Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul
46. Balikpapan kota Minyak


__ADS_3

Selesai dengan ke gabutan di pagi hari, kini ketiganya sudah berada di PT. Kila kembali. Ini hari terakhir mereka berada di Bjm. Beberapa orang sudah di pecat bahkan ada yang di polisikan karena terlibat kasus pengelapan dana perusahaan.


Rapat kembali di gelar, tidak main main Sean bahkan sampai memberikan ultimatum pada karyawan anak cabangnya jika masih terjadi kebocoran seperti tahun ini maka tahun depan kemungkinan ia akan menutup anak cabang Banjarmasin.


Jam 12 malam akhirnya selesai semua urusan di perusahaan, seharusnya malam ini mereka berangkat ke Balikpapan, tetapi karena Sean sudah berjanji pada Emma, mau tak mau jadwal keberangkatan kembali molor.


Sean membuka pintu kamarnya, nampak Emma yang sudah tertidur di sofa, Emma selalu pulang duluan karena ia tak tahan bergadang. Sean membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu memakai celana piyamanya.


Berlahan di pindahnya Emma ke ranjangnya lalu ia pun berebah di sebelah Emma, Sean meletakkan kepala Emma di lengannya


" Mengapa kau keras kepala sekali cantik, kau tak mau seranjang denganku... kau tak menerima lamaranku, sementara di luar sana begitu banyak yang menginginkan posisimu ini sayang " bisik Sean sambil memainkan telunjuknya di wajah Emma


" kau wanita yang sangat unik, entah mengapa aku tak tahan jauh darimu, tak berani membuatmu marah dan sangat takut kehilanganmu... inikah yang di namakan jatuh cinta "


" Jika ini jatuh cinta.. maka aku bukan hanya jatuh tapi sudah terperosok terlalu dalam dan tak mungkin bisa keluar lagi. Aku akan membuatmu jadi milikku Emma, kau tak akan bisa lepas dariku... selamanya " Sean mendekatkan wajahnya pada wajah Emma, ia menyapu bibir sexy Emma yang sedikit terbuka dengan bibirnya.


Tangan nakalnya lalu menyusuri dua gunung milik Emma, ia memainkannya pelan.. keduanya adalah area kesukaan Sean. Tanpa Emma sadari hampir setiap malam Sean suka memainkan gunung kembar itu entah dengan tangannya ataupun dengan bibirnya... dasar bos mesum, Sean ternyata kau lelaki yang sangat mesum ya ha ha kalo Emma tau... habis kau.. 😅😅😅


Alarm hp Emma berbunyi, Emma mengeliatkan tubuh mungilnya.. namun mengapa ia tak bisa bergerak? jangan jangan... bergegas Emma membuka matanya, hal pertama yang di lihatnya adalah wajah tampan Sean yang masih terlelap.. pasti kau memindahkan ku lagi Sean... cicitnya


Beberapa saat Emma memandangi wajah nan sangat tampan itu, ia mendekatkan wajahnya lebih dekat sambil tersenyum... bagaimana mungkin lelaki tampan dan sekaya dirimu bisa menyukaiku seorang janda tua ini, orang orang pasti mengatakan aku memeletmu hi hi... Emma terkekeh sambil memandangi Wajah Sean.


" Cuppp... bangun Sean " Emma membangunkan Sean perlahan


" Cuppp.....Seannn... kau sudah janji " Emma mengerak-gerakkan dada Sean


" Cium lagi... " jawabnya dengan suara serak bangun tidurnya


" Cuppp... udah "


" Lagi... "


" Cuppp... "


" lagi.... "


" Iss... sudah aku pergi dengan Billy aja " ucap Emma Meraju, ia pun bergerak hendak bangun, namun Sean tak membiarkannya


" Apa kau bilang... mau pergi dengan Billy, kau mau selingkuh ? tidak... apa perlu kupatahkan kaki si anak tiri itu hah "


" Kau sih di bangunkan susah banget, cium cium terus..selalu saja mengambil keuntungan dariku " rungut Emma

__ADS_1


Sean tertawa.. entah mengapa melihat wajah kesal Emma sangat menyenangkan baginya


" Baiklah.. sekali saja lagi.. Ok " pinta Sean, akhirnya Emma menurut.. ia mengarahkan bibirnya ke pipi Sean namun begitu dekat Sean langsung memalingkan wajahnya hingga


" Cupp.... " Sean mencuri bibir manis Emma dan menyesapnya sampai puas, dasar kau bos mesum paling bisa mengambil kesempatan oceh Emma namun hanya bisa dalam hati ya guess... soalnya mulutnya lagi ngak bisa ngoceh... 😅😅


🍷🍷🍷🍷


Ini baru kali pertama bagi Sean menaiki sebuah perahu kecil yang di sebut JUKUNG itu, namun ia menyukainya. Sean dan Emma mengelilingi para penjual dengan jukung mereka, beserta semua dayang dayangnya 😅 banyak makanan yang mereka coba semuanya enak.


Tak lupa Emma dan Sean melakukan sesi. berfoto ria dengan latar pasar terapung itu.


Setelah puas berkeliling dan perut kenyang akhirnya mereka pun kembali ke hotel dan bersiap ke bandara untuk melanjutkan lawatan mereka.


Tidak makan waktu lama hanya 40 menit mereka sudah mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Dari bandara mereka langsung ke PT. Kila. Sampai jam 10 malam baru Sean menghentikan kegiatan.


Mobil mengantar mereka ke hotel, Emma memperhatikan sekelilingnya, sepertinya kota ini tidak besar tapi bersih dan tertata rapi.


" Pak mengapa Balikpapan dikatakan kota minyak? " tanya Emma pada sang supir


" Mungkin karena di kota ini ada kilang minyak Pertamina mba... mba mau liat? "


" Masih bisa mba, kalau mba mau liat saya antar sebelum ke hotel... tidak jauh kok " ucap sang supir. Emma memandang Sean yang masih asik dengan laptopnya


" Sean kita keliling sebentar ya... " bisiknya di kuping Sean


" kamu ngak ngantuk, biasanya jam segini udah ngantuk "


" Belum ngantuk.. boleh ya..please "


" Boleh tapi.... "


" Ya ya.... ngak usah pak langsung aja ke hotel " ucap Emma sambil cemberut, Sean menutup laptopnya


" Kok marah? "


" Ngak marah.. siapa juga yang marah, memang di dunia ini mana ada yang gratis... mau keliling bentar aja di hitung " mulut Emma mencucu kesal


" Ha ha ha... senangnya kalau sudah melihatmu cemberut sayang, pak silahkan ajak kesayanganku ini berkeliling " titah Sean


" Benarkah... terimakasih, kau yang terbaik he he " Emma senang sekali

__ADS_1


Supir membawa rombongan melewati jalan utama kota, mereka melewati sebuah taman kecil yang bernama taman Bekapai, ada air mancurnya indah sekali saat malam.


Tak lama mereka melewati tempat kuliner di tepi pantai


" kawasan ini namanya pantai Melawai mba, tiap malam penuh orang berjualan kuliner " terang sang supir


" wah rame ya pa, sepertinya kota ini di kelilingi pantai ya pak?


" Iya mba "


Kemudian mobil memasuki kawasan pelabuhan lalu melalui hutan kecil artinya mereka sudah memasuki kawasan kilang.


" Wah... besar sekali kilangnya, indah sekali kalau malam begini ya, Sean lihat dong " ucap Emma menarik tangan Sean. Sean melihat ke arah jendela.. kedua tangannya memeluk Emma dari belakang


" Melihatmu jauh lebih indah " bisiknya di kuping Emma, Emma tertawa geli karena Sean meniup kupingnya


" Sudah ada kemajuan kau big boy " ucap Emma


Mereka lalu kembali ke hotel yang sudah di reservasi Billy, mengapa malam ini di perjalanan adem ayem saja guess... ternyata Billy dan Suprie tidak satu mobil dengan Sean.


" Mengapa Billy dan Suprie tidak satu mobil dengan kita Sean? "


" Karena aku ingin berdua denganmu saja.. aku bosan di ganggu mereka , pak pasang kaca pemisahnya " ucap Sean dan mengangkat Emma ke pangkuannya.


" Emma sayang... sudah lama kau tak mencumbuku, karena sekarang aku sedang berbaik hati.. maka aku yang akan mencumbumu... " ucapnya tanpa memberi Emma kesempatan untuk menjawab karena Sean sudah melahap bibirnya lebih dulu.


Sekuat apapun Emma mendorong Sean namun apalah tenaganya tak sebanding dengan kekuatan Sean.


" Sean..... lepaskan, ada apa denganmu " protesnya, namun Sean tak berhenti... ia terus mencium dan memeluk Emma sampai ia puas.


Entah mengapa malam ini Emma terlihat sangat mengoda di mata Sean.


" Aku akan mengambil apa yang ingin ku ambil Emma, aku sangat menginginkanmu... me.... "


" Sean... kita sudah sampai " potong Emma cepat, ia tak mau mendengar kelanjutannya karena ia masih tak tau mau menjawab apa.


See you next eps


Jangan lupa like komen dan votee nya sista


__ADS_1


__ADS_2