Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
140. Ngambek


__ADS_3

Hai sista semua... pembaca setia atm, dah senin lagi ya... thor tunggu vote dari kalian semua, terimakasih 😻😻


Billy mengendarai mobil sampai ke Mansion Daniel.. dengan tersenyum indah Billy menyapa keduanya yang tengah bersiap makan malam


" Billy...? kau sudah datang... kemari tante sudah lama tak memelukmu " sapa Marsha senang


Billy pun mendekat dan memeluk Marsha yang merupakan ibu angkatnya itu. Jika tak ada Marsha dan Daniel entah jadi apa dia. Saat kedua orang tuanya meninggal ia sempat luntang lantung selama sebulan, untung keduanya memungutnya dan memeliharanya seperti anak sendiri.


Bagi Billy... Marsha dan Daniel adalah malaikat pelindungnya dan sekarang bertambah lagi dengan Emma. Makanya sebisa mungkin Billy tak pernah menampakkan kesedihannya di depan orang2 tersayang tersebut.


Mereka makan malam dengan gembira


" Jadi apakah besok kau sudah langsung ke kantor Bill? " tanya Daniel


" Bolehkah Billy istirahat dulu selama beberapa hari Om, mau refresh otak dulu. Namun jika ada pekerjaan yang bisa kukerjakan di rumah melalui laptop... akan kukerjakan om " pintanya


" Baiklah... beristirahat dulu saja Bill... kau bisa ikut aku dan Emma besok, kami mau membeli gaun untuk ke acara pernikahan Eric dan Ida " ajak Marsha


" Ok tante... Billy paling senang menemani kalian berdua berbelanja Hehe " jawab Billy senang


Setelah memberikan oleh2 pada keduanya berupa baju batik couple dan gelang, Billy pun pamit beristirahat.


Marsha merasa sikap. Billy sedikit berbeda, ia terlihat kurang bersemangat... tidak seperti biasanya


" Daniel... tidakkah kau metasa Billy sedikit berbeda? ia nampak sedih " tanya Marsha


" Sayang... Billy sudah beranjak dewasa, jika ia sedikit sedih mungkin ada permasalahan hati yang belum selesai...apa ia ada masalah dengan Lisa? " tanya Daniel balik


" Entahlah... kuharap Billy baik2 saja " ucap Marsha cemas, ia ingin bertanya pada Emma tapi takut nanti Emma malah kepikiran . Marsha bolak balik namun tak bisa juga tertidur... hatinya resah memikirkan Billy


" Daniel sayang... bisakah kau bertanya pada Billy untuk memastikan ia baik2 saja, aku tak bisa tidur memikirkannya " pinta Marsha...tanpa suara Daniel pun keluar menuju kamar Billy, sebenarnya ia juga merasa begitu


tok... tok... tok....


Billy pun membukakan pintu, Daniel masuk dan mendapati bau rokok dari kamar Billy... rupanya ia sedang merokok di balkon kamarnya. Daniel melangkah tanpa suara ke balkon kamar Billy dan duduk di kursi sambil memandangi Billy


" Sekarang katakan pada om... apa yang terjadi? " tanya Daniel tanpa basa basi, ia tau Billy bukan perokok... jadi jika ia sekarang merokok pasti ada masalah


" Tidak ada apa-apa om "


" Kau tak bisa membohongi mata tua kami Bill " Billy menarik nafas panjang


" Memang ada sedikit masalah om... tapi tak akan membunuhku, aku bisa mengatasinya hanya butuh sedikit waktu " jawab Billy, Daniel mendekat dan memeluk Billy


" Baiklah Bill om percaya padamu..om juga pernah muda, jangan terlalu di pikirkan... ingatlah kami semua menyayangimu, rokok ya om sita.. ini bisa membunuhmu walaupun berlahan " ucap Daniel keluar sambil membawa rokok di meja


Billy hanya bisa tertawa melihat Daniel yang menyita rokoknya. Setelah kepergian Daniel... Billy kembali melamun di Balkon


" Kau tau Lisa... selama ini tak ada wanita yang mengisi hatiku, kaulah yang pertama... Kufikir setelah berbulan bekerja keras di Jakarta saat ke London aku bisa menghilangkan penat dengan bermanja padamu, namun sepertinya sudah ada pria lain yang mengisi hari2mu..huffff..... " Billy mengacak rambutnya, setelah 30 menit berdiri di balkon memandangi langit, Billy pun masuk ke kamar dan beristirahat


" Tak apa-apa Lisa... jika kau bahagia aku hanya bisa mendoakan, masih banyak orang yang menyanyagiku... aku tak boleh larut dalam kesedihan " ucapnya dalam hati sebelum menghilang ke dunia mimpi.


🐝🐝🐝🐝

__ADS_1


Pagi yang indah....


Billy sudah siap dengan Marsha, mereka akan ke Mansion Sean untuk menjemput Emma... hari ini mereka akan menghabiskan isi rekening Brown.


Sementara Marsha dan Billy dalam perjalanan... ketegangan terjadi di kamar Emma. Si kucing garong melarang Emma untuk pergi dengan Marsha, menurutnya lebih aman jika isi butik yang di bawa ke Mansion, pihak butik tak akan keberatan melakukannya. Namun Emma ingin jalan2 dan cuci mata, sudah 2 bulan ia tak keluar mansion


Karena mengambek akhirnya Emma mogok makan... ia tak mau sarapan, ia hanya berbaring di ranjang dan menutup semua tubuhnya dengan selimut, Sean mengawasi di sebelahnya... ia takut nanti Emma tak bisa bernafas karena menutup rapat tubuhnya dengan selimut, ia terus merayu Emma agar mau sarapan


tok... tok... tok...


" Emma.... kau sudah siap sayang? " suara Marsha terdengar dari balik pintu... Sean menarik nafas panjang...


" Ini dia si biang kerok datang " omelnya sambil membuka pintu


" Mana menantu Mam? "


" Itu Emma ngambek... ia bahkan tak mau sarapan gara2 Mam " omel Sean


" What...? apa salah mam "


" Karena mam mengajak Emma keluar... tidak usah.. aku tak mengizinkan " omel Sean kembali, Marsha tak menghiraukan omelan Sean... ia berjalan mendekati menantunya itu


" Ya ampun... Kasian sekali menantu Mam... Emma bangun sayang, ini mam sudah datang...tak usah kau hiraukan suami posesifmu itu " ucap Marsha lalu membuka berlahan selimut Emma, Emma membuka matanya dan memeluk Marsha... ia menangis sesegukan di pelukan Marsha


" Sean jahat Mam.... sudah berbulan2 aku tak boleh keluar Mansion, Emma bosan Mam hik hik hik.... " adunya pada Marsha membuat Marsha melotot ke arah Sean...Sean hanya memonyongkan bibirnya


" Cup.. cup.. cup.. sudah sekarang ada Mam, ayo mandi dan sarapan... suamimu biar Mam yang urus " ucap Marsha lalu berdiri dan mendekati Sean, Marsha menjewer kuping Sean


" Mam... Emma sedang hamil, nanti bagaimana jika tiba2 di sana Emma mau melahirkan kan berabe " jawabnya ngeles


" Itu alasanmu saja Sean, sudah sana keluar!! " usir Marsha


Marsha menemani Emma mandi lalu memilihkan sebuah baju hamil untuk menantunya itu. Wajah Emma masih memerah akibat menangis, Marsha memakaikan bedak dan lipstik agar wajah Emma kembali segar.


Marsha kemudian membawa Emma ke ruang makan... di ruang makan sudah ada Sean dan Billy yang menunggunya.Emma duduk di sebelah Billy, ia bahkan tak mau menatap Sean... ia masih kesal.....


" Billy... suapin aku, ponakanmu lapar " titahnya


" Ok.... Ponakanku sayang..... " sahut Billy yang dengan senang hati menyuapi Emma


" Sayang.... " panggil Sean


" Sayang..... "


" Daddy jahat..... " sahut Emma sambil meminum susunya


" Aku temani ya ke butiknya " pinta Sean.. Emma langsung melihat ke arah Marsha tanda tak setuju


" Billy cuti sampai Emma melahirkan jadi kau ke kantor saja, biar mam dan Billy yang menemani Emma " ucap Marsha


" Mammmm... Billy saja yang ke kantor " tolaknya


" Tidak ada bantahan Sean O Brown... kau sudah lama di Mansion saja!!! " ucap Marsha tak mau di bantah membuat Sean berjalan sambil menghentakkan kakinya karena kesal

__ADS_1


" Mam jahat.... " omelnya sambil melotot pada Billy yang mengoloknya


" Jhon.... kawal Emma dan Mam, ingat jangan sampai lengah " titahnya sebelum masuk ke kamar mandi


🐥🐥🐥🐥


Emma tersenyum sumringah... sudah 2 bulan ia tak pernah keluar dari penjara cintanya, ia mengandeng Billy memasuki sebuah butik ternama di London. Melihat siapa yang datang para pelayan butik langsung melayani keluarga Brown dengan penuh hormat.


Emma minta di carikan gaun berwarna merah untuknya karena ia akan berseragam dengan Ida dan Cece. Mendekati jam makan siang Emma dan Marsha sudah mendapat gaun yang di cari.. Mereka kemudian mencarikan pakaian yang terbaik untuk Billy, saat Billy sedang mencoba Tuxido nya... Marsha sepintas melihat Lisa yang berjalan dengan seorang pria melewati. butik....


" Apakah ini yang membuat Billy sedih? " tanya Marsha dalam hatinya


" Mam... ada apa? " tanya Emma


" Tidak apa-apa, bagaimana hubungan Billy dan Lisa? " tanya Marsha


" Baik baik saja kurasa Mam... kemarin Billy katanya mau menjemput Lisa pulang kerja " jawab Emma


Tak lama Billy keluar dengan Tuxido barunya, ia terlihat sungguh tampan. Emma dan Marsha tersenyum melihatnya


" Kau sudah dewasa nak... sudah saatnya kau berumah tangga juga " ucap Marsha


" Ya Billy... kami akan melamarkan Lisa untukmu ..kapan kau mau? " tanya Emma semangat


Billy hanya tersenyum....


" Nanti jika di twins sudah keluar baru aku akan memikirkan diriku " jawabnya bijak


" Billy... telfon Lisa kita makan siang bersama " pinta Emma


" Lisa belum tau kalau aku sudah datang, nanti saja Emm.... aku ingin berkumpul dengan keluargaku saja dulu " jawab Billy tanpa menghilangkan senyum dari wajah tampannya


" Baiklah jika itu maumu... bungkus 2 baju yang sudah kau coba... dua duanya sangat membuatmu terlihat semakin tampan " ucap Marsha sambil memeluk Billy... kini Marsha tau apa yang membuat Billynya bersedih


" Tenang saja tante.... Billy baik-baik saja " bisik Billy


See you next eps


Jangan lupa untuk...


LIKE....


KOMEN...


VOTEE.....


Love you all


Billy dengan Tuxido barunya


Cakepp abisssss... 😍😍


__ADS_1


__ADS_2