapa kalian tak membangunkanku!! " bentaknya lagi sambil berjalan cepat menuju area pantai
" Maaf tuan kami sudah menanyakan pada nyonya muda , tapi kata nyonya tak apa-apa " jawab Makin sambil berjalan mengikuti Sean
" Ohh shitt... mengapa aku tertidur begitu nyenyak... berapa orang yang mengikuti Emma?
" 5 orang termasuk Jhon tuan "
Jhon adalah kepala keamanan keluarga Brown. Ia adalah mantan tentara yang terlatih, mendengar itu Sean agak tenang... dari kejauhan nampak siluet tubuh istrinya yang sedang asik memandangi pantai.
Sean segera berlari mendekatinya dan happ.... ia langsung memeluk Emma dari belakang
" Mengapa kau tak membangunkanku sayang.... aku sangat panik " bisiknya tanpa melepaskan pelukannya... kedua tangannya meraba perut Emma, Emma pun segera berbalik
" Maaf... aku sudah tak sabar... ingin menyentuh pasir putih ini... selamat datang di tanah kelahiranku suamiku sayang " ucap Emma sambil mencium pipi Sean, tiba tiba Sean mengendong Emma
" ouww.... Sean.. apa apaan kau, turunkan aku " ucap Emma kaget
" Ya nanti aku akan menurunkanmu nanti di kamar, kau harus di hukum karena telah berlaku nakal.... "
" Whatt...? di hukum "
" Tenang saja... hukumanmu ringan saja he he hanya satu ronde " Ucap Sean sambil tertawa
" Dasar kau kucing garong, pintar sekali mencari celah " omel Emma
See you next eps
Jangan lupa like komen dan votee
Happy reading selalu
Ilustrasi Villa keluarga Brown
Nyomot di mbah google ya sis
__ADS_1